Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra Irjen Napoleon Bonaparte menghadiri sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte menghadiri sidang perdana kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Agenda sidang yakni pembacaan surat dakwaan. Sidang terhadap jenderal bintang dua itu dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Hakim Muhammad Damis.

Irjen Napoleon memasuki ruang sidang utama Hatta Ali sekira pukul 10.55 WIB. Napoleon datang dengan dikawal oleh sejumlah anggota Propam Polri. Dia tampak mengenakan baju batik lengan panjang dibalut rompi tahanan Kejaksaan berwarna pink.

Baca Juga:

Mabes Polri Tantang Irjen Napoleon Buka-bukaan di Sidang

Berdasarkan agenda persidangan, bukan hanya Napoleon, ada tiga terdakwa lainnya yang bakal menjalani persidangan perdananya pada hari ini. Ketiga terdakwa itu yakni, Djoko Tjandra, H Tommy Sumadi, dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bambang Nurcahyo mengatakan, persidangan akan dihadiri oleh seluruh terdakwa. Persidangan akan digelar secara terpisah.

Sidang Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte atas kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Sidang Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte atas kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

"Info sidang Joko Tjandra cs rencana akan dihadiri oleh para terdakwa," kata Bambang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Perkara dugaan suap pengurusan red notice merupakan bagian dari rentetan skandal Djoko Tjandra yang menggegerkan beberapa waktu lalu. Saat itu, Djoko Tjandra yang merupakan terpidana perkara korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi.

Baca Juga:

Besok Irjen Napoleon Cs Jalani Sidang Perdana Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Padahal, Djoko Tjandra telah menjadi buronan Kejaksaan Agung sejak 2009 atau 11 tahun silam. Di Indonesia, Djoko Tjandra sempat membuat e-KTP dan paspor, bahkan sempat mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke PN Jakpus.

Irjen Napoleon yang saat itu menjabat Kadiv Hubinter Polri bersama Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri diduga menerima suap dari Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri.

Saat pelimpahan ke tahap dua atau tahap penuntutan di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Napoleon sempat menyatakan kesiapannya menjalani persidangan. Bahkan, Napoleon sempat menyinggung akan buka-bukaan mengenai kasus yang menjeratnya. (Pon)

Baca Juga:

Berkas Lengkap, Irjen Napoleon Bonaparte Ditahan Bareskrim

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menag Yaqut Minta Idul Adha Jangan Jadi Klaster COVID-19
Indonesia
Menag Yaqut Minta Idul Adha Jangan Jadi Klaster COVID-19

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan peniadaan kegiatan saat Idul Adha 1442 Hijriah masih berlaku.

Sudah 3 Hari, Warga di Kabupaten Mamuju Dilanda Banjir
Indonesia
Sudah 3 Hari, Warga di Kabupaten Mamuju Dilanda Banjir

Banjir telah beberapa kali merendam permukiman warga dengan ketinggian air hingga lutut orang dewasa. Hujan deras turun di daerah tersebut dalam satu sepekan terakhir ini.

Pariwisata Merosot, Arena Permainan Anak di Bandung Segera Dibuka
Indonesia
Pariwisata Merosot, Arena Permainan Anak di Bandung Segera Dibuka

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima Pemkot Bandung mengalami penurunan penerimaan menjadi sekitar Rp391 miliar.

Lapas Tangerang Kebakaran Bermula dari Blok C2, 41 Narapidana Meninggal Dunia
Indonesia
Lapas Tangerang Kebakaran Bermula dari Blok C2, 41 Narapidana Meninggal Dunia

Kapolda menyatakan kondisi lapas saat ini sudah aman terkendali dan telah kondusif.

Lanjutkan Pencarian Korban Sriwijaya Air, Tim SAR Berharap Cuaca Bersahabat
Indonesia
Lanjutkan Pencarian Korban Sriwijaya Air, Tim SAR Berharap Cuaca Bersahabat

Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Brigjen TNI Rasman mengatakan, cuaca pada hari ini cukup berawan. Diharapkan cuaca pada hari ini tetap bersahabat.

[HOAKS atau FAKTA]: Luka Warga Palestina akibat Serangan Israel Hasil Make Up
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Luka Warga Palestina akibat Serangan Israel Hasil Make Up

Beredar unggahan berupa video di Twitter oleh akun @Gsiwalette menampilkan sejumlah warga Palestina sedang dirias wajahnya untuk membuat tampilan luka-luka berdarah.

8,8 Juta Keluarga Bakal Disuplai Bansos Tahap II
Indonesia
8,8 Juta Keluarga Bakal Disuplai Bansos Tahap II

Pemerintah bakal kembali melakukan penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap II yang menyasar 8,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19

"Untuk evakuasi jenazah ke TPU Selapajang, baik COVID-19 maupun non corona," ujar Arif di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (15/7).

Merapi Siaga, BPBD Sleman Evakuasi Warga Paling Rentan ke Barak Pengungsi
Indonesia
Merapi Siaga, BPBD Sleman Evakuasi Warga Paling Rentan ke Barak Pengungsi

Berdasarkan data Pemkab Sleman ada sekitar 160 warga kelompok rentan di tiga dusun yang akan diungsikan.

Pengacara BPN Kecewa Majelis Hakim Tolak Dengarkan Keterangan Saksi Ahli
Indonesia
Pengacara BPN Kecewa Majelis Hakim Tolak Dengarkan Keterangan Saksi Ahli

"Kami tim kuasa hukum Paryoto sangat menyayangkan tindakan penolakan," kata kuasa hukum Paryoto, Wardaniman Larosa