Irjen Napoleon Disebut Ungkap Dugaan 'Setoran' untuk 'Petinggi Kita', Mabes Polri: Tak Ada Di BAP Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Mabes Polri menjawab tudingan mantan Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte (NB) diduga meminta Rp7 miliar dalam kasus suap Djoko Sugiarto Tjandra untuk 'petinggi kita'.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, informasi itu tak tertuang di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Apa yang disampaikan tersangka NB di pengadilan, sudah saya konfirmasi kepada penyidik (itu) tidak ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Jadi, pengakuan yang bersangkutan di persidangan, ya, silahkan," ujar Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (3/11).

Baca Juga:

Alasan Mabes Polri Belum Tahan Irjen Napoleon Bonaparte

"Kalau itu dibunyikan di BAP pasti penyidik akan mengejar. Tapi yang bersangkutan saat diperiksa tak ada (ucapan untuk petinggi kita), kalimat itu tak ada, jawaban itu tak ada,” tambah Awi.

Bila dalam penyelidikan dan penyidikan ada kesaksian serupa dari Napoleon, pasti penyidik akan menindaklanjuti informasi itu.

“Tapi faktanya ketika yang bersangkutan diperiksa penyidik saat jadi tersangka, kalimat itu tidak ada," imbuh Awi.

Dalam surat dakwaan, terungkap percakapan antara Napoleon dengan pengusaha kolega Djoko Tjandra, Tommy Sumardi.

Napoleon meminta Rp7 miliar secara tersirat setelah menolak 50 ribu dollar AS yang diberikan oleh Tommy pada April lalu.

Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Istimewa
Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Istimewa

Dari permintaan ke Djoko Tjandra, terealisasi Rp6,3 miliar. Duit itu, kata Napoleon, juga untuk 'petinggi kita' tanpa menyebut nama.

Napoleon didakwa dengan pasal gratifikasi pegawai negeri sipil dalam undang-undang pemberantasan korupsi serta pasal keikutsertaan melakukan kejahatan. Hukumannya minimal setahun dan maksimal lima tahun.

Napoleon diduga membantu penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang di Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham.

Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam surat dakwaannya menyatakan, perbuatan jenderal bintang dua itu bertentangan dengan kewajiban sebagai anggota Polri yang seharusnya menangkap buronan tersebut jika masuk ke Indonesia.

Baca Juga:

Praperadilan Ditolak, Tim Hukum Irjen Napoleon Bakal Pelajari Putusan

"Telah menerima pemberian atau janji yaitu terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte menerima uang sejumlah SGD 200 ribu dan USD 270 ribu," kata jaksa.

Jika dikonversikan ke rupiah saat penyerahan uang pada April-Mei 2020 total mencapai Rp6,3 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Belasan Terduga Teroris di Jatim Diduga Kelompok Jemaah Islamiyah
Indonesia
Polisi Tangkap Fredy Kusnadi Terkait Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti
Indonesia
Polisi Tangkap Fredy Kusnadi Terkait Kasus Mafia Tanah yang Rugikan Ibu Dino Patti

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap Fredy Kusnadi alias FK terkait kasus mafia tanah yang dilaporkan keluarga Dino Patti Djalal.

Tolak Sidang Virtual, Rizieq Dinilai Rendahkan Pengadilan
Indonesia
Tolak Sidang Virtual, Rizieq Dinilai Rendahkan Pengadilan

"Kalau memang dipaksakan sidang online, silakan Yang Mulia melanjutkan sidang ini dengan jaksa tanpa kehadiran saya bersama pengacara. Saya ikhlas, saya rida, saya tunggu berapa pun vonisnya," katanya.

3 Ribu Lebih Pelanggar Ditindak di Hari Pertama Operasi Zebra, Didominasi Lawan Arus
Indonesia
3 Ribu Lebih Pelanggar Ditindak di Hari Pertama Operasi Zebra, Didominasi Lawan Arus

4.982 pelanggar yang hanya diberikan teguran oleh petugas di lapangan

1/3 Warga DKI Masih Takut Divaksin, Isu Kehalalan Paling Tinggi
Indonesia
1/3 Warga DKI Masih Takut Divaksin, Isu Kehalalan Paling Tinggi

Isu-isu seperti keharaman, efek samping, ketidakmanjuran, hingga aksesibilitas vaksin menjadi masalah yang harus ditangani bersama.

Dalam 24 Jam, 10.461 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Dalam 24 Jam, 10.461 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19

Pandemi COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda dapat dikendalikan pemerintah.

Ma'ruf Amin Berharap Hari Konstitusi Jadi Momentum Evaluasi Kegiatan Seluruh Elemen Bangsa
Indonesia
Ma'ruf Amin Berharap Hari Konstitusi Jadi Momentum Evaluasi Kegiatan Seluruh Elemen Bangsa

Evaluasi tersebut dapat dilakukan dengan membuka kembali catatan kegiatan yang telah dilakukan

Pasien OTG di RS Darurat Wisma Atlet Capai 1.984 Orang
Indonesia
Pasien OTG di RS Darurat Wisma Atlet Capai 1.984 Orang

Jumlah penderita COVID-19 yang menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet mengalami perubahan setiap harinya.

Ikuti Instruksi Luhut, Anies Wajibkan Warga Bawa Hasil Rapid Test Antigen Buat Masuk Jakarta
Indonesia
Ikuti Instruksi Luhut, Anies Wajibkan Warga Bawa Hasil Rapid Test Antigen Buat Masuk Jakarta

Pemprov DKI mengikuti instruksi dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dieksekusi Keluar dari Gedung Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dieksekusi Keluar dari Gedung Putih

Pria itu sebenarnya adalah Anthony Atamanuik yang membuat program “The President Show”.