Irjen Napoleon Dinilai Karang Cerita Kedekatan Tommy Sumardi dengan Kabareskrim dan Pimpinan DPR Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Merahputih.com - Kuasa Hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor membantah keterangan Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Irjen Napoleon Bonaparte soal kedekatan kliennya dengan Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin.

Dion justru menyebut Napoleon Bonaparte banyak mengarang cerita di persidangan ini. Anehnya lagi, narasi yang dibangun Napoleon Bonaparte tersebut merupakan hal baru.

Baca Juga

JPU Tanggapi Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Pekan Depan

"Itu omongan dia (Napoleon Bonaparte) tidak benar. Dia hanya klaim saja tanpa didukung bukti yang sahih," ujar Dion di Jakarta, Rabu (25/11).

Dion memastikan pernyataan terbaru Napoleon Bonaparte yang mengkaitkan kliennya dengan Kabareskrim dan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin hanya ilusi dan fitnah semata. Pasalnya, dalam persidangan, kliennya telah membantah semua pernyataan Napoleon ini.

"Anehnya, di BAP, dia tidak pernah bicara soal nama Kabareskrim dan Aziz Syamsuddin," terangnya.

Dion menduga pernyataan Napoleon Bonaparte ini sebagai upaya menggiring opini. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari jerat hukum yang sedang di alaminya.

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

Menurut dia, modus yang dipakai Napoleon ini lumrah dibuat oleh para terdakwa yang tengah berurusan dengan hukum.

"Biasalah, yang namanya terdakwa kan, dia lempar isu apa saja untuk menyelamatkan diri," ungkapnya.

Namun, keterangan Napoleon ini sulit dipercaya. Napoleon hanya menghindari jeratan hukum yang menderanya.

"Bisa dipercaya apa enggak orang macam itu," tegasnya.

Baca Juga

Irjen Napoleon Didakwa Terima Suap SGD200 Ribu dan USD270 Ribu dari Djoko Tjandra

Lebih lanjut Dion menegaskan, Tommy Sumardi membantah semua keterangan terdakwa Napoleon ini. Hal ini disampaikan Tommy Sumardi saat dimintai tanggapan terhadap keterangan terdakwa.

"Jadi, apakah Napoleon bohong atau tidak? silahkan publik yang menilai sendiri," pungkasnya. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seorang Jenderal TNI Tewas Ditembak KKB di Papua
Indonesia
Seorang Jenderal TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Dani tewas ditembak oleh kelompok separatis Papua.

BW Sebut KLB Partai Demokrat Cermin Brutalitas Demokrasi Era Jokowi
Indonesia
BW Sebut KLB Partai Demokrat Cermin Brutalitas Demokrasi Era Jokowi

KLB Deli Serdang akan menjadi preseden buruk dalam proses demokrasi

Polresta Solo Bubarkan Kerumunan di Tempat Makan
Indonesia
Polresta Solo Bubarkan Kerumunan di Tempat Makan

Hasil patroli, kata dia, ternyata masih banyak tempat makan melanggar jam operasional dengan berjualan sampai pukul 23.00 WIB. Ia pun tidak segan meminta mereka untuk menutup usahanya.

APPSI Harap Pemerintah Vaksinasi Seluruh Pedagang Pasar di Indonesia
Indonesia
APPSI Harap Pemerintah Vaksinasi Seluruh Pedagang Pasar di Indonesia

"Mudah-mudahan pemerintah bisa mendorong vaksinasi tidak hanya di Pasar Tanah Abang tapi semua pasar yang ada,” kata Ferry dalam acara Dialog Publik yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (21/4).

Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar
Indonesia
Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Waktu transportasi impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu.

Ikuti Jejak Sang Ayah, Saka Putra Didi Kempot Launching Single Gelang Putih
Indonesia
Ikuti Jejak Sang Ayah, Saka Putra Didi Kempot Launching Single Gelang Putih

Launcing ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh istri almarhum Didi Kempot, Yan Vellia.

Pemprov DKI Segera Bagikan BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu
Indonesia
Pemprov DKI Segera Bagikan BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu

Sejumlah anggaran yang digeser Pemda DKI yaitu program rehabilitasi bangunan Dinas Sosial (Dinsos) dan renovasi Dinas Pendidikan (Disdik) yang tidak mendesak saat ini.

4 Pendukung Rizieq yang Berbuat Kisruh di PN Jakarta Timur Reaktif Corona
Indonesia
4 Pendukung Rizieq yang Berbuat Kisruh di PN Jakarta Timur Reaktif Corona

"(Ada) 4 orang reaktif di Polres, ini masih kita coba cek, kita tangani bersama Satgas COVID," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan

KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Azis bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Dewas KPK Sebut Penyidik Robin Terima Duit Rp 1,6 Miliar
Indonesia
Dewas KPK Sebut Penyidik Robin Terima Duit Rp 1,6 Miliar

Dewas KPK telah memberhantikan penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju dengan tidak hormat melalui sidang etik.