Irjen Napoleon Diduga Suruh Orang Bikin Surat Palsu Permintaan Maaf M Kece Mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) mengenakan baju tahanan. ANTARA FOTO/Rommy S/wpa/wsj.

MerahPutih.com - Sebuah surat permintaan cabutan laporan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte dari tersangka Muhammad Kece beredar. Terungkap jika surat yang ditandatangani oleh M Kece itu adalah palsu.

“Surat itu bukan dibuat oleh korban MK (M Kece), tapi oleh salah satu tersangka atas perintah NB (Napoleon), kemudian korban disuruh tanda tangan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Jakarta, Senin (11/10).

Baca Juga

Mabes Polri Minta Tommy Sumardi yang Mengaku Diancam Irjen Napoleon untuk Bikin Laporan

Andi tidak dapat memastikan perbuatan Irjen Napoleon itu dapat memperberat hukuman. “Penyidik hanya bertugas menyajikan fakta dan bukti, bukan untuk menjatuhkan hukuman berat atau ringan,” ungkapnya.

Pria kelahiran 25 Agustus 1968 itu memastikan jika ada orang yang melaporkan Irjen Napoleon terkait surat tersebut, penyidik akan mendalaminya.

"Kalau ada laporannya, tentu penyidik akan mengkaji," kata Andi.

Jenderal bintang satu ini juga menegaskan kasus dugaan penganiayaan terhadap M Kece akan terus dilanjutkan tanpa ada penghentian.

“Kasus (penganiayaan) jalan terus,” kata Andi Rian.

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugrahan)
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugrahan)

Dalam surat yang diterima, M Kece menulis pengajuan permohonan pencabutan atau penarikan laporan polisi nomor : LP/B/0510/VIII/2021/ tanggal 26 Agustus 2021 yang dia laporkan ke Bareskrim dalam perkara tindak pidana penganiayaan dirinya.

Dia mengaku, telah terjadi kesepakatan perdamaian antara dirinya dengan Irjen Napoleon.

“Kami telah sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan. Saya anggap perkara sudah tuntas dan saya berjanji tidak melanjutkan perkara ini ke sidang pengadilan,” demikian surat M Kece yang ditulis tangan pada 3 September 2021 yang ditujukan pada Andi.

Polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiayaan M Kece.

Terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Tjandra, Irjen Napoleon, tahanan kasus uang palsu, DH; narapidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), DW; narapidana kasus penipuan dan penggelapan, H alias C alias RT; dan narapidana kasus perlindungan konsumen, HP.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Dengan ancaman lima tahun enam bulan penjara. (Knu)

Baca Juga

Polri Koordinasi dengan MA Pindahkan Irjen Napoleon ke Lapas Cipinang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Laki-laki Pakai Perhiasan Emas Picu Alzhaimer
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Laki-laki Pakai Perhiasan Emas Picu Alzhaimer

Dunia medis tidak mengenal fenomena migrasi emas.

Polisi Duga Kamar di Hotel 'Prostitusi' Cynthiara Alona Penuh Anak di Bawah Umur
Indonesia
Indonesia Kembali Dapatkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Indonesia
Indonesia Kembali Dapatkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak semua pihak termasuk masyarakat terlibat dalam kegiatan vaksinasi karena Kementerian Kesehatan tidak bisa melakukan sendiri untuk menangani pandemi COVID-19.

Koalisi Partai Islam 2024 Akan Perkuat Politik Aliran di Indonesia
Indonesia
Koalisi Partai Islam 2024 Akan Perkuat Politik Aliran di Indonesia

Selain itu, harus memikirkan bagaimana agar kita tidak lagi bergantung pada impor pangan

Jakarta Targetkan 50 Ribu Penyuntikan Vaksin COVID-19 Per Hari
Indonesia
Jakarta Targetkan 50 Ribu Penyuntikan Vaksin COVID-19 Per Hari

Data per 12 Maret, sebanyak 483.492 orang yang telah menerima vaksin dosis pertama. Sedangkan penerima dosis kedua mencapai 109.699 orang.

[Hoaks atau Fakta]: Garam dan Madu Sembuhkan Pasien COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Garam dan Madu Sembuhkan Pasien COVID-19

Sampai detik ini tidak ada obat atau vaksin yang betul-betul efektif, karena virusnya sangat cerdik. Karena kalau ada bahan yang membahayakan dirinya maka virus akan melakukan mutasi.

Besok Masih Puasa, Kamis Lebaran
Indonesia
Besok Masih Puasa, Kamis Lebaran

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis (13/5).

Siap-siap! Bantuan Subsidi Gaji Segera Cair ke 1 Juta Pekerja
Indonesia
Siap-siap! Bantuan Subsidi Gaji Segera Cair ke 1 Juta Pekerja

"Jumlah data yang diserahkan hari ini 1 juta calon penerima BSU dari estimasinya 8,7 juta pekerja akan menerima BSU," ucap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah

Varian Baru Cepat Menular, Anies Minta Orang Tua Jaga Anak-anak
Indonesia
Varian Baru Cepat Menular, Anies Minta Orang Tua Jaga Anak-anak

"Usahakan di rumah saja. Anak-anak biarkan bermain di rumah saja demi keselamatan semuanya," terangnya,