Irjen Ferdy Sambo Minta Maaf Mantan Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo (tengah) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc)

MerahPutih.com - Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Kini, Ferdy Sambo mengaku dirinya sudah merekayasa skenario dalam pembunuhan berencana anak buahnya tersebut.

Pengakuan Sambo disampaikan kuasa hukumnya, Arman Hanis. Arman mengungkapkan pesan dari kliennya di rumah pribadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling III, Jakarta Selatan, Kamis (11/8) malam.

Baca Juga

Dijerat Pasal 340 KUHP, Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

"Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya. Khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan informasi yang tidak benar serta memicu polemik dalam pusaran kasus Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga," ucap Arman saat menyampaikan pesan dari Sambo.

Arman menjelaskan tindakan yang dilakukan Sambo demi menjaga dan melindungi marwah keluarganya.

"Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai," ungkap Sambo.

Baca Juga

Kapolri Bubarkan Satgasus Merah Putih

Selain itu, Arman juga menuturkan Sambo meminta maaf kepada seluruh masyarakat luas beserta jajaran Polri termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terdampak dari rekayasa kasus kematian Brigadir J.

"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf," katanya

"Sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri," pungkas Sambo.

Sebelumnya, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Maruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana, Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Pol. Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (Knu)

Baca Juga

Diduga Terlibat Kasus Brigadir J, Fahmi Penasihat Ahli Kapolri Mengundurkan Diri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Urus Berkas Pernikahan dengan Adiknya Jokowi, Ketua MK Bolak-balik Jakarta-Solo
Indonesia
Urus Berkas Pernikahan dengan Adiknya Jokowi, Ketua MK Bolak-balik Jakarta-Solo

Anwar mengaku harus bolak-balik dari Jakarta-Solo untuk memenuhi panggilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM Sampaikan 5 Rekomendasi ke Jokowi
Indonesia
Kasus Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM Sampaikan 5 Rekomendasi ke Jokowi

Komnas HAM memberikan laporan ke Presiden Joko Widodo yang diwakili Menko Polhukam Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam RI Jakarta pada Senin (12/9).

Ibunya Akan Dinikahi Ketua MK, Anak Idayati Ungkap Pesan Penuh Haru
Indonesia
Ibunya Akan Dinikahi Ketua MK, Anak Idayati Ungkap Pesan Penuh Haru

Bahkan, kedua anaknya tersebut bedoa dan harapan terbaik atas pernikahan sang ibu.

Pimpinan Komisi III Tegaskan Kaburnya Rachel Vennya Dapat Bahayakan Banyak Orang
Indonesia
Pimpinan Komisi III Tegaskan Kaburnya Rachel Vennya Dapat Bahayakan Banyak Orang

Kaburnya Rachel yang diduga dibantu oleh oknum TNI itu merupakan preseden buruk

TNI Tegaskan Kuasai Distrik Suru-Suru dari KKB
Indonesia
TNI Tegaskan Kuasai Distrik Suru-Suru dari KKB

Kondisi di kawasan itu sudah terkendali dan kini sudah ditempatkan 70 prajurit di Suru-suru termasuk prajurit tempur.

[HOAKS atau FAKTA]: Varian COVID-19 Florona Lebih Berbahaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Varian COVID-19 Florona Lebih Berbahaya

Florona lebih ke koinfeksi alias infeksi bersamaan antara influenza dengan COVID-19

Kecelakaan Maut di Tol Bawen-Ungaran, 5 Orang Tewas
Indonesia
Kecelakaan Maut di Tol Bawen-Ungaran, 5 Orang Tewas

Terjadi kecelakaan maut di Tol Ungaran, tepatnya di kilometer 438,400 Sabtu (24/9/2022) dini hari. Akibat kecelakaan itu, 5 orang meninggal dunia.

Airlangga Ungkap Kunci Keberhasilan Pengembangan UMKM
Indonesia
Airlangga Ungkap Kunci Keberhasilan Pengembangan UMKM

UMKM menjadi salah satu indikator vital dalam mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional melalui kontribusinya terhadap sektor esensial.

Dalih Jokowi Teken Keppres Terima Pengunduran Diri Lili Pintauli dari KPK
Indonesia
Dalih Jokowi Teken Keppres Terima Pengunduran Diri Lili Pintauli dari KPK

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini mengungkapkan alasan Jokowi meneken Keppres pengunduran Lili dari KPK telah sesuai dengan perundang-undangan.

KPK Periksa Sekjen DPC Demokrat Terkait Kasus Bupati Penajam Paser Utara
Indonesia
KPK Periksa Sekjen DPC Demokrat Terkait Kasus Bupati Penajam Paser Utara

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal DPC Partai Demokrat Balikpapan Syamsudin alias Aco.