Irjen Fadil Imran soal Pj Gubernur DKI: Saya Tidak Berminat, Catat Itu! Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran berikan keterangan usai pelantikan kapolsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya di Balai Polda Metro Jaya, Selasa (24/5). ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan berakhir pada 16 Oktober mendatang.

Pemerintah, melalui Kemendagri, akan menunjuk penjabat gubernur untuk mengisi kekosongan jabatan sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 2024.

Baca Juga

Kapolda Metro Jaya Rombak Posisi Perwira Menengah

Sosok Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran disebut-sebut berpeluang menggantikan posisi Anies. Tetapi, Fadil menegaskan dirinya tidak berminat.

"Saya tidak berminat. Catat itu!" ucap Fadil di Gedung BPMJ Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/5).

Fadil mengaku ingin fokus menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya dan menyebut masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan di instansi yang dipimpinnya.

"Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan untuk menjaga Jakarta," tegasnya dikutip Antara.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. (Foto: Kanugrahanan)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. (Foto: Kanugrahanan)

Mantan Kapolda Jawa Timur itu mengaku masih ingin membantu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan transformasi di tubuh Polri.

"Saya masih ingin membantu Kapolri untuk mewujudkan Polri yang Presisi, Polri yang lebih baik," ujarnya.

Baca Juga

Kapolda Metro Ungkap Anak Buahnya Ikut Dianiaya saat Evakuasi Ade Armando

Sebelumnya, politikus Gerindra M Taufik menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran berpeluang mengisi kursi Pj Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan setelah lengser.

"Iya (berpeluang). Saya kira selama memenuhi persyaratan itu, kan Presiden yang menilai," ujar Taufik kepada wartawan, Kamis (19/5).

Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan kriteria penjabat gubernur DKI Jakarta yang harus dipenuhi untuk menggantikan tugas Anies Baswedan memimpin Ibu Kota.

Kriteria kandidat tersebut yakni merupakan seorang pejabat pimpinan tinggi madya atau setara pejabat eselon satu.

Kemendagri juga akan membuat profil terhadap kandidat penjabat gubernur DKI Jakarta guna mengetahui potensi kasus yang dihadapi. (*)

Baca Juga

Kapolda Metro Puji Anak Buahnya dalam Pengamanan Mudik Lebaran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Sebut 57 Pegawai Yang Dipecat Bebas Direkrut Lembaga Lain
Indonesia
KPK Sebut 57 Pegawai Yang Dipecat Bebas Direkrut Lembaga Lain

"Kami menghormati itu, dan pihak lain yang ikut memperhatikan nasib dari 57 pegawai KPK. Biar bagaimanapun kontribusi mereka selama di KPK juga harus kami hormati, kami hargai," ujar Alex.

98 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM
Indonesia
98 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota Komnas HAM

"Panitia Seleksi telah melakukan proses pemeriksaan serta verifikasi berkas pendaftar dan menyatakan sebanyak 96 orang pendaftar Calon Anggota Komnas HAM RI lolos seleksi administrasi," jelas Makarim.

Indonesia Bagian Timur Alami Gangguan Internet
Indonesia
Indonesia Bagian Timur Alami Gangguan Internet

Ganguan teknis dirasakan masyarakat di sejumlah titik di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Natuna, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

KPK Mangkir, PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Suharso Monoarfa
Indonesia
KPK Mangkir, PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Suharso Monoarfa

Penundaan sidang perdana ini lantaran pihak KPK selaku termohon tidak dapat hadir lantaran belum siap.

Usut Kasus Walkot Richard, KPK Geledah Kantor SKPD Ambon
Indonesia
Usut Kasus Walkot Richard, KPK Geledah Kantor SKPD Ambon

Penggeledahan terkait kasus dugaan suap soal persetujuan izin prinsip pembangunan cabang toko ritel Alfamidi di Kota Ambon pada 2020 yang menjerat Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

Kemenkes Pastikan Penyakit Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia
Indonesia
Kemenkes Pastikan Penyakit Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia

Penyakit cacar monyet atau monkeypox jadi fenomena baru yang menggemparkan dunia kesehatan.

Akun WhatsApp Ketum PB PMII Diretas Jelang Aksi Mahasiswa 11 April
Indonesia
Akun WhatsApp Ketum PB PMII Diretas Jelang Aksi Mahasiswa 11 April

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Muhammad Abdullah Syukri mengonfirmasi kehilangan kontrol atas nomor handphone sekaligus WhatsApp pribadinya.

[HOAKS atau FAKTA]: Selama Ratusan Tahun Warga Baduy Tak Pernah Divaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Selama Ratusan Tahun Warga Baduy Tak Pernah Divaksin

Unggahan tersebut mendapat atensi sebanyak 421 reaksi, 8 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 29 kali.

Tingkatkan Ketahanan Nasional, Menhan Prabowo Jalin Sinergi dengan Akademisi
Indonesia
Tingkatkan Ketahanan Nasional, Menhan Prabowo Jalin Sinergi dengan Akademisi

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan, isu-isu yang berkaitan dengan masalah strategi dan ketahanan nasional diharapkan bisa dilakukan kajian dan dipelajari oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Ketua DPRD DKI Sindir Anies: Beliau Jadi Gubernur Tapi Otaknya Presiden
Indonesia
Ketua DPRD DKI Sindir Anies: Beliau Jadi Gubernur Tapi Otaknya Presiden

"Jadi, beliau (Anies) itu menjadi gubernur, otaknya jadi presiden. Ya repot," kata Prasetyo saat diskusi di YouTube Total Politik, yang dikutip Selasa (22/2).