Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran

Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa armada militer besar tengah bergerak menuju Iran dan menyerukan agar Teheran kembali ke meja perundingan. Kondisi ini membuat tensi di Timur Tengah memanas.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mungkin dapat memicu perang, namun tidak akan mampu mengendalikan bagaimana perang tersebut berakhir.

Ia menegaskan Teheran tetap terbuka untuk berunding, tetapi hanya jika perundingan itu sungguh-sungguh dan tidak dipaksakan dengan kekuatan.

“Kami siap untuk bernegosiasi,” kata Ghalibaf dalam wawancara dengan CNN, Rabu malam. Namun, ia menambahkan bahwa Iran tidak meyakini dialog semacam itu yang sebenarnya diinginkan oleh presiden AS.

Baca juga:

Kondisi Teheran 'dalam Bahaya', WNI Diminta Waspada dan Hindari Kerumunan

Ghalibaf menuduh Washington merusak diplomasi dengan penggunaan kekuatan. Menurutnya, AS telah mengebom meja perundingan dua hari sebelum putaran ke-enam pembicaraan dengan Iran dijadwalkan berlangsung.

Ia menegaskan Iran tidak akan terlibat dalam perundingan tanpa manfaat nyata. Selama kepentingan ekonomi rakyat Iran tidak dijamin, maka tidak akan ada perundingan.

Ia juga menekankan bahwa Iran tidak menganggap 'mendikte' sebagai bentuk negosiasi.

Ghalibaf memperingatkan, pembicaraan yang dilakukan di bawah tekanan militer justru akan memperburuk ketegangan. Menurutnya, perundingan dalam bayang-bayang perang hanya akan memicu eskalasi.

Ia juga menyatakan, jika Trump menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian, maka ia harus menjauhkan diri dari para penghasut perang dan pihak-pihak yang mendorong penyerahan diri di sekelilingnya.

Sementara itu, Uni Eropa memperluas sanksi terhadap Iran atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dinilai serius serta dukungan Teheran terhadap Rusia dalam perang di Ukraina, demikian keputusan yang diadopsi Dewan Eropa, Kamis (29/1).

Dalam pernyataannya, Dewan Eropa menyebutkan bahwa langkah pembatasan baru itu dijatuhkan kepada 15 individu dan enam entitas tambahan.

Sanksi tersebut diberlakukan menyusul "tindakan penindasan keras" terhadap aksi unjuk rasa damai, termasuk penggunaan kekerasan, penahanan sewenang-wenang, serta praktik intimidasi oleh aparat keamanan terhadap para demonstran.

Sejumlah tokoh penting yang dikenai sanksi antara lain Menteri Dalam Negeri Iran sekaligus Kepala Dewan Keamanan Nasional Eskandar Momeni, serta sejumlah pejabat lembaga peradilan, termasuk Jaksa Agung Mohammad Movahedi-Azad dan hakim ketua Iman Afshari.

#Iran #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Bagikan