Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas

Ilustrasi Bendera Iran. (Foto: dok. media sosial Google)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Iran tengah dilanda kerusuhan massal yang dipicu krisis politik dan ekonomi, dengan jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai sekitar 2.000 orang. Menyikapi situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan penjelasan resmi terkait akar persoalan yang memicu gelombang demonstrasi di negara tersebut.

Dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (14/1), Kedubes Iran menyatakan bahwa unjuk rasa awalnya dipicu masalah ekonomi, khususnya dampak fluktuasi nilai tukar rial Iran terhadap kegiatan usaha dan daya beli masyarakat.

Unjuk rasa tersebut disebut mulai berlangsung sejak 28 Desember 2025, dan pada tahap awal dilakukan oleh kelompok pelaku usaha yang terdampak langsung kondisi ekonomi.

“Unjuk rasa itu diadakan dengan motif mata pencaharian dan sebagai reaksi terhadap dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap kegiatan bisnis dan daya beli,” tulis Kedubes Iran.

Para pendemo menuntut pemerintah mengembalikan stabilitas pasar serta menerapkan kebijakan ekonomi yang efektif. Menurut Kedubes Iran, demonstrasi pada periode Desember 2025 tersebut berlangsung kondusif dan terkendali.

Baca juga:

Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak

Namun demikian, pemerintah Iran menegaskan adanya perbedaan antara massa demonstran damai dan kelompok penyusup yang memanfaatkan aksi tersebut untuk memicu kekerasan.

Berdasarkan dokumentasi yang dimiliki pemerintah Iran, dalam sejumlah kasus unjuk rasa damai disalahgunakan secara sengaja oleh elemen kekerasan yang disebut berafiliasi dengan gerakan yang dikendalikan dari luar negeri.

Aksi-aksi tersebut meliputi perusakan fasilitas publik, penyerangan terhadap aparat penegak hukum, serta penggunaan alat pembakar hingga senjata api.

“Tindakan-tindakan ini tidak ada hubungannya dengan tuntutan ekonomi yang sah dan berada di luar cakupan perlindungan terhadap unjuk rasa damai menurut hukum hak asasi manusia internasional,” tegas Kedubes Iran.

Baca juga:

Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran

Pemerintah Iran juga menuding adanya intervensi Amerika Serikat dan Israel yang dinilai memperkeruh situasi dan mendorong eskalasi kerusuhan di Iran.

Iran menilai hasutan dan provokasi dari kedua negara tersebut telah melanggar hukum internasional serta mencederai kedaulatan Iran sebagai negara merdeka.

“Itu secara nyata dan penuh tipu daya mendukung kerusuhan dan pada praktiknya telah memicu intensifikasi kekerasan teroris serta destabilisasi sosial,” tulis Kedubes Iran.

Iran menegaskan bahwa setiap bentuk hasutan, dukungan, atau fasilitasi tindakan subversif di dalam negara berdaulat merupakan pelanggaran hukum internasional dan menimbulkan tanggung jawab langsung bagi negara yang melakukan campur tangan.

Upaya mengeksploitasi tuntutan ekonomi rakyat Iran untuk tekanan politik, perang psikologis, maupun ancaman militer disebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kemerdekaan dan integritas teritorial Republik Islam Iran.

Meski situasi keamanan memburuk, pemerintah Iran menegaskan tetap menghormati hak kebebasan berpendapat warganya. Kedubes Iran menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi guna merespons tuntutan masyarakat.

“Kedua prinsip ini—menjaga keamanan nasional dan menghormati hak bersuara—akan diimplementasikan secara bersamaan dan tanpa kompromi sesuai dengan hukum dan kewajiban internasional negara,” tutup Kedubes Iran. (Knu)

#Iran #Krisis Politik #Demonstrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Aksi di kawasan Monas dan Balai Kota membuat sejumlah rute Transjakarta mengalami perpendekan dan pengalihan perjalanan. Simak rute dan halte yang terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Indonesia
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Berdasarkan informasi Traffic Management Centre (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya, rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Indonesia
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Gelombang demo pelajar di Paris berujung kerusuhan. Kemlu dan KBRI Paris imbau WNI waspada, hindari kerumunan, dan rilis nomor hotline darurat!
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Oktober 2026
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Infografis
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Rezita Kesuma - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Bagikan