IPW Sebut Tidak akan Ada Tersangka Baru Kasus Penyerangan Novel Baswedan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - menyebut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan tak akan ada tersangka baru. Pasalnya, kedua pelaku RM dan RB disebutnya merupakan pelaku tunggal.

Neta mengatakan kasus penyerangan air keras biasanya kasus individual tanpa melibatkan komplotan atau disuruh orang lain.

Baca JugaPresidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane

Jaksa Agung Ditantang Ungkap Kembali Kasus 'Sarang Walet' Novel Baswedan

"Belum pernah ada kasus penyiraman air keras karena disuruh orang. Dari 100 persen kasus penyiraman umumnya dilakukan individu dan masyarakat kelas bawah," jelas Neta kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (10/1).

Neta
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane

Neta mengklaim kasus ini adalah kasus ringan dan pelaku bisa tak dihukum lama lantaran hanya dijerat pasal 170 KUHP.

"Paling hukumannya ringan. Apalagi bisa hukuman percobaan karena tak ada yang mati. Ini penganiyayaan aja terlepas status Novel sebagai penyidik. Bisa - bisa nanti proses pengadilan dipotong massa tahanan bebas," jelas Neta

Neta melanjutkan, kasus ini juga sulit untuk membuktikan keterlibatan orang kuat apalagi sampai level jenderal yang disebut oleh Novel.

"Kasus penyiraman air keras itu kejahatan individu yang dilakukan masyarakat kelas bawah. Kasus Novel ini sama memang individu pelakunya. Makanya kenapa yang satu (RM) itu tak tau menau. Karena dia dia hanya mengantar ke lokasi kejadian. Baru tau ketika itu terjadi 'oh ternyata temen gue nyerang orang'," ungkap Neta.

Baca Juga

Jaksa Agung Dikritik karena Lambat Usut Dugaan Pidana Novel Baswedan

Neta melihat, indikasi pesanan dalam perkara ini juga sulit dibuktikan.

"Belum ada kasus penyerangan kasus air keras disuruh orang. Ini hanya satu tersangka dan satunya turut serta karena mengantarkan," jelas Neta.

Ia menyebut, pendukung Novel hanyalah mempolitisasi kasus ini.

"Jadi mereka bermain dibawah politik. Mereka cenderung berimajinasi dan berhalusinasi. Harusnya mereka meneliti kasus penyerangan air keras biasanya kasus individu. Motifnya pun karena sakit hati;" tutup Neta.

Diberitakan sebelumnya, tim teknis Polri menangkap dua orang yang disinyalir pelaku penyerangan dengan air keras kepada Novel.

Novel Baswedan saat diperiksa di Polda Metro Jaya
Penyidik senior KPK Novel Baswedan (MP/Kanu)

Tersangka berinisial RM dan RB diketahui merupakan anggota kepolisian aktif. Kedua tersangka itu ditangkap tim teknis bersama Kepala Korps Brimob Polri di kawasan Cimanggis, Depok pada Kamis (26/12) malam.

Baca Juga

Polisi Gali Keterangan Novel Baswedan Terkait Kronologi Penyerangan dan Pelakunya

Penangkapan kedua pelaku berlangsung setelah kasus ini menjalani proses panjang selama sekitar 2,5 tahun. Penyidik menyebut bahwa telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atau pra-rekonstruksi sebanyak tujuh kali. Selain itu, Polri dalam penyelidikannya mengaku telah memeriksa sebanyak 73 saksi. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH