IPW Sebut Kerusuhan di Amerika Serikat Bisa Merembet ke Indonesia Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Pengamat Kepolisian Neta S Pane menilai, Kapolri Jenderal Idham Azis perlu mengevaluasi sikap prilaku dan kinerja para Kapolda maupun Kapolres. Hal ini agar kerusuhan dan kekacauan di Amerika Serikat tidak terjadi di Indonesia.

Menurut Neta, apa yang terjadi di AS, berpotensi juga terjadi di Indonesia saat ini. Kekacauan yang terjadi di AS adalah akibat sikap anggota polisi yang mengedepankan arogansi. Kematian warga kulit hitam George Floyd di Minneapolis, AS akibat ulah anggota polisi yang semena mena dan tidak mengindahkan hak asasi manusia.

Baca Juga

Belajar dari Kerusuhan di AS, Polri Harus Hentikan dan Usut Tuntas Penyiksaan Warga

"Di Indonesia sikap polisi yang masih dipandang negatif sebagian masyarakat sudah menjadi rahasia umum yang sering terjadi," jelas Neta kepada MerahPutih.com di Jakarta, Jumat (5/6).

Warga berpartisipasi dalam aksi "die-in" dalam lanjutan gelombang protes atas kematian George Floyd di Boston, Massachusetts, AS, Rabu (3/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Brian Snyder/foc.
Warga berpartisipasi dalam aksi "die-in" dalam lanjutan gelombang protes atas kematian George Floyd di Boston, Massachusetts, AS, Rabu (3/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Brian Snyder/foc.

Neta meyakini, terjadinya krisis ekonomi sebagai dampak pandemik COVID-19 harus diwaspadai Polri. Sebab krisis ini bisa menjadi krisis sosial dan politik.

"Jika dalam multi krisis ini jajaran polri tidak promoter dan lebih mengedepankan arogansi, seperti apa yang dialami Goerge Floyd, bukan mustahil kekacauan seperti di AS akan terjadi di Indonesia, apalagi persoalan di Indonesia sangat kompleks dan pelik," terang Presidium Indonesia Police Watch ini.

Ia menyebut, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat terutama dari daerah, yang kemudian disampaikan ke elit elite kepolisian sering kali tidak cepat disikapi secara promoter. Padahal, sikap seperti ini bisa menjadi api dalam sekam yang memicu kekacauan seperti yang terjadi di tahun 1998.

Aksi teroris yang membuat terbunuhnya anggota polisi di sebuah Polsek di Kalimantan Selatan menunjukkan betapa tidak promoternya Polri.

Ia menyebut, akibat serangan teror itu, anggota polisi saja bisa terbunuh di kantornya, lantas apa yang bisa diharapkan masyarakat dari polisi dalam menjaga keamanan publik. Ironisnya, dalam kasus ini hanya Kapolres yang dicopot, sementara Kapolda tidak tersentuh hukuman.

"Padahal, peristiwa itu terjadi akibat tidak berjalannya sistem deteksi dini dan lemahnya kinerja intelijen yang dibangun Kapolda hingga teroris bisa mengobok obok kantor polisi," terang Neta.

Neta mendesak Kapolri mengevaluasi sikap prilaku dan kinerja para anak buahnya di seluruh Indonesia

Baca Juga

Kebiasaan Anyar, Jadi Jurus Banyuwangi Atasi COVID-19

Kapolda dan Kapolres yang mengkriminalisasi hak-hak ulayat atau mengkriminalisasi pengusaha lokal dengan tujuan tertentu atau diperalat pihak tertentu untuk mencederai rasa keadilan publik atau tidak becus bekerja secara promoter harus dicopot dari jabatannya dan dimasukkan ke dalam "kotak" dan "kotaknya digembok tiga".

"Sebab polisi seperti itu tidak pantas menjadi pimpinan kepolisian dan hanya akan menjadi benalu buat masyarakat maupun polri," sebut Neta. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolda Metro Berikan Rompi Khusus untuk Jurnalis
Indonesia
Kapolda Metro Berikan Rompi Khusus untuk Jurnalis

Nana menuturkan, rompi ini diberikan mengingat sebelumnya ada beberapa wartawan yang diamankan.

UEA Punya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Indonesia
UEA Punya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEC) meresmikan sebuan jalan di Abu Dhabi dengan nama Presiden Joko Widodo.

Pemprov DKI Imbau Warga Tak ke Rumah Sakit Selama PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Imbau Warga Tak ke Rumah Sakit Selama PSBB

Meski demikian, rumah sakit umum, swasta, klinik dan poliklinik tetap buka melayani warga.

Kemenperin Bikin Tim Pemantau Protokol Kesehatan Pabrik
Indonesia
Kemenperin Bikin Tim Pemantau Protokol Kesehatan Pabrik

Industri berinisiatif mengambil langkah apabila terdapat kasus COVID-19 di lingkungannya, antara lain dengan melakukan penutupan fasilitas produksi, isolasi, hingga karantina.

Libur Panjang, Ganjil Genap Ditiadakan
Indonesia
Libur Panjang, Ganjil Genap Ditiadakan

penilangan terhadap pelanggar kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta sudah berlaku sejak 10 Agustus 2020. Waktunya pun diatur pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Politisi PDI Perjuangan Tagih Laporannya ke Polda Metro, Begini Jawaban Kubu Rizieq
Indonesia
Ini Alasan Gerindra Tak Khawatir Jika PT Naik Jadi 7 Persen
Indonesia
Ini Alasan Gerindra Tak Khawatir Jika PT Naik Jadi 7 Persen

Gerindra optimistis bisa melampaui ambang batas 7 persen

Polisi Perpanjang Masa Tahanan Maria Pauline Lumowa
Indonesia
Polisi Perpanjang Masa Tahanan Maria Pauline Lumowa

"Terhitung mulai 29 Juli hingga 7 September 2020," kata Ahmad

KPK Tahan Dua Eks Legislator Sumut
Indonesia
KPK Tahan Dua Eks Legislator Sumut

Ahmad dan Mulyani bakal mendekam di rutan setidaknya selama 20 hari pertama terhitung sejak 28 Juli hingga 16 Agustus 2020

Prabowo Pastikan Indonesia Perkuat Kerjasama Militer dengan Australia
Indonesia
Prabowo Pastikan Indonesia Perkuat Kerjasama Militer dengan Australia

Indonesia dan Australia sepakat bersama-sama memerangi illegal fishing dan kejahatan trans-nasional