IPW: Oknum KPK Pakai Jurus Pendekar Mabuk Cegah Firli Jadi Ketua Irjen Pol Firli Bahuri lolos jadi Capim KPK (Foto/Antaranews)

MerahPutih.com - Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut oknum wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memakai jurus pendekar mabuk untuk mencegah Irjen Firli Bahuri jadi ketua.

Mereka disebut melakukan berbagai manuver politik serta pembunuhan karakter tanpa fakta hukum, dengan menggelar berbagai aksi dan jumpa pers.

Baca Juga

Irjen Firli Digadang Calon Kuat Ketua KPK, IPW: Barisan Novel Baswedan Gentar

Neta menyebut, dalam jumpa persnya oknum KPK tersebut tidak menyebutkan bukti tuduhan mereka secara konkrit, misalnya kapan sidang etik pernah dilakukan terhadap Firli.

"Seperti apa keputusan sidang etik itu, dan nomor berapa surat keputusan sidang etik itu. Sehingga IPW menilai jumpa pers oknum KPK itu hanya sebuah manuver politik pembunuhan karakter untuk mengganjal Firli menjadi ketua KPK," ujar Neta kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (12/9).

Neta melanjutkan, dari penelusuran IPW ada dua masalah yg dituduhkan oknum KPK terhadap Firli. Yakni pertemuan dengan mantan Gubernur NTB TGB Zainul Majdi dan pertemuan dengan pejabat BPK.

Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane

"Dari penelusuran IPW, dalam kasus TGB, Firli tak melanggar etik atau melanggar pasal 36 UU No 30 tahun 2002," jelas Neta.

Sedangkan terkait pertemuan dengan pimpinan BPK, dari penelusuran IPW tersimpul bahwa Firli menjemput wakil ketua BPK Bahrul Akbar.

Baca Juga

Pimpinan KPK Sebut Irjen Firli Langgar Kode Etik Berat

Saat itu staf deputi penindakan, Jeklin dan Ayu tahu persis bahwa Bahrul datang ke KPK dan di ruangan Firli tak lebih 3 menit. Firli baru tahu belakangan bahwa Bahrul Akbar dipanggil oleh penyidik Rizka setelah sekertarisnya memberitahu.

Firli juga sudah menjelaskan hal ini kepada Pansel KPK. Kepada pansel, Firli menjelaskan ia menjemput Bahrul akbar karena dia adalah pejabat negara, wakil ketua BPK dan ternyata dia dipanggil penyidik KPK sebagi saksi ahli. Saat di ruangan belum ada pembicaraan terkait kepentingan Bahrul dipanggil KPK.

"Soal pertemuan inipun sudah diklarifikasi oleh 5 pimpinan KPK. Saat itu pimpinan KPK menegaskan tidak ada masalah. Tapi anehnya kenapa sekarang oknum KPK mempermasalahkannya. Disini terlihat bahwa oknum KPK melakukan manuver politik dan pembunuhan karakter pada Firli," jelas Neta.

Baca Juga

Irjen Firli Enggan Beberkan Rahasia Strategi Berantas Korupsi

Neta berharap Komisi III DPR tidak terpengaruh dengan manuver oknum KPK dan jangan mau disandera opini sesat yg dibangun oleh segelintir oknum KPK.

"Sebab dari penelusuran IPW sesungguhnya masih banyak pegawai KPK yang menanti kehadiran Firli sebagai ketua di lantai 15 gdung merah putih. Sedangkan oknum yg terus menurus membully Firli hanya segelintir pegawai KPK dan tuduhan mereka bahwa firli melanggar etik tanpa disertai bukti," terang Neta. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH