IPW Nilai Tuntutan Ringan Penyerang Novel Baswedan Tepat Dua eks anggota Brimob (baju oranye) yang menjadi terdakwa kasus teror penyiraman air keras Penyidik KPK Novel Baswedan. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai tepat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama setahun penjara terhadap dua pelaku penyerangan Novel Baswedan.

Neta menilai kasus penyiraman penyidik KPK itu adalah kasus penganiayaan yg tergolong ringan yg hendak dipolitisasi sebagai kasus besar dan luar biasa.

Baca Juga

Tim Advokasi Novel Minta Tolong Jokowi Buka Tabir Sandiwara Tuntutan 1 Tahun Bui

"Untungnya, aparatur kejaksaan tidak terprovokasi oleh ulah orang orang yang tidak bertanggung jawab yang hendak mempolitisasi kasus itu," kata Neta kepada MerahPutih.com di Jakarta, Jumat (12/6).

Neta mengklaim, kasus penyiraman Novel adalah kasus ringan, yakni penganiayaan ringan

"Jika Novel menyebut persidangan tersebut hanya formalitas, berarti sebagai aparat penegak hukum Novel sudah terkatagori menghina pengadilan," ungkap Neta.

Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Foto: MP/Kanu

Neta nengakui, kedua pelaku Rahmat Kadir dan Ronny Bugis bersikap ksatria mengakui perbuatannya.

"Ia meminta Novel berjiwa besar menerima tuntutan kepada kedua pelaku," jelas Neta.

Sebelumnya, dua terdakwa kasus Novel, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu, jaksa penuntut umum menuntut kedua terdakwa dengan hukuman satu tahun penjara.

Diketahui, Ronny Bugis merupakan anggota Brimob Polri yang turut serta bersama Rahmat Kadir Mahulette melakukan aksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, pada Selasa 11 April 2017.

Ketika itu, sekira pukul 03.00 WIB, Rahmat Kadir menemui terdakwa Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Rahmat Kadir menemui Ronny Bugis seraya membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dan meminta di antar ke daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dia lantas mengarahkan Ronny Bugis untuk mengemudikan sepeda motor ke lokasi tempat tinggal Novel di Jl. Deposito Blok T No.8 RT.003 RW.010 Kelurahan Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Selanjutnya, Rahmat Kadir yang diboncengi oleh Ronny Bugis mengamati gerak-gerik setiap orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan.

Baca Juga

KPK Sebut Kasus Novel Baswedan Ujian Bagi Rasa Keadilan dan Nurani Penegak Hukum

Sambil mengamati dan menunggu Novel keluar dari masjid Rahmat Kadir pun telah bersiap membuka plastik hitam yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4) yang disimpan dalam mug loreng hijau.

Sekitar pukul 05.10 WIB, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis pun akhirnya melihat Novel keluar Masjid Al-Ikhlas. Saat itulah, Rahmat Kadir menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) dari atas motor yang dikendarai oleh Ronny Bugis. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berkas Persyaratan Teguh Masih Kurang dan Bajo Dinyatakan Lengkap
Indonesia
Berkas Persyaratan Teguh Masih Kurang dan Bajo Dinyatakan Lengkap

Teguh Prakosa yang merupakan pasangan pendamping cawali, Gibran Rakabuming Raka, berkas syarat calon dinyatakan belum lengkap.

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Building Manager Apartement South Hills
Indonesia
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Building Manager Apartement South Hills

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Building Manager Apartemen South Hills berinisial MUS, dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri (Persero).

Pemecatan Sepihak Jadi Ancaman Pada Guru Honorer
Indonesia
Pemecatan Sepihak Jadi Ancaman Pada Guru Honorer

Kepala sekolah yang bersikap otoriter dalam kepemimpinannya agar ditindak tegas oleh Dinas Pendidikan sesuai aturan yang berlaku, jika perlu diberhentikan saja sebagai efek jera.

Penyidik Bakal Periksa Dirut Pembuat Cairan Pembersih Buntut Kebakaran Kejagung
Indonesia
Penyidik Bakal Periksa Dirut Pembuat Cairan Pembersih Buntut Kebakaran Kejagung

Pendalaman pemeriksaan berkaitan status R sebagai tersangka kebakaran gedung Kejagung pada 22 Agustus lalu

Kisah Siswi Magetan Tinggal di Kandang Ayam Berjuang Beli HP Demi Sekolah Online
Indonesia
Kisah Siswi Magetan Tinggal di Kandang Ayam Berjuang Beli HP Demi Sekolah Online

Indri tinggal di bekas kandang ayam sebab sang ibu tak mampu menyewa sebuah rumah

Kasus COVID-19 Tak Terkendali, Menpan Tjahjo Hapus Hak Cuti untuk ASN
Indonesia
Kasus COVID-19 Tak Terkendali, Menpan Tjahjo Hapus Hak Cuti untuk ASN

Hak cuti perorangan untuk aparatur sipil negara (ASN) sementara ditiadakan.

Bersiap, Beli Sembako Bakal Dikenai Pajak Pertambahan Nilai
Indonesia
Bersiap, Beli Sembako Bakal Dikenai Pajak Pertambahan Nilai

"Mestinya PPN sembako jadi pilihan terakhir dari banyak opsi. Misalnya mengutamakan penerimaan PPN dari sektor lain yang selama ini belum masuk," kata Said Abdullah.

DPR Kritisi Penangkapan Jurnalis saat Meliput Aksi Demo UU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Kritisi Penangkapan Jurnalis saat Meliput Aksi Demo UU Cipta Kerja

Kasus dugaan pengamanan terhadap beberapa peserta aksi jurnalis saat demo menolak UU Cipta Kerja menui polemik.

Keterisian Ruang ICU Pasien COVID-19 di Jakarta Capai 47 Persen
Indonesia
Keterisian Ruang ICU Pasien COVID-19 di Jakarta Capai 47 Persen

Ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU untuk perawatan pasien COVID-19 di Jakarta masih mencukupi.

KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi VIII DPR Terkait Suap Bansos
Indonesia
KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi VIII DPR Terkait Suap Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Bagian sekertariat Komisi VIII DPR, Sigit Bawono Prasetyo, Selasa (26/1).