IPW Nilai BW Mainkan Poltik Belah Bambu Puji Novel Saat Penangkapan Nurnadi Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengkritik ucapan Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto yang melebih-lebihkan Novel Baswedan saat menangkap buronan kasus dugaan suap Mahkamah Agung, Nurhadi.

Menurut Neta, ucapan pria yang akrab disapa BW itu seakan mengadu domba internal KPK.

Baca Juga

Berhasil Tangkap Nurhadi, KPK Klaim Terus Buru Harun Masiku

"Seperti mencoba membuat intrik dan politik belah bambu, dengan memuji muji Novel Baswedan dalam penangkapan mantan Sekretaris MA Nurhadi itu," kata Neta kepada MerahPutih.com di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurut Neta, ucapan BW seolah penangkapan itu hasil kerja Novel pribadi.

"Padahal IPW melihat, sejak Nurhadi buron, KPK sudah meminta bantuan Polri, untuk sama sama memburu mantan Sekretaris MA itu," jelas Neta.

Net S POan
Neta S Pane. Foto: MP/Kanu

Berbagai info tentang Nurhadi disampaikan masyarakat ke KPK. Dari pantauan IPW, setiap informasi tentang keberadaan DPO dilacak KPK dengan serius.

Bahkan semua info dikuti KPK dengan cermat. Hingga Senin malam lalu, Nurhadi berhasil ditangkap. Bagi KPK pimpinan Komjen Firli semua info yang masuk selalu diposisian sebagai sesuatu hal yang penting, sehigga dibahas bersama tim.

"Dalam hal ini, tidak ada individu yang dominan, apalagi merasa sok hebat sendiri," jelas Neta.

Baca Juga

Pimpinan KPK Bantah Nurhadi Selama Buron Dijaga Anggota Polri

Neta mengingatkan, saat menangkap Nurhadi, KPK melibatkan satu regu anggota Polri berseragam dan lengkap dengan senjata laras panjang.

Anggota Polri ikut mengawal jalannya penangkapan Nurhadi untuk mengantisipasi situasi. Sebab ada isu yang beredar bahwa selama ini Nurhadi berlindung pada seorang oknum.

"Namun dalam penangkapan malam itu IPW menilai, tim KPK dan Polri bekerja profesional dengan menjunjung tinggi kepastian hukum dan menghormati HAM," sebut Neta.

Sebab itu menjadi sangat aneh, jika mantan pimpinan KPK Bambang Widjajanto tiba tiba memuji muji Novel Baswedan setinggi langit, dalam penangkapan Nurhadi.

"Seolah olah penangkapan itu hasil kerja pribadinya Novel sendiri. Bambang seolah olah mimpi di siang bolong dengan post power syndromenya dan mencoba menciptakan pahlawan kesiangan," jelas Neta.

Mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto sebut Firli Bahuri berbohong soal Kompol Rossa
Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto. Foto: ANTARA

Neta meminta Bambang Widjojanto bekerja profesional dalam mengurusi jabatannya sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi di Pemprov DKI Jakarta, misalnya memantau dugaan korupsi di balik dana bansos atau banyaknya masalah di balik penyaluran Bansos di Jakarta.

"Toh Bambang sudah digaji besar oleh Pemprov DKI Jakarta," tutup Neta.

Bambang Widjojanto memang menyebut Novel Baswedan memimpin penangkapan Nurhadi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung.

"Bravo. Binggo. Siapa Nyana. Novel Baswedan pimpin sendiri operasi dan berhasil membekuk buronan KPK, Nurhadi mantan Sekjen MA di Simprug yang sudah lebih dari 100 hari DPO. Kendati matanya dirampok Penjahat yang dilindungi tapi mata batin, integritas dan keteguhannya tetap memukau. Ini baru keren," kata Bambang Widjojanto lewat akun Twitternya.

KPK menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi bersama menantunya, Rezky Hebriyono, Senin (1/6).

Baca Juga

KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Nurhadi

"Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya RH," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango melalui pesan singkat, Selasa, 2 Juni 2020.

Seorang penegak hukum di KPK mengatakan bahwa Nurhadi dan menantunya ditangkap di sebuah rumah di daerah Simprug, Jakarta. Ia menyebut penangkapan kedua buron KPK itu dilakukan dengan bantuan Polri. "Tim membawa NHD ke kantor KPK malam ini," katanya. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH