INW Nilai Polisi Plin Plan Tangani Kasus Andi Arief Politisi Demokrat Andi Arief usai ditangkap kasus narkoba (Ist)

MerahPutih.com - Indonesian Narcotic Watch (INW) mengkritik kasus hukum yang menjerat eks politisi Demokrat, Andi Arief. Sebab, dugaan perkara narkoba ini hanya jebakan semata justru semakin terlihat.

Ketua INW, Josmar Naibaho mengatakan, jika hasil tes urine Andi negatif, maka ini adalah preseden buruk. Apalagi, sempat diisukan ditangkap bersama perempuan.

"Pertama dibilang ada perempuan lalu gak ada, ini jangan sampai hancur kredibilitas kepolisian. Dia harus nurut dengan UU. Jangan plin plan. Jangan sampai wibawa polisi jatuh," kata Josmar kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (9/3).

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Lebih lanjut Josmar mengungkapkan rasa kecewanya pada pihak polisi yang seolah takut dengan mantan petinggi Partai Demokrat tersebut. "Kami kecewa polisi sangat takut hanya dengan Andi Arief," sesalnya.

Josmar juga mengira, ada kemungkinan perempuan yang belum diketahi identitasnya itu dilindungi, dan masuk skenario pengungkapan narkoba. "Artinya dia menjadi cepu, maka dia wajib dilindungi. Polisi fokus kepada Andi Arief," jelas Josmar.

Andi harus menjalani proses, kata dia, agar Andi tak banyak mengeluarkan pernyataan kontroversial. "Polisi harus mengungkap sejak kapan dia memakai. Kalau sekarang ini seakan ditutupin," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Andi Arief ditangkap di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, sekitar pukul 18.30, Minggu (3/3) kemarin.

Dari kamar hotel, polisi menemukan sejumlah barang bukti terkait pemakaian narkoba. Di kamar itu juga ada seorang perempuan berinisial R alias L.

Sedangkan untuk hasil tes urine, Andi Arief dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Perempuan yang bersama Andi juga dites urine, tapi hasilnya negatif. (Knu)

Baca Juga:



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH