Investor Asing Berburu Surat Utang Negara Ilustrasi Rupiah. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Kementerian Keuangan mencatat tingginya minat investor asing dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana untuk pertama kalinya pada awal tahun 2021. Bahkan realisasi lelang di awal tahun ini, melebihi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya Rp35 triliun.

Pemerintah telah menyerap dana sebesar Rp41 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana untuk awal tahun 2021 dengan penawaran masuk (incoming bids) mencapai Rp97,16 triliun.

"Komposisi investor asing yang berpartisipasi pada lelang hari ini meningkat, yaitu sebesar 11,5 persen dari total bids," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu, Deni Ridwan di Jakarta, Selasa (5/1).

Baca Juga:

Indonesia Keluarkan Surat Utang, Cadangan Devisa Naik

Ia mengatakan partisipasi asing ini naik signifikan apabila dibandingkan dengan komposisi asing pada lelang SUN terakhir di Desember 2020 yang mencapai 5,9 persen. Fokus investor dalam lelang SUN kali ini adalah dua SUN seri benchmark baru dengan tenor 15 dan 30 tahun yaitu FR0088 dan FR089.

"Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 48,9 persen dari total, di mana tenor 15 tahun merupakan seri yang paling diminati, dengan permintaan yang masuk mencapai Rp31,4 triliun," katanya.

Yield tertinggi yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini (cut off rate) tercatat lebih rendah apabila dibandingkan dengan cut off rate pada lelang terakhir tahun 2020. Penurunan terbesar terdapat pada tenor 20 tahun yang mencapai 37 bps.

"Dibandingkan dengan incoming bids pada lelang SUN pertama di tahun sebelumnya, terdapat kenaikan demand sebesar 19,2 persen," katanya.

Penyerapan dana untuk pembiayaan APBN ini dilakukan dengan mempertimbangkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang wajar di pasar sekunder serta kebutuhan pembiayaan pada 2021.

Pembangunan Tempat Wisata. (Foto: Antara).
Pembangunan Tempat Wisata. (Foto: Antara).

Untuk seri SPN03210406, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,98313 persen. Penawaran untuk seri ini mencapai Rp1,25 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 2,95 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,2 persen.

Untuk seri SPN12220106, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,45 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,19090 persen. Penawaran untuk seri ini mencapai Rp4,68 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 3,15 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 4,5 persen.

Untuk seri FR0086, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,06989 persen. Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp13,43 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 5,01 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 5,45 persen.

Untuk seri FR0087, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp8,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,88881 persen. Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp13,4 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 5,8 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,1 persen.

Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp12,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,39845 persen. Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp31,38 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,25 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,65 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp7,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,49983 persen. Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp16,89 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,47 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,75 persen.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp4,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,94984 persen. Penawaran untuk obligasi negara ini mencapai Rp16,11 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 6,85 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,15 persen. (Asp)

Baca Juga:

Defisit Melebar, Utang Indonesia Tambah Bengkak

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Darurat Hari Pertama Kerja, Macet Parah Sampai Gigit Jari Gagal Masuk Jakarta
Indonesia
PPKM Darurat Hari Pertama Kerja, Macet Parah Sampai Gigit Jari Gagal Masuk Jakarta

Pekerja di bidang marketing ini sempat merasakan macet sejauh 1 kilometer.

Bioskop di Sleman Mulai Beroperasi, Ini Syarat Masuknya
Indonesia
Bioskop di Sleman Mulai Beroperasi, Ini Syarat Masuknya

Kategori hijau adalah warga yang tidak sedang positif Corona

Pemerintah Diharap Konsisten Tegakkan Aturan Larangan Mudik
Indonesia
Pemerintah Diharap Konsisten Tegakkan Aturan Larangan Mudik

Masyarakat diminta sadar bahwa mudik bisa menjadi momentum penyebaran virus

Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Kenaikan Harga Kedelai
Indonesia
Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Kenaikan Harga Kedelai

Berdasarkan data FAO, pada Desember 2020 ada kenaikan harga kedelai di pasar global

Kandaskan Kalteng Putra di Grand Final, Persis Solo Juara IFeL Liga 2 2021
Indonesia
Kandaskan Kalteng Putra di Grand Final, Persis Solo Juara IFeL Liga 2 2021

Atas torehan itu, Baim berhak atas hadiah sebesar Rp 20 juta

Potensi Wakaf Uang Sentuh Rp188 T setahun, Jokowi Minta untuk Atasi Kemiskinan
Indonesia
Potensi Wakaf Uang Sentuh Rp188 T setahun, Jokowi Minta untuk Atasi Kemiskinan

Potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000 triliun dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp188 triliun

Kasus Edhy Prabowo, KPK Jadwalkan Periksa Gubernur Bengkulu
Indonesia
Kasus Edhy Prabowo, KPK Jadwalkan Periksa Gubernur Bengkulu

Tim penyidik sedianya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gusril pada Senin (11/1) dan Rohidin pasa Selasa (12/1)

CEO PT Jouska Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU
Indonesia
CEO PT Jouska Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU

Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka serta melakukan pengiriman berkas perkara

Tidak Pakai Materai, Ratusan Pendaftar CPNS di Buleleng Tidak Lolos Administrasi
Indonesia
Tidak Pakai Materai, Ratusan Pendaftar CPNS di Buleleng Tidak Lolos Administrasi

Ada beberapa ketentuan tidak diikuti oleh para pelamar yang dinyatakan TMS, di antaranya surat lamaran tidak diisi meterai. Ada surat lamaran tidak ditandatangani, kartu tanda penduduk (KTP) yang dipindai dan diunggah merupakan hasil fotokopi atau bukan aslinya.

 Kepsek Banten Diinstruksikan Jadi Relawan COVID, Guru Diimbau Jaga Semangat
Indonesia
Kepsek Banten Diinstruksikan Jadi Relawan COVID, Guru Diimbau Jaga Semangat

COVID-19 telah banyak meminta korban termasuk para guru.