Intip Sejarah Nasi Tumpeng yang Selalu Hadir di Perayaan Hari Kemerdekaan Tradisi tumpengan tetap hidup dalam masyarakat Indonesia. (Foto: Pixabay/mufidpwt)

NASI tumpeng identik dengan perayaan-perayaan spesial, salah satunya perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melansir dari penelitian yang dibuat oleh M. Zein Ed-dally berjudul Makanan Tumpeng Dalam Tradisi Bancakan: Studi Gastronomi Pada Masyarakat Jawa Islam, hidangan ini bukan sekedar makanan lezat, tapi memiliki makna spesial.

Baca Juga:

4 Fakta yang Bikin HUT RI Selalu Menarik

nasi
Nasi tumpeng seharusnya dikeruk bukan dipotong. (Foto: Indonesia gastronomy association)

Ed-dally menulis, menurut buku karya Murdijati Gardjito dan Lilly T. Erwin, Serba-serbi Tumpeng: Tumpeng dalam Kehidupan, masyarakat Jawa, istilah tumpeng, secara etimologis, merupakan singkatan dalam bahasa Jawa. Kata itu merupakan kepanjangan dari tumapaking panguripan-tumindak lempeng-tumuju Pengeran, yang artinya tertatanya hidup-berjalan lurus-kepada Tuhan.

Dalam buku Islam dan Spiritualitas Jawa yang ditulis oleh Samidi Khalim, tumpeng itu dapat dikatakan sebagai makanan yang memiliki umur paling tua. Terhitung sejak sebelum masuknya agama ke bumi Nusantara, khususnya Jawa dan sekitarnya (Madura dan Bali), tumpeng telah ada dan lestari hingga hari ini.

Tumpeng merupakan makanan yang ada sejak masyarakat Jawa masih memeluk kepercayaan Kapitayan, yang disajikan dan dipersembahkan sebagai sarana untuk menyembah “Tuhan”. Tuhan yang diyakini sebagai sesuatu yang tidak terjelaskan dan tidak terjangkau oleh pancaindera, atau yang lebih dikenal sebagai Sang Hyang Tunggal.

Sebelum memasak tumpeng, masyarakat Jawa yang memeluk kepercayaan Kapitayan akan menyebutkan mantra atau doa yang wajib dipanjatkan sebelum memasak tumpeng. Doa itu berbunyi, “Ni Towok, kulo niat adang Tumpeng”, yang artinya adalah “Ni Towok, saya berniat untuk memasak Tumpeng”.

Bentuk nasi tumpeng yang ada sekarang terpengaruh oleh berkembangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia. Menurt Ed-daily, bentuk ini memiliki arti puncak Gunung Mahameru, merupakan tempat bersemayamnya dewa-dewi dan arwah para leluhur. Meski bentuk tumpeng mengalami perubahan, tetapi tidak dengan kegunaannya sebagai makanan sesaji.

Setelah masuk agama Islam di Indonesia, kebudayaan yang sebelumnya kental dengan ajaran kepercayaan Kapitayan dan Hindu-Buddha menjadi kebudayaan yang sudah terinternalisasi nilai-nilai ajaran Islam. Ini membuat tumpeng juga mengalami pergeseran nilai.

Baca Juga:

Ciri Khas Madura dalam Sepiring Nasi Serpang

nasi
Merupakan perlambang berdoa pada Tuhan. (Foto: aocfi.org)

Salah satunya bentuk kerucut pada tumpeng sebagai ilustrasi hubungan manusia kepada Tuhan, kepada sesama manusia, dan kepada alam. Tumpeng pun berkembang hingga saat ini sebagai makanan yang identik dengan kebudayaan masyarakat Jawa Islam, dan dalam penyajiannya pun menyesuaikan ajaran-ajaran dalam agama Islam.

Selain bentuk tumpeng, tergantung dengan jenis dan tujuan membuat tumpeng, bahan-bahan dalam hidangan ini juga memiliki arti. Seperti Tumpeng Kendhit yang dinukil dari buku Serba-serbi Tumpeng: Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa tulisan Murdijati Gardjito dan Lilly T. Erwin, tumpeng ini dibuat dari nasi diwarnai kuning menggunakan sari kunyit. Kemudian lauk-pauk yang terdiri dari sambal goreng daging giling, capcai, acar, semur daging, terik daging, telur ceplok, perkedel, kerupuk udang, dan rempeyek kacang.

Tumpeng ini dilambangkan sebagai persembahan dengan hajat agar terlindungi dari segala macam gangguan dan kesulitan hidup yang digambarkan dengan lilitan warna kuning. Kemudian untuk memohon keselamatan dan penolakan atas gangguan dan kesulitan yang digambarkan dengan ragam macam lauk-pauk.

Sayangnya, sedikit yang menyadari betapa kayanya sejarah nasi tumpeng ini sehingga terdapat banyak kesalahkaprahan. Presiden Indonesia Gastronomy Association (IGA), Ria Musiawan mengatakan, bahwa kini masih sering terjadi salah kaprah mengenai tumpeng. Terutama pada cara pemotongan puncak tumpeng. Seharusnya tumpeng tidak dipotong, akan tetapi dikeruk. Sebab tumpeng, secara filosofis, merupakan lambang gunungan yang bersifat awal dan akhir. Tumpeng juga mencerminkan manifestasi simbol sifat alam dan manusia yang berawal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Memotong tumpeng dapat diartikan memotong hubungan tersebut.

Sayangnya kemudian pelestarian tumpeng tidak beriringan dengan pemahaman pada nilai dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Dalam studi sejarah, sangat sedikit ditemukan riset-riset yang secara khusus mengamati diskursus adiboga. (lev)

Baca Juga:

Menjajal Uniknya Cita Rasa Mie Ongklok di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TikTok Hadirkan Film Format Vertikal Pertama
Fun
TikTok Hadirkan Film Format Vertikal Pertama

TikTok menghadirkan film dengan format vertikal

Kompaknya Jurnalis Indonesia Bantu Rekan Terimbas COVID-19
Fun
Kompaknya Jurnalis Indonesia Bantu Rekan Terimbas COVID-19

Jurnalis Indonesia tetap semangat memberikan bantuan walau di masa sulit.

Pilih Berkarir Jadi Artis, Putri Pendiri Huawei Tuai Kritik Pedas Warganet
ShowBiz
Pilih Berkarir Jadi Artis, Putri Pendiri Huawei Tuai Kritik Pedas Warganet

Annabel Yao putri dari pendiri Huawei, menuai kritik pedas dari warganet usai keputusannya untuk berkarir sebagai seorang artis

Ukuran Cokelat di Jepang Menyusut, Ini Penyebabnya
Fun
Ukuran Cokelat di Jepang Menyusut, Ini Penyebabnya

Brand cokelat di Jepang berkurang ukurannya.

Raya and the Last Dragon Menjadi Film Disney Pertama yang Dibuat di Rumah
ShowBiz
Raya and the Last Dragon Menjadi Film Disney Pertama yang Dibuat di Rumah

Karena pandemi COVID-19, dikabarkan seluruh produksi film animasi Disney Raya and the Last Dragon akan dikerjakan dari rumah

Tema Berdasarkan Wallpaper Tersedia di Android 12 Beta 2
Fun
Tema Berdasarkan Wallpaper Tersedia di Android 12 Beta 2

Cara kerjanya adalah sistem Android akan mendeteksi warna dominan di wallpaper ponsel

Apa yang Kau Cari Rossi?
Fun
Apa yang Kau Cari Rossi?

Akankah Rossi terhenti di musim balapan 2021

Geser Apple dan Huawei, Samsung Pimpin Pasar Smartphone Global
Fun
Geser Apple dan Huawei, Samsung Pimpin Pasar Smartphone Global

Geser Apple dan Huawei, Samsung Pimpin Pasar Smartphone Global

Cara Tepat Atasi Luka Akut
Fun
Cara Tepat Atasi Luka Akut

Luka akut bisa terjadi di mana saja, atasi dengan cara tepat.

NOAH akan Gelar Konser Art Visual Pertama di Indonesia
ShowBiz
NOAH akan Gelar Konser Art Visual Pertama di Indonesia

Grup Band NOAH untuk pertama kalinya menggelar konser visual art bertajuk Noah Eightniversary: Perjalanana Tak Putus