Intelektual Muda NU Desak Usut Orator Teriak "Jatuhkan Jokowi" di Demo 212 Massa Aksi 212. (Foto: MP/Kanu)

MerahPutih.com - Intelektual muda NU Guntur Romlu mendesak seorang orator yang berteriak "jatuhkan Jokowi" dalam orasinya pada aksi 212, Jumat (21/2), harus diperiksa.

Menutur Guntur, demo adalah bagian dari demokrasi. "Tapi, hasutan menjatuhkan presiden yang sah dan dipilih rakyat merupakan tindakan inkonstitusional dan makar, polisi harus periksa panitia dan Ketua 212," kata Guntur Romli kepada merahputih.com di Jakarta, Sabtu (22/2).

Baca Juga:

Sejumlah Anak Kepergok Ikut Aksi 212 Sambil Merokok, Kapolri Diminta Turun Tangan

Menurut Guntur Romli, demo 212 diberi izin karena agendanya soal anti korupsi. Agenda ini bisa didukung secara luas, tapi makar menjatuhkan presiden yang sah merupakan pembajakan bagi demokrasi dan prinsip kebebasan.

Massa Aksi 212. Foto: MP/Kanu
Massa Aksi 212. Foto: MP/Kanu

"Izin demo 212 itu katanya agendanya antikorupsi, kita dukung, karena kasus-kasus korupsi seperti Jiwasraya dan lain-lain ditangani serius atas perintah Presiden Jokowi, tapi ternyata ada pembajakan terhadap demokrasi dan prinsip kebebasan dengan menghasut ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah, ini tidak bisa dibiarkan," lanjut laki-laki yang dikenal sebagai "anak ideologis" Gus Dur ini.

Baca Juga:

Demo Kasus Korupsi, PA 212 Dianggap Cari Perhatian

Selain itu, Guntur Romli juga mengecam pelibatan anak-anak dalam Demo 212 yang menurut temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tidak makan dari pagi dan merokok.

"Kita juga mengecam panitia dan ketua 212 yang melibatkan anak-anak dalam demo itu, yang kata KPAI, tidak makan dari pagi dan merokok. Ini bahaya bagi masa depan penerus bangsa ini." pungkas Guntur Romli. (Knu)

Baca Juga:

Harun Masiku Masih Buron, Massa 212: Apakah Ada yang Lindungi?

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ribuan TNI/Polri Turun Tangan Redam Demo Ojol di DPR
Indonesia
Ribuan TNI/Polri Turun Tangan Redam Demo Ojol di DPR

"Pengamanan sekitar 900an dan sebagian dari TNI. Mereka ditempatkan di seputaran gedung DPR/MPR ya," jelas Wiraga

[HOAKS Atau FAKTA]: Demo 6 Oktober di Gedung DPR/MPR Ricuh
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Demo 6 Oktober di Gedung DPR/MPR Ricuh

Kondisi di depan Gedung DPR/MPR juga normal karena tak ada yang melakukan aksi. Polisi sudah melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah adanya aksi massa.

BPK Ungkap Nilai Fantastis Kerugian Dugaan Korupsi Asabri
Indonesia
BPK Ungkap Nilai Fantastis Kerugian Dugaan Korupsi Asabri

BPK akan berkoordinasi lebih lanjut dengan penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan KPK

Revisi RPJMD, Ketua Komisi A DPRD DKI Minta Anies tak Masukan Event Formula E
Indonesia
Revisi RPJMD, Ketua Komisi A DPRD DKI Minta Anies tak Masukan Event Formula E

Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta sendiri memang menurun tajam akibat pandemi corona.

Anies Izinkan Reklamasi Ancol, DPRD DKI: Bisa Tingkatkan PAD Jakarta
Indonesia
Anies Izinkan Reklamasi Ancol, DPRD DKI: Bisa Tingkatkan PAD Jakarta

Sebab, reklamasi itu akan menguntungan Pemda DKI dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pindah Parpol jika Tidak Dapat Rekomendasi, Purnomo: Saya Belum Memikirkannya
Indonesia
Pindah Parpol jika Tidak Dapat Rekomendasi, Purnomo: Saya Belum Memikirkannya

Bakal cawali dari PDIP Solo Achmad Purnomo mengaku semakin pasrah apa pun hasil keputuaan DPP PDIP.

Relawan Jokowi Bersatu Laporkan Najwa Shihab, Polisi Arahkan ke Dewan Pers
Indonesia
Relawan Jokowi Bersatu Laporkan Najwa Shihab, Polisi Arahkan ke Dewan Pers

Aksi Najwa dinilai membuat pandangan buruk kepada pemerintah saat ini. Atas dasar itulah dirinya melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya.

FH UGM Nilai Pembubaran Rencana Diskusi Soal Pemberhentian Presiden Bentuk Teror untuk Dunia Pendidikan
Indonesia
FH UGM Nilai Pembubaran Rencana Diskusi Soal Pemberhentian Presiden Bentuk Teror untuk Dunia Pendidikan

Diskusi berjudul "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan" berujung pembatalan.

 Ganjar dan Aria Bima Bacakan Puisi Karya Bung Karno di Penutupan Rakernas PDIP
Indonesia
Ganjar dan Aria Bima Bacakan Puisi Karya Bung Karno di Penutupan Rakernas PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama ribuan kader partai berlogo banteng moncong putih begitu menikmati malam kebudayaan itu.

Komjak Bakal Panggil Kajari Jaksel Imbas Jamu 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Komjak Bakal Panggil Kajari Jaksel Imbas Jamu 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Hal ini lantaran prinsip semua orang sama di hadapan hukum