Integrasi PT KAI dan MRT Jakarta Bisa Tekan Penggunaan Kendaraan Pribadi Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah (Foto: fh.usakti.ac.id)

MerahPutih.Com - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengapresiasi bentuk kerjasama antara PT KAI dan MRT Jakarta dalam hal integrasi angkutan umum.

"Ini langkah awal integrasi angkutan umum. Selama ini kan belum terintegrasinya angkutan umum menjadi kendala masyarakat menengah ke atas memanfaatkan transportasi umum jadi lebih banyak menggunakan mobil pribadi," kata Trubus kepada wartawan, Senin (9/12).

Baca Juga:

Pemprov DKI-PT KAI Sepakat Perkuat Kerjasama

Selama ini, kata Trubus, kendala warga naik angkutan umun yakni pada akses integrasi. Oleh karena itu, ia berharap pihak MRT Jakarta, Pemprov DKI dan PT KAI segera memproses kerjasama tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat penandatanganan kerjasama antara PT KAI dan MRT Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai peletakan batu pertama IPAL krukut, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

"Jadi kerjasama ini merupakan langkah maju dalam pembenahan. Ini entry point untuk membenahi transportasi umum secara bertahap," tambahnya.

Trubus mengingatkan, harusnya Pemprov DKI juga segera mewujudkan program Jalan Berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP).

"Harusnya untuk mengurangi kemacetan dengan mewujudkan ERP. Tapi molor lagi karena ganjil-genap ini hanya sementara Sebenarnya bukan permanen harusnya ini menjadi permanen artinya apa yang dilakukan Perjanjian ini dalam rangka mengurangi kemacetan sekaligus sebenarnya memberikan jalan keluar bagi orang kelas menengah ke atas untuk menggunakan transportasi umum," urainya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta sepakat membentuk sebuah perusahaan baru (new co) dengan patungan atau joint venture. Tujuannya untuk mengintegrasikan transportasi di Jabodetabek.

Pembentukannya ditandai dengan penandatanganan perjanjian awal atau Head of Agreement (HoA) antara dua perusahaan itu.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo (dua kanan) (Setkab)

Penandatanganan dilakukan oleh Dirut Edi Sukmoro dan Dirut MRT Jakarta William Sabandar dan disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Waki Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

Baca Juga:

MRT Jakarta Alami Masalah, Ini Hasil Evaluasi PT MRT

Anies mengatakan perusahaan baru itu akan mengurus stasiun di Jakarta. Status kepemilikannya juga dibagi antara MRT dengan KAI.

"MRT dan PT KAI akan membentuk perusahaan joint venture yang ownership-nya 51% di MRT dan 49% di KAI yang nantinya akan mengatur stasiun-stasiun di kawasan Jakarta," pungkas Anies.(Knu)

Baca Juga:

Kementerian BUMN Tegaskan Operasional Garuda Tak Terganggu Pergantian Direksi



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH