Integrasi Digitalisasi Informasi Satu Data Vaksin COVID-19, Kemenkes Gandeng 2 BUMN Menteri BUMN Erick Thohir (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan usia 18-59 tahun untuk program vaksinasi COVID-19 tahap pertama.

Untuk mengintegrasikan sistem informasi satu data vaksinasi COVID-19, Kemenkes menggandeng dua BUMN, Telkom dan Bio Farma sebagai penanggung jawab hingga pendistribusian vaksin sampai ke masyarakat.

"“Di dalam masing-masing program ini baik vaksin bantuan pemerintah atau mandiri, ada proses distribusi, ada proses pendaftaran serta vaksinasi, ada proses layanan vaksinasinya dan tentu ada proses penggabungan data," kata Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero), Soleh Ayubi di Jakarta, Selasa (1/12)

Seluruh data saat ini sedang dalam tahap pencocokan dan pengintergrasian antar kementerian dan lembaga terkait.

“Kita sedang mengintegrasikan data dari berbagai sumber, termasuk di dalamnya, kementerian atau lembaga, operator telco untuk validitas calon penerima vaksin," ungkap Direktur Digital Bisnis PT. Telekomunikasi Indonesia, Fajrin Rasyid

Ilustrasi Vaksin. (Foto: Antara).
Ilustrasi Vaksin. (Foto: Antara).

Bekas bos Bukalapak ini yakin dengan sistem yang tengah dibangun ini dan akan lebih mempermudah dan mempercepat proses vaksinasi

“Nanti ketika vaksin sudah ada, kita akan memonitor produksi, bagaimana pengirimannya, jumlahnya dan di-matching-kan dengan kebutuhan vaksin tadi,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sistem vaksinasi ini akan langsung dapat memberikan data berdasarkan prioritas atau sasaran yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

Sistem ini kemudian akan digunakan untuk program vaksinasi bantuan pemerintah, maupun jalur mandiri.

"Sehingga orang yang terdaftar di satu sistem, tidak terdaftar di sistem lainnya,” sambungnya.

Sebagai pihak produsen dan distributor vaksin COVID-19, Bio Farma memastikan keamanan hingga ketersediaan vaksin yang akan dipantau secara digital.

Sistem ini akan melabeli botol hingga tempat penyimpanan vaksin dengan barcode - menjadi model pertama di Asia Tenggara.

“Ada informasi detail mengenai ID-nya, kapan akan expired, batch number-nya berapa, serial number-nya berapa, dan seterusnya ada. Ini adalah mungkin yang pertama kali di Asia Tenggara,” terang Soleh Ayubi.

Tak hanya pada wadah penyimpanan, sistem digitalisasi ini juga akan memantau hingga pendistribusian vaksin. Masing cold room, chiller, truk dan motor ini akan dipasang sensor lokasi, sensor suhu dan untuk yang truk akan dipasang sensor perilaku

"Kita akan tahu pasti, misalkan ada 83 truk, kita tahu masing-masing posisinya ada di mana, berdasarkan barcode tadi akan tahu di dalam truk isinya berapa, sedang di mana, menuju ke mana, kita akan tahu secara real time,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Soleh, masyarakat yang akan melakukan vaksinasi massal COVID-19 secara mandiri akan dibagi menjadi tiga cara pendaftaran. Pertama melalui aplikasi, kedua melalui website dan ketiga dengan proses manual langsung di lokasi tempat pemberian vaksin.

Mengingat jumlah vaksin COVID-19 yang terbatas, Soleh memastikan telah mengantisipasi aksi nakal lembaga atau rumah sakit tertentu yang berniat menimbun vaksin.

"Seperti yang saya sampaikan tadi vaksin ini sangat terbatas. Jadi tidak bisa misalkan satu klinik bilang saya request 100 juta dosis tanpa demand yang real. Ini juga dengan feature seperti ini tentu bisa meminimalkan penimbunan,” pungkas dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Periksa Pejabat Bappenas, KPK Dalami Rapat Pemegang Saham PT Dirgantara Indonesia
Indonesia
Periksa Pejabat Bappenas, KPK Dalami Rapat Pemegang Saham PT Dirgantara Indonesia

"Penyidik mengkonfirmasi kepada kedua saksi tersebut terkait dengan RUPS Penentuan Mitra Penjualan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri

Motif dan Pelaku Penusukan Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar Masih Gelap
Indonesia
Motif dan Pelaku Penusukan Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar Masih Gelap

“Soal motif saya belum tahu masih diselidiki,” pungkasnya.

Mengamankan Batik Indonesia Dengan Regulasi dan Inovasi
Indonesia
Mengamankan Batik Indonesia Dengan Regulasi dan Inovasi

Pemerintah mencanangkan Labelisasi Batikmark dengan Batik INDONESIA. Labelisasi ini, diyakini bakal melestarikan dan melindungi batik Indonesia secara hukum .

 Belum Ada Upaya Luar Biasa Pemerintah Lindungi Kaum Pekerja Dari Ancaman Corona
Indonesia
Belum Ada Upaya Luar Biasa Pemerintah Lindungi Kaum Pekerja Dari Ancaman Corona

"Upaya yang dilakukan saat ini lebih kepada masyarakat agar menghindari keramaian, misalnya di dalam transportasi publik,” kata Said Iqbal

Kepala BNPT Datangi Puluhan Eks Teroris di Yayasan yang Diinisiasi Mantan Kombatan Ali Fauzi
Indonesia
Kepala BNPT Datangi Puluhan Eks Teroris di Yayasan yang Diinisiasi Mantan Kombatan Ali Fauzi

YLP hingga hari ini berhasil menarik puluhan mantan narapidana terorisme kembali ke NKRI

Kemenhub Guyur Rp500 Miliar untuk Diskon Pesawat
Indonesia
Kemenhub Guyur Rp500 Miliar untuk Diskon Pesawat

Diskon diberikan terhadap penerbangan asal dan menuju 10 destinasi

Politik Uang dan Ujaran Kebencian Diprediksi Marak Saat Minggu Tenang Pilkada
Indonesia
Politik Uang dan Ujaran Kebencian Diprediksi Marak Saat Minggu Tenang Pilkada

Pelanggaran selama masa tenang terjadi tren peningkatan

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lindungi WNI di Tiongkok
Indonesia
Muhammadiyah Minta Pemerintah Lindungi WNI di Tiongkok

"Sekarang kota Wuhan diisolasi, tidak boleh ada warga yang keluar atau masuk ke kota tersebut," ujarnya

Polri dan TNI Semprot Disinfektan ke Jalanan Kosong Jakarta
Indonesia
Polri dan TNI Semprot Disinfektan ke Jalanan Kosong Jakarta

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan penyemprotan disinfektan ini difokuskan di jalan raya dan pemukiman warga.

 Terdampak Corona, Sektor Wisata di Yogyakarta Kehilangan Pemasukan Ratusan Miliar
Indonesia
Terdampak Corona, Sektor Wisata di Yogyakarta Kehilangan Pemasukan Ratusan Miliar

"Kami hitung-hitung estimasi kehilangan peredaran uang dari sektor pariwisata hingga Mei 2020 sekitar 100 miiar. Tapi kalau sampai Desember bisa lebih dari Rp500 miliar," jelas Hary