Instrumen Pajak Karbon Terus Disempurnakan di Tengah Risiko Global Batu Bara. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah terus menguatkan upaya penanggulangan perubahan iklim dalam rangka melaksanakan komitmen jangka pendek, menengah, dan panjang.

Untuk jangka menengah, pemerintah telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam kerangka komitmen yang telah ditetapkan (Nationally Determined Contributions-NDC) sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.

Dalam jangka panjang, di tahun 2021, pemerintah telah menetapkan Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim (Long-Term Strategy For Low Carbon Climate Resilience/LTS-LCCR) di tahun 2050 dan target Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Baca Juga:

Penerapan Pajak Karbon Ditunda

"Pemerintah memiliki target mitigasi perubahan iklim yang jelas dalam jangka pendek hingga panjang. Untuk mencapai berbagai komitmen tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya yang dibutuhkan termasuk melalui bauran kebijakan (policy mix). Upaya ini juga terus diakselerasi untuk dapat mencapai target penanggulangan perubahan iklim lebih cepat," jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Sabtu (25/6).

Dari sisi pendanaan, diggunakan skema belanja pemerintah (APBN/APBD) maupun sumber-sumber pendanaan lainnya. Untuk lebih mendorong penguatan kapasitas pendanaan terkait iklim, pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di mana pungutan atas karbon termasuk di dalamnya.

Pemerintah bersama DPR juga menerbitkan UU No 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang di dalamnya termasuk mengatur mengenai kebijakan Pajak Karbon. Namun demikian, perekonomian nasional tengah menghadapi risiko global yang membayangi pemulihan.

"Saat ini, fokus utama pemerintah adalah menjaga perekonomian nasional dari rambatan risiko global yang salah satunya adalah peningkatan harga komoditas energi dan pangan global seiring terjadinya perang di Ukraina yang menyebabkan peningkatan inflasi domestik,” jelas Febrio.

Baca Juga:

Pemerintah Pastikan Pajak Karbon Berlaku Juli 2022

Dengan perkembangan tersebut, pemerintah memprioritaskan fungsi APBN untuk memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga energi dan pangan di dalam negeri, termasuk memberikan subsidi dan berbagai bentuk perlindungan sosial untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan dari dampak kenaikan harga.

"APBN sebagai peredam guncangan menjadi instrumen sentral dalam menjaga dan melindungi perekonomian dan rakyat dari dampak kenaikan harga pangan dan energi global," paparnya.

Pemerintah tetap berupaya mematangkan peraturan pendukung pemberlakuan Pajak Karbon. Hal ini dilakukan bersama dengan seluruh kementerian/lembaga terkait termasuk Kemenkeu.

Proses penyempurnaan peraturan pendukung tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh aspek terkait, termasuk pengembangan pasar karbon, pencapaian target NDC, kesiapan sektor, dan kondisi ekonomi.

Proses pematangan skema pasar karbon termasuk peraturan teknisnya, yang sistemnya akan didukung oleh Pajak Karbon, masih membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk menunda pemberlakuan Pajak Karbon yang awalnya direncanakan pada Juli 2022 ini.

Pajak Karbon tetap akan dikenakan pertama kali pada badan yang bergerak di bidang PLTU batubara dengan mekanisme pajak yang mendasarkan pada batas emisi pada tahun 2022 sesuai amanat UU HPP.

"Pajak Karbon diharapkan dapat mengubah perilaku para pelaku ekonomi untuk beralih kepada aktivitas ekonomi hijau yang rendah karbon," ungkapnya. (Asp)

Baca Juga:

Gaharnya Lamborghini Huracan STO Berkelir Karbon Garapan Novitec

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Akui Ada Kenaikan Kasus COVID-19
Indonesia
Jokowi Akui Ada Kenaikan Kasus COVID-19

Jokowi juga ingatkan kepala daerah agar memperkuat tracing (pelacakan) dan testing (pengujian)

DKI Jadi Provinsi Paling Demokratis 4 Tahun Berturut-turut
Indonesia
DKI Jadi Provinsi Paling Demokratis 4 Tahun Berturut-turut

Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat satu nilai indeks demokrasi sebesar 89,21 secara nasional.

Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras di Awal Bulan 2022 Stabil
Indonesia
Bulog Pastikan Stok dan Harga Beras di Awal Bulan 2022 Stabil

Masyarakat tak perlu khawatir kekurangan stok beras. Sebab, Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan pasokan dan harga beras di awal tahun 2022 stabil.

RSDC Wisma Atlet Rawat 4.814 pasien COVID-19
Indonesia
RSDC Wisma Atlet Rawat 4.814 pasien COVID-19

Jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga Selasa (1/2) mencapai 4.814 orang.

Mabes Polri Cari Dalang Pencurian Database KPAI
Indonesia
Mabes Polri Cari Dalang Pencurian Database KPAI

Penyidik saat ini masih melakukan verifikasi dan pendalaman

Ekspresi Kesedihan Gubernur Kaltara saat Lihat Langsung Bangkai Mobil Tewaskan Anaknya
Indonesia
Ekspresi Kesedihan Gubernur Kaltara saat Lihat Langsung Bangkai Mobil Tewaskan Anaknya

Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Faliwang tak bisa lagi menutupi kesedihannya saat mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (10/2).

Sandi Ajak Investor Australia Tanamkan Modal di Lima Destinasi Super Prioritas
Indonesia
Sandi Ajak Investor Australia Tanamkan Modal di Lima Destinasi Super Prioritas

Lima destinasi super prioritas yakni Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Likupang di Sulawesi Utara.

Wapres Datangi Palu Pantau Progres Pemulihan Pascabencana Tsunami
Indonesia
Wapres Datangi Palu Pantau Progres Pemulihan Pascabencana Tsunami

Di hari kedua, Jumat (7/1), Wapres diagendakan memimpin rapat sosialisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) dan pemberdayaan UMKM di Kantor Gubernur Sulteng.

Pospol Pejompongan Dirusak Massa Tak Dikenal Setelah Demo Mahasiswa di DPR
Indonesia
Pospol Pejompongan Dirusak Massa Tak Dikenal Setelah Demo Mahasiswa di DPR

Pos polisi yang berlokasi di Pejompongan, Jakarta Pusat, dibakar oleh massa tak dikenal, Senin (11/4) sore.

Penonton MotoGP Mandalika Dibatasi 60 Ribu, Tak Wajib Antigen
Indonesia
Penonton MotoGP Mandalika Dibatasi 60 Ribu, Tak Wajib Antigen

Dalam Inmendagri itu termuat aturan jumlan penonton hingga penghapusan syarat tes rapid antigen.