Instagram Menyembunyikan Jumlah Like dan View, Apa Alasan dan Dampaknya? pakah niat Instagram dibalik fitur terbarunya (Foto: Engadget)

INSTAGRAM, platform media sosial dalam bentuk foto dan video yang paling populer di dunia dan hampir digemari oleh segala kalangan mencoba satu fitur baru yang akan berdampak besar bagi para penggunanya. Dilansir dari time.com, notification atau pemberitahuan dari ponsel pintar seperti pemberitahuan like dari Instagram bisa mengalirkan dopamin ke otak.

Fenomena inilah yang membuat media sosial menjadi adiktif dan mampu mempengaruhi kesehatan mental para remaja. Tidak heran, penelitian yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health pada tahun 2017 di Inggris menyimpulkan Instagram sebagai platform yang paling merusak kesehatan mental kaum muda.

Baca juga:

Instagram Uji Prosedur Baru untuk Mengakses Akun yang Diretas

Menyikapi kenyataan tersebut, kali ini Instagram mencoba untuk menyembunyikan jumlah like dan view dari postingan para penggunanya. Apa tujuannya?

1. Telah diberlakukan di tujuh negara

Instagram Menyembunyikan Jumlah Like dan View, Apa Alasan dan Dampaknya?
Apakah kamu setuju dengan disembunyikannya jumlah like dan view di postingan Instagram? (Foto: Dezeen)

Mulai diberlakukan di Kanada pada bulan Mei lalu, platform media sosial milik Facebook ini memperluas eksperimen penyembunyian jumlah like dan view ke enam negara lainnya. Negara-negara tersebut antara lain adalah Australia, Brazil, Irlandia, Italia, Jepang, dan Selandia Baru.

Meskipun tidak bisa menyaksikan jumlah like dan view dari post milik orang lain, namun para pengguna tetap bisa melihat siapa saja yang menyukai foto atau video yang mereka unggah di Instagram.

2. Apa alasannya?

Instagram Menyembunyikan Jumlah Like dan View, Apa Alasan dan Dampaknya?
Apa alasan dibalik fitur baru ini? (Foto: TechCrunch)

Pada akhir April 2019 lalu, Adam Mosseri, head of Instagram mengatakan alasan dari fitur percobaan baru yang cukup menghebohkan ini pada acara rutin Facebook yang dihadiri oleh para pengembang di seluruh dunia. "Kami tidak ingin Instagram terasa seperti kompetisi," ungkap Mosseri.

Dia juga mengatakan bahwa pihak Instagram menginginkan bahwa para pengguna untuk tidak begitu mengkhawatirkan tentang seberapa banyak jumlah like yang mereka dapatkan di Instagram, dan lebih menghabiskan waktu mereka untuk terkoneksi dengan orang-orang yang mereka pedulikan.

Baca juga:

Trik Sukses Bisnis Tanpa Modal di Instagram

Selain berniat untuk menciptakan lingkungan yang tidak menekan, pihak Instagram juga bermaksud agar para pengguna lebih fokus terhadap konten yang diunggah ketimbang tingkat kepopuleran unggahan mereka.

Menurut kamu, apakah metode ini bisa membuat platform Instagram lebih tidak kompetitif, tidak menimbulkan tekanan, serta mengurangi rasa anxious dan insecure yang sering dialami oleh generasi X dan generasi Z?

3. Menjadi tantangan baru bagi para influencer

Instagram Menyembunyikan Jumlah Like dan View, Apa Alasan dan Dampaknya?
Apakah ini akan menjadi kabar buruk bagi para influencer? (Foto: Insider)

Meskipun terdengar menyenangkan dan berdampak positif, namun fitur ini nampaknya akan mengubah aturan permainan bagi para influencer di Instagram yang sangat bergantung akan jumlah like dan view dari unggahan mereka sebagai patokan popularitas.

Diperkirakan bahwa fitur ini berpotensi untuk menggerakan para influencer untuk bisa menciptakan konten yang lebih berkualitas dan juga menarik.

Baca juga:

Seperti Apa Sebenarnya Hidup dan Pekerjaan Seorang 'Influencer' Media Sosial?

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jika fitur ini diberlakukan secara permanen, maka influencer sudah tidak bisa lagi bergantung dari jumlah like dan view yang mana biasanya digunakan sebagai bahan pertimbangan para brand untuk bekerjasama dengan mereka.

4. Apakah ini strategi agar orang lebih sering mengggunakan platform Instagram?

Instagram Menyembunyikan Jumlah Like dan View, Apa Alasan dan Dampaknya?
Apakah ini salah satu strategi Instagram untuk meningkatkan minat pengguna? (Foto: Wired)

Meskipun terlihat sebagai fitur yang berfungsi untuk mengurangi kecemasan dan tekanan dari jumlah like yang disembunyikan, namun beberapa ahli mengemukakan bahwa ini merupakan strategi Instagram agar para penggunanya lebih menghabiskan banyak waktu dengan platformnya ini.

CEO dan founder dari Social Native, David Shadpour mengatakan ini merupakan strategi Facebook dan Instagram agar para pengguna beralih ke fitur stories karena mereka percaya bentuk video pendek lebih memiliki prospek dan lebih berrmakna ketimbang hanya gambar saja.

Dengan hilangnya nilai jumlah like dari suatu unggahan sebagai indikator kesuksesan, maka para pengguna akan lebih bisa mengandalkan kreativitas mereka dan fokus terhadap konten mereka, yang mana diharapkan akan dibuat dalam bentuk video. Dengan video, maka waktu yang dihabiskan di platform akan lebih banyak digunakan dan Instagram akan semakin meraih keuntungan.

Baca juga:

Checkout, Fitur Baru Instagram untuk Mempermudah Belanja 'Online'

Beberapa pengguna mungkin merasa enggan untuk mengunggah sesuatu dengan kehadiran jumlah like ini, sehingga fitur ini diharapkan para pengguna bisa mengunggah lebih banyak konten.

Oliver Yonchev, seorang direktur di perusahaan media sosial The Social Chain mengatakan bahwa salah satu alasan orang tidak ingin mengunggah adalah karena takut dihakimi lewat jumlah like yang mereka dapatkan, sehingga jika itu dihapus, maka mereka tidak akan mengalami tekanan dari unggahan-unggahan mereka.

Makin banyak waktu yang dihabiskan di platform tersebut, maka akan meningkatkan kemungkinan para brand untuk memasang iklan di platform Instagram untuk menarik perhatian konsumen. (shn)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH