Insomnia? Yuk Intip Lima Tipe Kepribadian yang Menyebabkan Insomnia Ada lima karakteristik insomnia. (Foto: Pixabay/AndreaPalmieri)

GANGGUAN Insomnia banyak dialami oleh masyarakat saat ini, banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dapat menderita insomnia. Berdasarkan penelitian dari Tessa Blanken seorang peneliti dari Institute of Neuroscience Belanda beserta timnya, ia mempelajari ciri-ciri kepribadian dan sejarah hidup terhadap 2.224 peserta studi yang didiagnosis dengan kemungkinan gangguan insomnia antara tahun 2010 dan 2016. Ia menemukan insomnia dalam lima tipe kepribadian yang dikutip dari Health.com.


1. Highly Distressed

tidur
Karakter ini adalah orang-orang yang mudah depresi. (Foto: irishtimes)

Biasanya orang yang masuk dalam golongan ini sangat aktif dan cemas sebelum tidur dan rentan terhadap depresi.


2. Moderately Distressed, reward sensitive

tidur
tipe ini adalah mereka tergolong sedang stres. (Foto: sidetrend)

Mirip dengan tipe yang pertama yang dimana pikiran mereka mulai terpacu saat sebelum tidur. Mereka cenderung lebih mudah menerima emosi bahagia atau menyenangkan. Kebanyakan insomnia pada tipe ini adalah mereka tergolong sedang stres atau yang biasa disebut insomia psikofisiologis.


3. Moderately distressed, reward insensitive

tidur
Biasanya karakter ini adalah orang yang pesimis. (Foto: Pexels/Felipe Cardoso)

Seseorang yang masuk dalam tipe ini adalah seseorang yang sangat tidak bahagia dan umumnya seseorang yang pesimis.


4. Slightly distressed, high reactivity

tidur
Biasanya adanya gangguan keaungan pada karakter ini. (Foto: Pexels/Min An)

Seseorang yang masuk dalam tipe ini adalah yang biasanya tertekan karena masalah yang sedang dihadapi misalnya masalah keuangan ataupun masalah hubungan percintaan.

5. Slightly distressed, low reactivity

tidur
Karakter insomnia orang-orang berumur 40-an. (Foto: livescience)

Mirip dengan tipe 4, tetapi masih belum begitu intens dalam hal tingkat insomnia dan menunjukkan tingkat motivasi yang rendah. Kepribadian tipe 4 dan tipe 5 lebih cenderung mengalami insomnia pada usia 40-an.


Semua kepribadian mengenai insomnia ini sesuai dengan penelitian, seseorang tidur paling nyenyak dalam keadaan tenang. Orang yang rentan terhadap stres, depresi, dan suasana hati yang berubah-ubah akan mudah mengalami kesulitan tidur.

Lalu, kapan saat yang tepat kamu harus menemui dokter? menurut Dr. Rafael Pelayo seorang sleep specialist dari Stanford Sleep Medicine Center menyatakan bahwa jika kamu memberikan pernyatan "kamu beruntung bisa tidur empat sampai lima jam sehari" itu adalah saatnya kamu menemui dokter untuk membahas kesulitan tidur yang kamu alami. (ver)


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH