Insiden Pembakaran Bendera, Kiai Ma'ruf: Nggak Perlu Ada Demo KH Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Ponpes Al-Muayyad, Solo (MP/Win)

MerahPutih.Com - Insiden pembakaran bendera oleh Banser di Garut, Jawa Barat pada momen Hari Santri Nasional lalu mendorong Kiai Ma'ruf Amin angkat bicara. Cawapres nomor urut 01 ini meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukumnya kepada pihak kepolisian.

Ma'ruf Amin yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyerukan masyarakat untuk tidak terprovokasi dan melakukan aksi demonstrasi. Hal ini dikatakan Kiai Ma'ruf di sela-sela kunjunganya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad, Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (24/10).

”Kita serahkan saja ke polisi, jangan sampai masalah tersebut membuat kegaduhan yang besar di kalangan umat Islam dan masyarakat Indonesia,” jelasnya kepada wartawan.

KH Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin saat bersilaturahmi ke Ponpes Al-Muayyad, Solo (MP/Win)

Menurut KH Ma'ruf Amin, pasca kejadian tersebut tak perlu ada aksi demo atau unjuk rasa. Pasalnya dari berbagai daerah melakukan hal tersebut, salah satunya di Kota Solo, pada Selasa (23/10) kemarin, dimana ribuan massa mendatangi kantor (PCNU) Solo.

”Nggak perlu ada demo, serahkan semua kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu terkait kedatangannya ke Ponpes Al-Muayyad, Ma'ruf Amin tak menampik jika selain bersilaturahmi kedatangannya juga meminta dukungan.

”Saya minta doa, karena saya juga santri komunitas mereka,” katanya.

Selain berinteraksi dengan santri, Ma'ruf Amin juga melakukan ziarah ke makam pendiri Ponpes Al-Muayyad Ahmad Umar Abdul Mannah yang berada di kawasan Ponpes Al-Muayyad, Solo.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Win, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: KPK: OTT Bupati Cirebon Diduga Terkait Jual Beli Jabatan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH