hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Inovatif, Insinyur Italia Ciptakan Alat Khusus untuk Pasien COVID-19 Ventilator dibuat dari masker snorkelling (Foto: Twitter/@MuhammadLila).
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

SELAMA pandemi virus Corona, para ahli membuat sesuatu untuk menghentikan wabah ini. Seperti ilmuwan Tiongkok yang mencoba vaksin virus Corona. Kabar baik lainnya datang dari negara yang sangat terpukul akibat virus Corona, yakni Italia.

Sepasang insinyur Italia telah menciptakan ventilator dari masker snorkeling untuk membantu memenuhi permintaan di tengah pandemi virus Corona. Mereka ialah Cristian Fracassi dan Alessandro Romaioli. Keduanya merupakan insinyur di perusahaan startup bernama Isinnova yang berbasis di Brescia.

Baca juga:

Yuk Masak Sendiri Selama 'Self Isolation' dari Virus Corona

Dilansir dari laman dailymail.co.uk, Pengejaran inovatif mereka dimulai setelah mereka mendengar rumah sakit setempat tidak memiliki cukup katup untuk mesin ventilatornya. Akhirnya mereka menciptakan alat tersebut dan membagikannya secara gratis ke rumah sakit lokal di wilayah Lombardy, yang merupakan pusat penyebaran COVID-19 terburuk di Eropa.

Rincian alat ciptaan sepasang insinyur dari perusahaan startup bernama Isinnova (Foto: isinnova.it)

Pasangan insinyur tersebut memutuskan untuk melakukan sesuatu tentang hal itu, meskipun perusahaan mereka belum pernah menghasilkan yang seperti ini sebelumnya. Mereka mengunjungi rumah sakit dan menilai bagian penting, yang digunakan untuk menghubungkan masker oksigen pasien ke respirator.

Setelah sedikit coba-coba, mereka akhirnya dapat membuat replika yang berfungsi menggunakan mesin cetak 3D.

Dalam sebuah artikel untuk New York Times, mereka mengatakan beberapa upaya pertama tidak berhasil. Meski begitu, akhirnya mereka membuat empat salinan prototipe pada mesin cetak 3D kecil di kantornya.

Baca juga:

Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation Terbitkan Pedoman Penanganan COVID-19

"Kami memberikan katup kami kepada dokter yang mengujinya. Mereka bekerja dan meminta 100 katup lebih. Jadi kami kembali ke kantor, dan kembali ke rumah sakit dengan membawa 100 katup lagi," ujar Fracassi.

"Meskipun katup mungkin terlihat seperti sepotong plastik sederhana, itu cukup rumit. Karena lubang yang mendifusikan oksigen berdiameter kurang dari satu milimeter," tambahnya.

Katup menghubungkan masker oksigen ke respirator yang digunakan oleh pasien COVID-19 pengidap komplikasi pernapasan. Masalah pernapasan adalah salah satu gejala COVID-19 yang paling parah.

Keberhasilan model 3D mereka mengarah ke rumah sakit lain di Italia utara untuk meminta salinan. Fracassi dan Romaioli mengatakan mereka bersedia untuk berbagi model lebih jauh dan luas, meskipun itu tidak akan berhasil untuk setiap jenis ventilator.

Fracassi mengatakan hampir tidak ada biaya untuk menghasilkan katup, yang masing-masing beratnya sekitar 20 gram dan terbuat dari plastik.

"Saya tidak akan membebani biaya rumah sakit, itu yang paling bisa saya lakukan untuk membantu dokter dan perawat yang bekerja sepanjang hari untuk menyelamatkan nyawa manusia," pungkas Fracassi. (arb)

Baca juga:

Mesin Pengering Tangan Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasannya


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5