Inovasi Anak Bangsa bagi Petani, Pengayak Padi Anti-Cedera Petani membawa bibit padi di sawah. Foto:MP

MerahPutih.com - Mahasiswa Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi baru "screentel" atau pengayak padi ramah lingkungan.

Alat yang ramah bagi kantong para petani ini juga mampu meminimalisasi cedera otot yang dialami ketika melakukan pengayakan secara tradisional.

"Alat ini didisain ergonomis dan istimewa karena tidak membutuhkan bahan bakar untuk pengoperasiannya. Selain hemat energi, risiko cidera otot yang dialami petani karena cara tradisional juga dapat diminimalisasi," kata Cyntia Fea Saputri, anggota tim penemu di Malang, Kamis (14/6).

pengayak padi
Alat screentel atau pengayak padi hasil karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Foto: industri.bisnis.com

Screentel padi atau pengayak padi adalah sebuah alat untuk memisahkan bulir padi dari gagangnya. Inovasi ini hadir di antara teknologi konvesional, ketika petani masih manual merontokkan padi dengan tangan dan memanfaatkan penggunaan mesin berbahan bakar minyak, sehingga kehadiran screentel membawa angin segar.

Dengan berbagai kelebihan itu, penggunaan alat ini juga cukup mudah. Petani hanya perlu mengayuh pedal di alat dan nantinya otomatis screentel dapat bekerja sendiri dengan gir maju mundur yang bisa di setting sesuai yang diinginkan pengguna (petani).

petani
Petani memikul padi hasil panen di persawahan kawasan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (12/4). Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini turun dari Rp4.970 per kilogram menjadi Rp

Menurut Cyntia, inovasi ini dapat meringankan petani terutama mereka yang masih tradisional dan menggunakan sabit. Meski terkesan sederhana, hasil pemisahan bulir padi yang dihasilkan kualitasnya sama dengan mesin pengayak berbahan bakar minyak.

Karena keunggulannya itu, dilansir Antara, screentel padi sudah diikutkan dalam perlombaan di Universitas Sebelas Maret pada acara Descomfirst 2018 dengan tema Desain Manual Tools pada (5-6/5) 2018.

Cyntia mengaku bangga dengan hasil karya bersama temannya, sebab alat tersebut awalnya didisain dengan sederhana. Dia dan timnya terus berupaya menyempurnakan screentel ciptaannya, bahkan telah merencanakan "masa depan" alat ini.

Mereka juga berkeinginan untuk memasarkan alat tersebut dengan harga yang cukup bersahabat dan ramah di kantong petani. "Kalau nanti dikomersialkan dan dipasarkan secara luas, harga yang kami patok tidak terlalu tinggi, yakni antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per unit," tandas dia. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH