Sekali Makan dengan Porsi Banyak Berisiko pada Tubuh Tubuh sanggup mengonsumsi makanan yang berlebihanyang belum tentu baik. (Foto: Unsplash/Henley Design Studio)

SUDAH banyak penelitian melihat efek kesehatan jangka panjang dari konsumsi kalori berlebihan. Efeknya meliputi peningkatan penyimpanan lemak, gangguan kontrol endokrin (hormon) dan perubahan pada otot rangka dan jaringan lemak.

Namun masih sedikit yang diketahui tentang bagaimana tubuh kita saat mengatasi gaya makan berlebihan ini. Dan apakah hal itu berpengaruh pada kesehatan kita secara keseluruhan.

Baca juga:

Suntik Botox Kecantikan Dapat Mengurangi Depresi Secara Signifikan

1
Sindrom metabolik akan terjadi setelah makan berulang kali. (Foto: Unsplash/Jarritos Mexican Soda)

Melalui studi terbaru, melansir laman Science Alert, mencoba memahami seberapa banyak manusia dapat makan ketika mereka melewati titik kenyang. Mereka juga ingin mengetahui apa efeknya pada tubuh. Yakni dengan mengukur bagaimana makan berlebihan memengaruhi metabolisme pada jam-jam setelah makan.

Dalam banyak kasus, terlihat bahwa tubuh mampu untuk makan berlebihan yang belum tentu baik. Makan berlebih selama 24 jam saja dapat menimbulkan beberapa konsekuensi negatif bagi kesehatan. Termasuk peningkatan konsentrasi gula darah.

Pengamatan dilakukan kepada kelompok terdiri dari 14 pria sehat berusia antara 22 dan 37 tahun. Dalam satu percobaan, mereka diminta untuk makan pizza sebanyak mungkin sampai mereka merasa kenyang. Mereka mengonsumsi rata-rata sekitar 1.500 kalori hanya dengan satu pizza besar.

Di hari yang berbeda, responden diminta untuk makan sampai merasa tidak sanggup lagi. Hebatnya, mereka berhasil mengonsumsi makanan hampir dua kali lipat dengan rata-rata sekitar 3.000 kalori. Ini menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa kenyang, mereka mungkin hanya setengah kenyang.

Anehnya, meski mengonsumsi makanan dua kali lebih banyak, hanya ada sedikit peningkatan gula darah dan kadar lemak darah.

Mampu menjaga gula darah dan lemak dalam kisaran normal menunjukkan seberapa sehat metabolisme seseorang. Itu juga dapat menunjukkan risiko berkembangnya penyakit, termasuk diabetes tipe 2 atau penyakit kardiovaskular.

Baca juga:

Deteksi Kanker 4 Tahun Lebih Awal lewat Tes Darah

2
Manusia sanggup makan 2 kali lebih banyak walau sudah kenyang. (Foto: Unsplash/Spencer Davis)

Pada orang-orang yang aktif dan sehat secara fisik, tubuh mampu mengontrol gula dan lemak dalam darah. Yang dibutuhkan hanyalah beraktivitas sedikit lebih keras dari biasanya untuk mengontrol metabolisme.

Terlihat bahwa hormon yang dilepaskan dari usus dan pankreas (termasuk insulin), membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Denyut jantung juga meningkat setelah makan, memastikan bahwa tubuh bekerja lebih keras untuk mengendalikan keadaan.

Bagaimana perasaan orang-orang selama periode pasca mengonsumsi makan, dengan melihat rasa kenyang, mengantuk, dan mengidam jenis makanan tertentu juga diukur.

Hasil penelitian menunjukan bahwa satu kali makan secara berlebihan tidak menyebabkan banyak bahaya bagi kesehatan. Meskipun makan berlebihan selama 24 jam sepertinya akan menimbulkan efek.

Manusia sehat mengandalkan kemampuan tubuh untuk bekerja lebih keras pada saat dibutuhkan untuk menjaga kendali metabolisme.

Ketika berulang kali makan terlalu banyak kalori setiap kali makan, sindrom metabolik akan terjadi dan tubuh menjadi tidak dapat bereaksi terhadap situasi ini.

Meskipun makan berlebihan kadang-kadang mungkin normal dan tidak menimbulkan terlalu banyak risiko bagi kesehata. Penting bahwa makan berlebihan secara teratur tidaklah sehat. Karena sebagian makan lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan. Dalam jangka waktu lama akan menyebabkan penambahan berat badan, dan dapat menyebabkan penyakit metabolisme. (lgi)

Baca juga:

Universitas di Prancis Teliti Kol, Mentimun dan Kimchi untuk Cegah Virus

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard