Inilah Mengapa Pantai Cermin Jadi Tempat Favorit Penyelundupan Narkoba Malaysia Petugas BNN menggiring seorang anggota Polair yang ikut terlibat kejahatan narkoba bersama para tersangka lainnya saat gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Sabtu (15/7) malam. (ANTARA FOTO/Se

MerahPutih.com - Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) meminta agar jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) lebih waspada terhadap aktivitas di Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Sebab, pantai itu diduga kerap dijadikan tempat menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Tanah Air.

"Hal ini merupakan ancaman bagi pelajar, generasi muda dan masyarakat khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai, serta umumnya di Provinsi Sumatera Utara," kata Ketua DPD Granat Sumut Hamdani Harahap, di Medan, Senin (17/7).

Digunakannya Pantai Cermin untuk aktivitas peredaran narkoba terbukti saat tim BNN menggagalkan masuknya 48 kg sabu-sabu ke Indonesia beberapa waktu lalu. Pantai Cermin sebagai lokasi favorit karena daerah tersebut sepi dan sulit dari pemantauan petugas kepolisian.

"Selain itu, Pantai Cermin itu juga berada di daerah pinggiran laut dan pantai, serta sangat dekat dari Selat Malaka yang berbatasan dengan Malaysia-Indonesia," ujar Hamdani.

Ia menyebutkan narkoba yang berasal dari negara jiran tersebut diangkut dengan perahu tradisional ke Pantai Cermin sehingga bisa mengelabui aparat keamanan. Namun, modus yang dilakukan sindikat narkoba tersebut, akhirnya berhasil diketahui Polda Sumut, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan petugas Bea dan Cukai dengan menangkap 10 tersangka.

"Bahkan, salah seorang dari tersangka itu, adalah oknum anggota Polri dari Satuan Polisi Air Polres Serdang Bedagai," ucapnya.

Hamdani mengkhawatirkan pulau-pulau kecil lainnya akan menjadi sasaran penyelundupan obat-obat berbahaya itu. Oleh karena itu, jelasnya, Polda Sumut dan Polres Sergai harus melakukan razia rutin di daerah pantai maupun pulau terpencil yang dicurigai dijadikan tempat penyimpanan narkoba tersebut.

"Polda Sumut harus lebih serius, dalam mengantisipasi penyelundupan dan masuknya narkoba dari luar negeri itu, karena hal ini merupakan tanggung jawab institusi penegak hukum tersebut," kata Direktur Citra Keadilan itu.

Sebelumnya, petugas gabungan menangkap 10 anggota sindikat narkoba dan mengamankan barang bukti berupa 48 Kg sabu-sabu di Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (15/7).

Dua tersangka yang tewas tertembak adalah Bambang Julianto yang merupakan bandar serta penyedia barang, serta M Syafii alias Panjul yang membawa narkoba itu dari Malaysia.

Tersangka lain adalah Samsul Bahri dan Ayaradi (pembawa barang dari Malaysia), serta Untung, Sahidul Saragih, Heri Agus Marzuki, Rovvi Syahriandi, dan Eddy Sahputra Sirait (kurir).

Sedangkan satu tersangka lain adalah oknum anggota Polri Aiptu Suheryanto, anggota Satuan Polisi Air Polres Serdang Bedagai yang berperan sebagai pengendali di lapangan. (*)

Sumber: Antara


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

YOU MAY ALSO LIKE