Inilah Maestro Tari Jaipongan, Gugum Gumbira Tari Jaipongan menggambarkan perempuan kekinian yang energik. (Foto: Wikipedia)

JAIPONGAN, tarian yang menggambarkan sosok perempuan Sunda kekinian. Gerakan tari yang atraktif dan dinamis menunjukkan semangat, perjuangan, kekuatan, keramahan serta kelincahan seorang perempuan Sunda.

Dalam sebuah seminar internasional tentang reformasi dan transformasi kebudayaan Sunda, Een Herdiani pernah mengungkapkan Jaipongan sebagai salah satu genre tari di Jawa Barat. Jaipongan juga telah menjadi ikon tari Sunda yang wajib hadir di berbagai pertunjukan, baik dalam maupun luar negeri.

Tarian ini diciptakan untuk perempuan. Penari Jaipongan identik dengan perempuan berparas cantik dan bertubuh sintal. Jaipongan hadir di Tatar Sunda sejak 1974, lalu mulai digemari pada 1980-an. Lahir dari keinginan Gugum Gumbira Tirasondjaja mengangkat seni rakyat menjadi seni pertunjukan lintas strata sosial.

Sang maestro ini dikenal pula sebagai komposer Sunda, pemimpin orkestra, dan koreografer. Seperti dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, pria kelahiran Bandung pada 4 April 1945 itu menyebutkan ia telah menyadur berbagai macam gerakan tari dan menggabungkannnya dengan gerakan pencak silat.

Penggabungan itu untuk memberikan citra perempuan cantik, luwes, menarik hati serta mampu mempertahankan diri melalui gerakan pencak silat. Saat ini Jaipongan masih dipelajari di sanggar-sanggar tari dan sering dipentaskan di berbagai acara resmi. (*)

Dapatkan pula versi lain mengenai sejarah kelahiran tari Jaipongan pada artikel Tarian Tradisional Jaipong.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH