Inilah Kunci Penting Menjadi Pengusaha Muda (Dari kiri ke kanan) Komisaris Utama Mahaka Group Erick Tohir, Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani, dan Erwin Aksa memberikan materi Kepemimpinan pada Diklatda Hipmi Jaya di Ballroom T

MENJADI seorang pengusaha muda tidaklah mudah. Bukan sekadar berjualan suatu barang dan memasarkannya kepada konsumen. Ada beberapa tantangan yang perlu dilewati agar bisnis yang dibangun berhasil.

Beragam bidang bisnis bisa menjadi pilihan. Kesempatan pun luas, tapi jangan sampai salah pilih. Bukannya untung malah rugi. Maka dari itu perlu adanya perencanaan matang saat mencoba peruntungan dalam memulai sebuah bisnis.

Pengusaha ternama Indonesia, Erwin Aksa mengatakan, masih banyak para anak muda yang salah pilih bidang usaha yang ingin digeluti. Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui di Ritz Carlton, Jakarta dalam acara Hut ke 44 Hipmi Jaya.

"Tantangannya ya kesempatannya. Dan yang kedua pengusaha-pengusaha muda ini mencari bentuk apa yang mereka inginkan. Jadi coba sana coba sini gagal," paparnya, Kamis (12/4).

Namun, menurut Erwin, tidak melulu pengusaha muda menemui kegagalan. Apalagi yang memiliki usaha turunan keluarga. Menjadi penerus biasanya akan lebih mudah dibandingkan mereka yang memulai usaha baru alias startup.

Seperti diketahui belakangan ini perusahaan Start Up semakin menjamur terutama di daerah ibukota. Dari bidang e commerce, transportasi online hingga media online.

"Yang berhasil biasanya ya karena melanjutkan usaha keluarga," tambahnya.

Pelaku-pelaku bisnis Start Up yang dijalankan para anak muda ditambahkan Erwin memiliki masalah inti yang tidak lain adalah menemukan calon konsumen. Pasalnya memiliki konsumen gampang-gampang susah.

Suasana Diklatda Hipmi Jaya di Ballroom The Ritz Calton Jakarta, Selasa, (12/4). (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)
Suasana Diklatda Hipmi Jaya di Ballroom The Ritz Calton Jakarta, Selasa, (12/4). (MP/Rizki Fitrianto)

Ada yang hanya menjadi pelanggan sementara. Lebih parahnya lagi ialah tipe konsumen yang hanya selewatan. Produk yang dimiliki bukan menjadi favorit pelanggan melainkan hanya sebagai kelinco percobaan. Konsumen hanya sekadar coba-coba dengan produk yang dimiliki.

"Tapi kalau pengusaha-pengusaha startup tantangannya mencari yang diterima pasar dan konsumen," imbuhnya.

Tidak lain lanjut Erwin dalam menjalankan usaha jangan sampai setengah-setengah. Kasus yang sering terjadi adalah menjalankan suatu bisnis tanpa adanya perencanaan ke depan. Sehingga saat mengalami kegagalan kata menyerah langsung ada di dalam 'kamus'.

Karena itu kunci menjadi seorang pengusaha sukses ialah harus memiliki konsistensi. Sepahit apapun kenyataan yang dihadapi mental usaha harus tetap melekat dalam diri seorang pengusaha yang ingin meraih kesuksesan.

Sebab keberhasilan dalam membangun kerajaan bisnis akan tercapai jika diikuti dengan kerja keras yang harus selalu ditekankan. "Tentunya harus rajin dan telaten lah," imbuhnya lagi.

Di samping itu tetap jangan melupakan satu hal sebagai seorang pengusaha. Semangat boleh tinggi, akan tetapi harus memiliki modal pengetahuan luas. Hal ini harus dijadikan kelebihan yang wajib dimiliki siapapun yang ingin mencoba peruntungan di dunia wirausaha.

"Kelebihannya kembali lah pendidikan," tutupnya. (*)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH