Inilah Kelebihan Melukis Menggunakan Bubuk Kopi Vinsensius Dedy Reru saat melukis dengan bubuk kopi. (FOTO. Ist)

Selalu ada yang menarik yang diperlihatkan para seniman, terlebih khusus bagi mereka para penggiat seni rupa.

Melukis di media kanvas menggunakan cat minyak maupun tinta mungkin sudah biasa. Namun kali ini ada cara yang berbeda. Seorang seniman asal Denpasar, Bali melukis menggunakan bubuk kopi.

Seniman tersebut adalah Vinsensius Dedy Reru atau yang akrab disapa Dedy. Saat live show ia memperlihatkan skill seni melukisnya dihadapan pengunjung yang datang di Colony Cafe, Plaza Renon, Minggu, kemarin (4/3).

Vinsensius Dedy Reru saat melukis dengan bubuk kopi. (FOTO. Ist)
Vinsensius Dedy Reru saat melukis dengan bubuk kopi. (FOTO. Ist)

Saat diwawancarai, pria kelahiran 1973 ini mengaku kalau bubuk kopi punya banyak kelebihan, seperti ramah lingkungan, awet dan tahan lama dibandingkan tinta konvensional, serta memiliki aroma khas kopi yang kuat.

“Jika kita bandingkan dengan tinta konvensional, bubuk kopi memiliki banyak kelebihannya,” tuturnya.

Selain itu, terkait teknis pembuatannya, Dedy mengaku tergolong sangat mudah. Hanya cukup mencapurkan bubuk kopi dan lem, kemudian digoreskan langsung ke kanvas.

“Yang saya ketahui, orang yang melukis dengan kopi memakai kopi yang sudah diseduh lalu digoreskan ke kanvas, tapi tidak dengan saya, saya gunakan bubuk kopinya langsung agar tekturnya lebih tampak serta warna yang dimunculkan lebih hidup,” jelasnya.

Vinsensius Dedy Reru saat melukis dengan bubuk kopi. (FOTO. Ist)
Vinsensius Dedy Reru saat melukis dengan bubuk kopi. (FOTO. Ist)

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan kalau para seniman Bali khususnya, belum begitu banyak yang menggunakan kopi sebagai bahan pengganti tinta. “Memang dulu sempat ada, namun kini saya tak melihatnya lagi,” imbuh Dedy.

Sementara itu, ketertarikannya dengan seni melukis menggunakan bubuk kopi ini sudah digelutinya sejak dua tahun terakhir. Berawal dari menjawab tantangan salah satu temannya, Dedy akhirnya terus belajar dan mendalami cara melukis menggunakan bubuk kopi hingga saat ini.

Hebatnya lagi, hasil lukisanya ini sering mendapatkan pesanan dari berbagai belahan dunia seperti Eropa, Amerika Australia dan tentunya Indonesia. “Ya dulu teman saya meminta untuk melukis menggunakan serbuk kopi lalu saya coba dan keterusan hingga sekarang,” tutupnya. (MKF)

Artikel berdasarkan laporan Davi Erlangga kontributor Merahputih.com untuk Bali dan sekitarnya



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH