Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Pikiran Kita Saat Koma Pasien bisa jadi hanya bisa sebatas mendengar. (Foto: Unsplash/Sharon McCutcheon)

DI berbagai film atau novel, pasien koma kerap digambarkan seperti orang yang sedang tertidur panjang. Ada juga yang digambarkan masih bisa mendengar kejadian di sekitarnya namun dengan kondisi tidak sadar. Lalu, apa yang terjadi pada tubuh kita saat mengalami koma?

Mengutip Hellosehat, koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam waktu yang lama. Biasanya, koma disebabkan oleh cidera atau trauma serius yang mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan jaringan otak. Karena itu, otak dalam tengkorak jadi terhimpit sehingga tekanan dalam otak meningkat drastis. Darah dan oksigen pun jadi terhambat masuk ke otak.


Baca Juga:

Perlu Diwaspadai, Ini 5 Tanda Seseorang Terkena Tumor Otak

koma
Koma disebabkan oleh cidera atau trauma serius. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute


Di tahap ini, fungsi otak sudah terganggu. Otak tidak mampu membuang sisa carian dan zat beracun keluar dari tubuh. Akibatnya, cairan tersebut menggenang di otak. Inilah yang menyebabkan seseorang hilang kesadaran dan koma, namun masih tetap hidup.

Berbeda dengan tidur, koma tak bisa dibangunkan. Karena pasien tidak dapat merasakan atau merespon rangsangan dari luar maupun kebutuhan jasmaninya sendiri. Perlu diingat bahwa kerja kesadaran manusia tidak bisa diukur secara konkret dan belum ada teknologi yang bisa membaca benak maupun kesadaran seseorang.

Definisi kesadaran juga masih diperdebatkan banyak orang. Sederhananya, kesadaran bisa diartikan sebagai ada atau tidaknya aktivitas otak. Pasien yang menunjukkan tanda kesadaran berarti otaknya masih berfungsi dan beraktivitas, walaupun sangat minim.


Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Terkena Radiasi Handphone, Otak Bocah Mengecil

koma
Pasien tidak dapat merasakan atau merespon rangsangan dari luar. (Foto: Unsplash/Javier Matheu)

Pasien bisa jadi hanya bisa sebatas mendengar hal-hal di sekitarnya, namun otak tidak mampu memahami apa yang terjadi. Pada kasus yang berbeda, pasie koma menunjukkan adanya pergerakan jari atau produksi suara yang sangat lirih.

Kesadaran pasien mungkin sudah mulai kembali, tetapi belum sepenuhnya mampu merespon seperti membuka mata atau bicara. Jadi, sangat sulit membedakan apakah pasien koma masih sadar atau tidak.

Kunci dari kesembuhuan pasien adalah kesembuhan otaknya. Sebagai organ vital, otak adalah pusat dari segala fungsi tubuh. Maka yang bisa dilakukan dokter pada otak pasien adalah mencegah pembengkakan lebih lanjut, menyedot cairan, menyuplai oksigen, dan menindak bagian yang kerusakannya parah. (and)


Baca Juga:

Terlalu Lama di Bawah Sinar Matahari Merusak Otak?


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH