Putus Cintalah Agar Anda Langsing Saat putus cinta berat badan bisa turun. (Foto: Pixabay)

PUTUS cinta memang sangat menyebalkan. Selain hubungan yang terjalin berakhir, Anda juga merasa seperti tidak waras lagi. Beberapa hari pun terasa berat untuk bangkit dari kasur.

Selain itu, rasanya Anda juga harus berusaha untuk menjauhkan telefon Anda agar tidak menghubung mantan kekasih. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Anda saat mengalami situasi ini? Melansir The List, ini yang tubuh Anda alami saat sedang putus cinta.

1. Sakit jasmani

Mungkin Anda pernah merasa sakit secara jasmani setelah putus. Hal ini bukanlah sekadar sugesti dari pikiran. Ahli kesehatan fisik bersertifikat, Dr Cwanza A Pinckey, mengungkapkan tubuh akan merasa sakit pascaberakhirnya hubungan asmara Anda.

Sebuah penelitian medis menunjukkan bahwa reseptor rasa sakit akan terpicu. Saat kondisi seperti ini, obat untuk menumpulkan rasa nyeri pun perlu digunakan untuk mengatasi reseptor nyeri ini.

Psikolog berlisensi Marni Amsellem juga menambahkan rasa sakit secara emosional akibat putus cinta juga dapat meningkatkan rasa sakit pada fisik. Selain perasaan tersakiti, otot juga akan menjadi tegang dan pembuluh darah menyempit.

2. Berat badan turun

Putus cinta bisa menjadi solusi Anda yang bermasalah dengan berat badan. Saat terjadi bisa saja berat badan Anda meningkat atau bahkan sebaliknya. Dr. Pinckney menjelaskan, pada otak Anda ada yang namanya kadar kortisol. Ketika stres karena putus cinta, kortisol akan menurun sehingga membuat Anda ingin merasa ingin melahap seluruh makanan yang ada di hadapan.

Anda juga dibanjiri adrenalin yang meningkatkan kadar kortisol secara berlebihan. Hal ini akan menghilangkan nafsu makan sehingga berat badan turun akibat stimulasi metabolis dan nafsu makan tertekan. Anda pun jadi lebih langsing.

3. Terobsesi mantan

Setelah putus Anda pasti menjadi terobsesi pada mantan. Akan kurang rasanya jika tidak kepo terhadapnya dan mencoba untuk menghubunginya terus. Tenang, hal ini lumrah karena memang pengaruh dari cara kerja otak Anda.

Helen Fisher, seorang ahli antrophology menuturkan orang-orang yang jatuh cinta, akan mengalami peningkatan aktivitas di wilayah otak yang menghasilkan dopamin neurotransmitter, yang sangat terkait dengan sistem fokus, dan ketertarikan.

Setelah putus cinta, menurut Helen, Anda akan sulit untuk keluar dari rasa ketertarikan itu. Siapapun yang telah dalam situasi ini akan mengerti betapa sulitnya untuk keluar dari kondisi seperti itu. Jadi Anda tidak perlu merasa bersalah karena susah move on. Ini pertanda otak Anda bereaksi normal.

4. Merasa lesu

Putus cinta juga menyebabkan tubuh Anda lebih lelah daripada biasanya. Bahkan, Anda juga cenderung lesu. Seakan tidak pernah tidur. Secara alami tubuh memang akan lesu ketika putus cinta lantaran memproses pengalaman emosional yang Anda alami.

Stephen Duclos, terapis seks bersertifikat, terapis keluarga, konselor kesehatan mental, dan konselor rehabilitas, mengatakan ketika putus hubunan tubuh akan merasa lelah. Seolah Anda baru saja merasakan sebuah maraton emosional yang membuat Anda amat lesu. Kepenatan Anda ini hanya bersifat sementara saja. Perbanyak istirahat, tidur siang lah agar kondisi Anda yang energik akan pulih kembali.

Putus cinta memang akan terasa menyakitkan. Apalagi jika Anda sudah menjalin hubungan untuk kurun waktu yang lama. Kondisi patah hati tidaklah selamanya, Anda harus berusaha untuk segera bangkit dari keterpurukan. Ingat, dia tidak lagi memikirkan Anda, segera selamatkan diri Anda dari situasi sulit tersebut.

Baca juga artikel Selalu Putus Cinta Akibat Kekasih Beda Agama? Nih Solusinya

Sumber : http://www.thelist.com/89045/really-happens-body-go-break/


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH