Yang Bakal Dikorek Dari Anies Saat Dipanggil Polisi Kerumunan massa di Petamburan, Jakarta. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipanggil Polda Metro Jaya, Selasa (17/11). Pemanggilannya untuk klarifikasi terkait acara pernikahan putri Rizieq Shihab yang menimbulkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami klarifikasi terkait dengan kegiatan yang dilakukan ini (acara pernikahan putri Rizieq)," ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Senin (16/11).

Surat penggilan itu bernomor: B/ 19925/XI/RES.1.24/2020/Ditreskrimum. Anies rencananya akan dipanggil pada pukul 10.00 WIB. Selain Anies, ada beberapa pihak lain yang akan diklarifikasi. Tapi, dia tidak merinci siapa saja pihak yang diklarifikasi selain Anies.

Baca Juga:

Buntut Hajatan Rizieq Shihab, Camat dan Lurah Dapat Surat Panggilan Polisi

"Waduh, banyak ada beberapa sih," katanya.

Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, akan dimintai klarifikasi terkait kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa saat pernikahan anak Habib Muhammad Rizieq Shihab di Petamburan.

“Tindak lanjut perkara pelanggaran protokol kesehatan atas diselenggarakannya acara resepsi HRS, penyidik sudah mengirimkan surat klarifikasi,” kata Argo.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara).

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) dan Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab dikenai sanksi denda secara administratif sebesar Rp 50 juta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Denda terkait dengan penyelenggaraan rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan anak Habib Rizieq di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta pusat pada Sabtu malam, 14 November 2020. Kegiatan ini menimbulkan kerumunan massa. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Periksa Panitia Penyelenggara Acara Rizieq Shihab

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Irjen Napoleon Dinilai Karang Cerita Kedekatan Tommy Sumardi dengan Kabareskrim dan Pimpinan DPR
Indonesia
Irjen Napoleon Dinilai Karang Cerita Kedekatan Tommy Sumardi dengan Kabareskrim dan Pimpinan DPR

Dion menduga pernyataan Napoleon Bonaparte ini sebagai upaya menggiring opini

Sembako untuk Korban Penanganan COVID-19 Diberikan Langsung ke Rumah
Indonesia
Sembako untuk Korban Penanganan COVID-19 Diberikan Langsung ke Rumah

Polisi akan menerapkan physical distancing atau saling menjaga jarak bagi warga yang akan mengambil sembako apabila tak memungkinkan ke rumah.

Tempe Tahu Hilang di Pasar, Muhammadiyah Minta Pemerintah Segera Atasi
Indonesia
Tempe Tahu Hilang di Pasar, Muhammadiyah Minta Pemerintah Segera Atasi

Kondisi itu akan sangat berdampak pada tingkat kesejahteraan para produsen dan pedagang tahu dan tempe. Termasuk juga pada masyarakat sebagai konsumen.

Peringati Hari Buruh, Ketua DPR Singgung Pembahasan Omnibus Law
Indonesia
Peringati Hari Buruh, Ketua DPR Singgung Pembahasan Omnibus Law

Menurut Puan, saat ini DPR sedang membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang sangat terkait dengan nasib para Buruh.

Kemenkeu: Kita Sudah Resesi
Indonesia
Kemenkeu: Kita Sudah Resesi

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III mendatang diperkirakan masih akan menyentuh zona negatif yakni antara minus 2,9 persen sampai minus 1 persen.

DPRD DKI: Tidak Ada Uji Kelayakan dan Tanya Jawab Saat Pemilihan Wagub
Indonesia
DPRD DKI: Tidak Ada Uji Kelayakan dan Tanya Jawab Saat Pemilihan Wagub

"Pemilihannya pukul 13.00 WIB," kata Wakil Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) wagub DKI, Basri Baco

PDIP Blak-blakan Duit DKI Takkan Sanggup Biayai Strategi Baru Anies
Indonesia
PDIP Blak-blakan Duit DKI Takkan Sanggup Biayai Strategi Baru Anies

Pemda DKI harus menyediakan kebutuhan warga setiap hari saat PSBL

Gunung Merapi Erupsi, Dentuman Bikin Warga Boyolali Panik
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Dentuman Bikin Warga Boyolali Panik

Letusan Gunung Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi ± 328 detik pada tanggal 21 Juni pukul 09.13 WIB. Teramati tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak.

Pemerintah Baru Wajibkan Masker, Pengamat: Bagus daripada tidak Sama Sekali
Indonesia
Pemerintah Baru Wajibkan Masker, Pengamat: Bagus daripada tidak Sama Sekali

Pengajar dari Universitas Al Azhar ini menilai idealnya seluruh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu memiliki sifat antisipatif.

Megawati Beberkan Alasan Visi-Misi Calon Kepala Daerah Dibuatkan Partai
Indonesia
Megawati Beberkan Alasan Visi-Misi Calon Kepala Daerah Dibuatkan Partai

Megawati menegaskan bahwa calon kepala daerah itu tak bisa asal jalan semaunya sendiri walau sudah diputuskan pengusungannya.