Ini Trik Cerdik Perusahaan "Sembunyikan" Kandungan Gula pada Produk Makanan Perhatikan kandungan gula dalam informasi gizi produk kemasan. (Foto: pixabay/eismannhans)

KITA semua tahu bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan akan berdampak buruk bagi tubuh, antara lain obesitas, diabetes tipe 2, serta cenderung terkena serangan jantung. Karena fakta tersebut, maka banyak orang yang telah menghindari penambahan gula terhadap apapun yang akan mereka konsumsi. Meskipun begitu, sebagian besar asupan gula harian di dalam tubuhmu biasanya tersembunyi dalam berbagai produk makanan kemasan dan olahan yang mengklaim produknya sendiri sebagai produk sehat. Tapi, jangan sampai terkecoh, perhatikan beberapa hal penting dibawah ini!

1. Menyebut gula dengan nama lain

Ini Trik Cerdik Perusahaan "Sembunyikan" Kandungan Gula pada Produk Makanan
Industri makanan sering menggubah istilah gula. (Foto: pixabay/pexels)

Gula merupakan nama identik yang diketahui hampir semua orang sebagai bahan yang memberikan perisa manis dalam makanan kamu.

Meskipun begitu, ternyata gula memiliki bentuk yang berbeda-beda dengan nama yang juga berbeda-beda. Kamu mungkin telah mengetahui istilah seperti glukosa, fruktosa, serta sukrosa. Namun ternyata masih ada banyak nama yang merepresentasikan gula berdasarkan bentuknya.

Gula kering akan dinamakan para produsen makanan kemasan sebagai barley malt, beet sugar, brown sugar. buttered sugar, cane sugar, caster sugar, coconut sugar, corn sweetener, malt powder, ethyl maltol, fruit juice concentrate, maltodextrin, maltose, muscovado sugar, panela, palm sugar, organic raw sugar, dan evaported cane juice.

Tidak hanya bentuk gula kering, gula juga bisa dimasukkan ke dalam makanan dalam bentuk sirup. Sirup biasanya berbentuk cairan kental yang merupakan larutan gula yang sangat banyak.

Beberapa sirup akan dicantumkan dengan nama lain seperti agave nectar, carob syrup, high-fructose corn syrup, malt syrup, honey, maple syrup, rice bran syrup, rice syrup, dan molasses.

2. Menggunakan istilah kesehatan

Ini Trik Cerdik Perusahaan "Sembunyikan" Kandungan Gula pada Produk Makanan
Syrup menjadi bentuk dari gula yang paling berbahaya. (Foto free-photos)

Biasanya, perusahaan akan membuat beberapa produk yang dikatakan telah menggunakan bahan pemanis alternatif yang lebih sehat. Beberapa pemanis ini biasanya terbuat dari getah, buah, bunga, atau biji tanaman.

Produk kemasan ini biasanya akan dilabelkan dengan tulisan contains no refined sugar, atau refined sugar-free. Sesungguhnya, ini hanya mengartikan bahwa produk tidak mengandung gula putih.

Beberapa bahan ini memang lebih sehat karena memiliki angka yang sedikit lebih rendah pada Glycemic Index (GI), namun jumlah nutrisi yang diberikan bahan-bahan ini juga sangat rendah. Namun, Sampai sekarang tidak ada bukti ilmiah bahwa penggantian bahan pemanis bisa lebih menyehatkan karena bahan unrefined sugar juga masih ditambahkan gula.

Beberapa pemanis "alami" yang diberi label sehat oleh perusahaan antara lain adalah agave syrup, coconut sugar, honey, maple syrup, sugar beet syrup dan birch syrup.

3. Memperkecil ukuran per porsi

Ini Trik Cerdik Perusahaan "Sembunyikan" Kandungan Gula pada Produk Makanan
Kemasan akan diperkecil agar kamu mengkonsumsi berkali-kali. (Foto: pixabay/suju)

Industri makanan biasanya akan membuat versi ukuran yang lebih kecil untuk merubah perasaan anda tentang seberapa banyak gula yang sudah anda konsumsi.

Ketika jumlah gula yang disajikan memang lebih kecil dari biasanya, namun kamu akan cenderung mengkunsumsi dua atau tiga kali lebih banyak sekali makan.

Dalam kemasan yang lebih kecil namun dimakan berulang kali, kamu akan berakhir mengkonsumsi makanan dengan kadar gula lebih daripada biasanya. (shn)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH