Tsamara Amany Ungkap Alasannya Enggan Gabung Partai Besar Tsamara Amany Alatas. (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) langsung dikenal meski baru terbentuk tiga tahun lalu. Partai ini diisi orang-orang muda yang masih "segar" di dunia politik.

Salah satunya adalah Tsamara Amany Alatas. Dalam waktu belakangan, sosok perempuan muda cantik ini menjadi perhatian publik karena keberaniannya menantang debat terbuka politikus kawakan Fahri Hamzah.

Wartawan merahputih.com Ponco Sulaksono berkesempatan berbincang hangat dengan mahasiswa semester VI Universitas Paramadina ini, di sebuah kedai kopi di bilangan Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (16/7).

Menurut Sammy, sapaan akrab Tsamara, PSI yang mengusung keberagaman dan toleransi merupakan partai baru yang didominasi oleh orang-orang muda yang memiliki idealisme.

"Ini partai baru, dengan orang-orang baru yang isinya anak-anak muda yang masih idealis," ujar politisi muda ini.

Awalnya, banyak pihak yang mempertanyakan pilihannya bergabung dengan PSI sebagai kendaraan politik. Sebab, sebagai partai baru akan sulit bagi PSI untuk mendapat kursi di parlemen karena bersaing dengan partai-partai besar yang sudah mapan.

Namun, Ketua DPP PSI Bidang Eksternal ini menegaskan tujuannya terjun ke politik praktis bukan semata untuk mengejar kekuasaan. Tapi, untuk membawa perubahan yang lebih baik untuk negeri ini.

"Kalau sekedar cuma mau mengejar kekuasaan ya kita pilih partai politik yang sudah mapan-mapan saja. Tapi, karena kita ingin betul-betul membawa perubahan untuk negeri ini," jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Sammy, untuk membawa perubahan di negeri ini dibutuhkan partai baru yang belum terkontaminasi oleh kepentingan masa lalu.

"Maka kita butuh partai politik baru yang wadahnya masih bersih dan bebas dari kepentingan masa lalu," tegas perempuan kelahiran 24 Juni 1996 ini.

Menurut Sammy, PSI telah menunjukkan perlawanan terhadap partai politik lama yang sudah mapan, lantaran partai yang dikomandoi Grace Natalie itu didominasi kaum muda dan perempuan yang memiliki integritas.

"Setidaknya, kita sudah memberikan perlawanan terhadap status quo yang biasanya partai politik selalu didominasi orang lama, selalu didominasi maskulinitas, didominasi orang-orang tua," pungkas pengagum Bung Karno ini. (Pon)

Baca juga hasil berita tentang Tsamara Amany dalam artikel: Partai Koalisi Pemerintah Kritisi Manuver PAN



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH