Ini Tempat Persembunyian Nurhadi dan Menantunya Selama Jadi Buronan KPK Dokumentasi bekas Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi (kiri), saat meninggalkan Gedung KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Suwarso

MerahPutih.com - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengaku sempat bersembunyi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, saat menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama empat bulan. Keduanya bersembunyi di salah satu rumah milik Nurhadi di Desa Sambi, Kediri, Jawa Timur.

Pengakuan ini disampaikan Nurhadi saat menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Nurhadi menjalani sidang secara virtual dari Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/2).

Baca Juga

Nurhadi Akui Menantunya Terima Aliran Duit Rp35,8 M dari Bos MIT

"Selama DPO hanya di satu tempat. Di rumah saya di Kediri. Saya hanya berdua sama Rezky. Ya (rumah) yang di Sambi," kata Nurhadi kepada Jaksa KPK.

Nurhadi mengklaim tidak ada orang yang mengetahui tempat persembunyian tersebut. Dia juga menjelaskan alasannya tidak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK hingga akhirnya berstatus buronan.

"Gini, pertama saya lagi melakukan upaya hukum praperadilan, itu satu. Kedua, saya tidak pernah melakukan hal yang disangkakan tapi saya diposisikan sebagai tersangka, kaitan ini saya harus mendudukan keluarga, memberikan pemahaman, karena keluarga saya perempuan semua dan cucu saya traumatik," jelas dia.

Terdakwa kasus penerimaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA Rezky Herbiyono di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa/pri.
Terdakwa kasus penerimaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA Rezky Herbiyono di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa/pri.

Nurhadi berdalih bahwa ia harus menjelaskan panjang lebar kepada keluarganya ihwal penetapan tersangkanya oleh KPK. Ia mengaku kepada keluarganya bahwa tidak bersalah dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjeratnya.

"Saya harus memberi pengertian bahkan enggak cukup sekali, dua kali. Saya enggak pernah melakukan tapi disangkakan, itu satu. Karena ada sarana upayanya, maka saya lakukan praperadilan dulu," ujarnya.

Seharusnya, kata Nurhadi, KPK menghormati lebih dulu praperadilan yang diajukan pihaknya. Sejalan dengan itu, ia juga harus menenangkan keluarganya atas kasus yang menjeratnya

"Jadi ini yang mendasari saya kenapa saya memutuskan untuk tidak hadir panggilan itu kemudian sampai DPO," imbuhnya.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan KPK sejak 13 Februari 2020. Nurhadi mengaku sempat akan menyerahkan diri sebelum pada akhirnya ditangkap oleh tim penyidik KPK.

"Pada saat ramadhan, ini keputusan yang sudah sangat tepat sekali, saya bersama Rezky, pas lebaran kita harus pulang dan kita hadapi. Setelah ramadhan saya akan serahkan diri. Nah, beda dua hari, kami akan serahkan diri, tapi selang beberapa hari itu kami ditangkap," kata dia.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer. (Pon)

Baca Juga

Penyidik KPK Ungkap Kakak Penyuap Nurhadi Pernah Ubah BAP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiongkok Hentikan Sementara Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Luar Negeri
Indonesia
Tiongkok Hentikan Sementara Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Luar Negeri

Dubes Djauhari menyampaikan terima kasih kepada pemerintah China yang telah memprioritaskan vaksin untuk Indonesia.

Keluar Masuk Jakarta Harus Sertakan Hasil Rapid Test Antigen
Indonesia
Keluar Masuk Jakarta Harus Sertakan Hasil Rapid Test Antigen

Kebijakan itu akan dimulai 18 Desember 2020

Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet Nyaris 2.000 Orang
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di RS Wisma Atlet Nyaris 2.000 Orang

909 pasien positif COVID-19 juga masih dirawat di RS Wisma Atlet

Wagub DKI Sebut Waduk yang Dibuat Pempus Hanya Atasi Banjir 11 Persen
Indonesia
Wagub DKI Sebut Waduk yang Dibuat Pempus Hanya Atasi Banjir 11 Persen

"Dua waduk Insya Allah akhir tahun jadi ciawi dan di sukamahi. Namun belum cukup itu baru memberi kontribusi mengurangi banjir di DKI 11 persen," kata Riza

Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari
Indonesia
Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari

Sejumlah nama pun mulai digadang-gadang gantikan Idham Azis

Jokowi Bisik-Bisik dengan Ketua Dewan Pers Bahas Vaksin Buat Wartawan
Indonesia
Jokowi Bisik-Bisik dengan Ketua Dewan Pers Bahas Vaksin Buat Wartawan

5 ribu vaksin COVID-19 tersebut merupakan bagian dari 12 juta dosis yang akan dikeluarkan oleh PT Biofarma

TNI Diminta Antisipasi Karakter Pertempuran Masa Depan
Indonesia
Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta
Indonesia
Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta

Pemda DKI juga menerapkan pembatasan ekstrem yang dimulai dari 23 Maret hingga 9 April 2020.

Prediksi Susunan Pemain Inter Milan Vs Sevilla
Indonesia
Prediksi Susunan Pemain Inter Milan Vs Sevilla

Penyerang Alexis Sanchez telah pulih dari cedera hamstringnya, namun ia kemungkinan besar akan menghuni bangku pemain cadangan.