Ini Tarif Listrik Buat Bulan Oktober Sampai Desember 2020 Listrik PLN. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah menetapkan Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) periode Oktober-Desember 2020 untuk 7 (tujuh) golongan pelanggan nonsubsidi. Penyesuaian ini mengacu pada perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Patokan Batu bara/HPB), yang dihitung secara tiga bulanan.

Dalam Surat Menteri ESDM kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) tanggal 31 Agustus 2020, pemeritah menetapkan, pelanggan tegangan rendah tarifnya ditetapkan Rp1.444,70 per kWh atau turun sebesar Rp 22,5 per kWh dari periode sebelumnya.

Sedangkan untuk pelanggan tegangan menengah dan tegangan tinggi tarifnya tetap, sama dengan perhitungan besaran tarif tenaga listrik periode Juli-September 2020. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352/kWh.

Baca Juga:

Tepis Isu Kenaikan Tarif Listrik, ESDM: TTL Kita Murah Dibandingkan Negara-Negara ASEAN

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi memaparkan, pada Mei sampai Juli 2020, terdapat perubahan parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan, dengan realisasi kurs sebesar Rp14.561,52 per dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 34,33 dolar AS per barel, tingkat inflasi sebesar 0,05 persen, dan Harga Patokan Batu bara sebesar Rp666,72/kg.

Berdasarkan perubahan empat parameter tersebut, tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi tegangan rendah akan dilakukan diturunkan, sedangkan untuk pelanggan nonsubsidi tegangan menengah dan tegangan tinggi tetap mengacu tarif periode sebelumnya Juli-September 2020.

"Penurunan tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi tegangan rendah ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional di masa pandemi ini," kata Agung.

Tarif Listrik
Tarif Listrik. (Foto: Kementerian ESDM).

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) yang menikmati penurunan tarif yakni pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 sampai 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis daya 6.600 sampai 200 kVA, pelanggan pemerintah daya 6.600 sampai 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya turun sebesar Rp 22,58/kWh menjadi sebesar Rp 1.444,70/kWh.

Sementara untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352/kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya lebih dari 200 kVA, besaran tarifnya tetap sebesar Rp 1.114,74/kWh.

Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan industri daya lebih dari atau sama dengan 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan, yaitu Rp 996,74/kWh.

Adapun tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan, besaran tarifnya tetap. Sebanyak 25 golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Ia menegaskan, pemerintah memberikan perlindungan sosial atas dampak COVID-19 melalui pemberian diskon tarif tenaga listrik untuk rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta pelanggan bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA.

"Ke depan dimungkinkan tarif tenaga listrik dapat kembali mengalami perubahan melihat perkembangan ICP, kurs, inflasi, dan HPB. Selain itu, efisiensi yang dilakukan PLN juga dapat menjadi pemicu turunnya tarif tenaga listrik," ujarnya.

Baca Juga:

DPR Tuntut PLN Transparan Jawab Tuduhan Tarif Listrik Naik saat WFH

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tua Renta Tidak Boleh Divaksin COVID-19
Indonesia
Tua Renta Tidak Boleh Divaksin COVID-19

ada 5 kerentanan yang menunjukkan bahwa lansia tersebut sangat uzur dan tidak memungkinkan mendapat vaksin Covid-19.

Setelah Serangan Terduga Teroris, Tim Gegana Lakukan Sterilisasi di Mabes Polri
Indonesia
Setelah Serangan Terduga Teroris, Tim Gegana Lakukan Sterilisasi di Mabes Polri

Seorang terduga teroris terpantau jatuh tersungkur di halaman depan kompleks Mabes Polri, Rabu (31/3).

Realisasi Penyaluran Dana Pemerintah di Bank Capai Rp49,6 Triliun
Indonesia
Realisasi Penyaluran Dana Pemerintah di Bank Capai Rp49,6 Triliun

OJK akan terus memantau agar perbankan terus mengakselerasi pemberian kredit dan berbagai upaya pemulihan sektor riil.

Wagub DKI Cek Selebgram Helena Lim yang Terima Vaksin COVID-19
Indonesia
Wagub DKI Cek Selebgram Helena Lim yang Terima Vaksin COVID-19

Pemprov DKI Jakarta menelusuri status selebgram Helena Lim sehingga ia bisa menerima vaksin COVID-19.

Syarief Hasan Sebut Moeldoko Tidak Punya Hak Pakai Atribut Demokrat
Indonesia
Syarief Hasan Sebut Moeldoko Tidak Punya Hak Pakai Atribut Demokrat

Moeldoko tidak punya hak dan legalitas memakai atribut partai berlambang mercy tersebut.

Komnas HAM Apresiasi Sikap Kooperatif Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Komnas HAM Apresiasi Sikap Kooperatif Kapolda Metro Jaya

Komnas HAM akan mendalami lagi satu per satu dari berbagai aspeknya

Bingung Ada Tempat Hiburan Kebablasan, DPRD: Pasti Ada Sesuatu
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Pembagian Masker dari Rumah ke Rumah Diberi Bius
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Pembagian Masker dari Rumah ke Rumah Diberi Bius

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Polda Metro Jaya menyatakan, pesan tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Dinkes DKI Sesuaikan Harga Swab Test Rp900 Ribu
Indonesia
Dinkes DKI Sesuaikan Harga Swab Test Rp900 Ribu

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI, Widyastuti mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan harga tes usap yang ditetapkan pemerintah pusat dengan tarif Rp900 ribu.

Datangi Jaksa Agung, Kapolri Jenderal Listyo Pastikan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Indonesia
Datangi Jaksa Agung, Kapolri Jenderal Listyo Pastikan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Ada sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri yang mendampingi Kapolri