Ini Tanggapan Bawaslu Jateng Soal Sanksi Kemendagri kepada Sri Mulyani Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) yang telah memberikan sanksi terhadap Bupati Klaten Sri Mulyani.

Sanksi diberikan pada Sri Mulyani yang merupakan politikus PDIP ini terkait viral penempelan stiker bergambar Bupati Klaten pada hand sanitizer yang dinagikan warga. Hand sanitizer tersebut ternyata bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga terdampak pandemi COVID-19 di Klaten, Jawa Tengah.

Baca Juga:

Sri Mulyani Ditantang Jagoan Tiga Partai Koalisi di Pilkada Klaten

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih, menyambut baik tindakan Kemendagri tersebut. Sanksi tegas ini bisa menjadi peringatan keras bagi kepala daerah petahana yang maju di pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang.

"Ini peringatan juga bagi petahana agar tidak memanfaatkan bantuan corona untuk kampanye terselubung," ujar Ananingsih, Rabu (8/7).

Menurutnya, Kemendagri hanya menjatuhkan sanksi pembinaan dan teguran, tapi setidaknya publik bisa menilai bahwa apa yang terjadi di Klaten merupakan tindakan yang dilarang. Sosok kepala daerah dilarang menyalahgunakan bantuan dalam bentuk apapun untuk kepentingan politik.

"Kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah kami imbau supaya tidak menyalahgunakan atau tidak melakukan politisasi bantuan sosial ditengah pandemi Covid-19," kata dia.

 Bantuan hand sanitizer dengan foto gambar Bupati Klaten Sri Mulyani (MP/Istimewa)
Bantuan hand sanitizer dengan foto gambar Bupati Klaten Sri Mulyani (MP/Istimewa)

Ia mengatakan sanksi terhadap Bupati Klaten tertuang dalam surat Kemendagri tanggal 17 Juni 2020 yang ditandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah Akmal Malik. Dimana dalam surat yang ditembuskan Bawaslu Jawa Tengah tersebut, Kemendagri mengeluarkan sanksi terkait peristiwa botol penyanitasi tangan bantuan Kemensos yang ditempeli gambar Bupati Klaten Sri Mulyani.

"Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Salah satu poin dalam surat tersebut berbunyi agar Gubernur Jawa Tengah memberikan pembinaan dan pengawasan berupa teguran kepada Bupati Klaten," tutup Ananingsih.

Baca Juga:

Polres Klaten Bongkar Sindikat Pembuatan Uang Palsu Setengah Miliar

Diberitakan sebelumnya, perilaku tak terpuji diperlihatkan Bupati Klaten Sri Mulyani di tengah pandemi COVID-19. Dia membagikan hand sanitizer dengan ditempeli stiker foto dirinya. Alih-alih mendapat pujian, Sri Mulyani malah banjir hujatan dari warganet yang tak simpati dengan sikap orang nomor satu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tersebut.

Tagar #BupatiKlatenMemalukan menjadi trending topic di medsos saat itu. Dalam kesempatan itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani langsung meminta maaf atas kekeliruan tersebut melalui akun twitter pribadinya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Dicatut Dalam Teror Diskusi di UGM, Muhammadiyah Klaten Lapor Polisi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH