Ini Syarat Kopi Indonesia Bisa Dibeli Mahal di New Zealand Surya Darma, Ketua Umum METI (kiri) dan Indradi Soemardjan, Direktur Javanero (kanan) berpose bersama di kedutaan New Zealand, Jakarta. (foto:MP/Teddy Kurniawan)

MerahPutih Bisnis - Ada yang menarik jika membicarakan perkembangan kopi Indonesia di dunia, salah satunya perkembangan kopi Indonesia di New Zealand (Selandia Baru). Menurut Indradi Soemardjan, direktur PT Javanero Indonesia Arta, pemilik Javanero Indonesia Coffee, penikmat kopi di Selandia Baru itu sangat banyak, namun kopi dari Indonesia masih kalah bersaing dengan kopi asal Brasil, Ethiopia bahkan Guatemala.

"New Zealand peminum kopinya serius sekali, bisa tujuh sampai delapan kilogram per kapita per tahun. Jumlah itu di atas Amerika Serikat," ujarnya saat ditemui merahputih.com di kedutaan besar New Zealand, kawasan Jakarta Pusat belum lama ini.

Menurut Indradi, kopi asal Indonesia sebenarnya dikenal masyarakat New Zealand, hanya saja ekportir kopi dari Indonesia tidak menyertakan spesifikasi dari kopi yang dikirim.

"Mereka itu (masyarakat New Zealand) kalau minum kopi harus tahu ceritanya, spesifik. Asal kopi tersebut ditanam dimana, di gunung mana, diproses oleh komunitas atau kelompok mana dan di-roasted oleh siapa. Sama seperti minum wine, ada labelnya," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, jika penikmat kopi dari New Zealand bisa mengetahui spesifikasi kopi Indonesia, maka mereka tidak akan sungkan membayar lebih mahal.

"Disitulah kita mendapatkan pendapatan lebih tinggi juga, petaninya bisa dapat untung besar pula. Mereka juga enggak akan menjadi seperti buruh pabrik," terangnya lagi.

Indradi juga menyebut, dirinya kini tengah melakukan terobosan agar kopi produksinya bisa lebih diterima masyarakat New Zealand. Hal itulah yang membuat ia diganjar penghargaan dari pemerintah New Zealand dalam acara peringatan 40 tahun kerjasama New Zealand dan ASEAN (negara Asia Tenggara).

Acara penyerahan penghargaan tersebut akan dilangsungkan pada 8 September mendatang di Jakarta. Indradi Soemardjan merupakan satu dari tujuh penerima penghargaan dari pemerintah New Zealand atas andilnya dalam kerjasama Indonesia - New Zealand selama ini. Selain Indradi, Ketua Umum METI, Surya Darma pun mendapatkan penghargaan yang sama.(wan)

 

Baca Juga:

Pemerintah AS Revisi Produksi, Harga Minyak Dunia Melambung Tinggi

Harga Emas Naik Rp1.000 Jadi Rp558.000 per Gram

Darmin Sebut Data BPS Tak Valid, Kepala BPS: Kami Siap Buktikan

Bahan Pangan Pendorong Inflasi Terbesar Juni 2015

Inflasi Agustus Jeblok Sejak 2007

 

 



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH