Ini Syarat Berhaji Saat Pembatasan Kuota Oleh Arab Saudi Jamaah menunaikan sholat Tarawih di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, di tengah merebaknya wabah COVID-19, Jumat (24/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yasser Bakhsh/pras

Merahputih.com - Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Arab Saudi sangat dan amat membatasi jumlah jamaah untuk melaksanakan haji dengan berbagai syarat dan protokoler kesehatan yang sangat ketat.

"Ibadah haji tahun ini akan dilaksanakan dengan jumlah yang amat sangat terbatas. Bi a'dadin ma’dudatin jiddan," ujar Agus dikutip dari laman resmi NU, Rabu (24/6).

Baca Juga:

Kondisi Terkini Dua Pasien Positif Corona di RSPI Sulianti Saroso

Yang diperbolehkan untuk melaksanakan haji adalah warga negara Arab Saudi dan warga negara lain yang sudah berdomisili di Arab Saudi. Itu pun tidak semua ekspatriat atau orang tinggal sementara bisa berhaji.

Mereka harus memenuhi persayaratan dan mendapatkan tasrih (izin) dari Kementerian Luar Negeri. Hanya lebih kurang 1.000 orang yang diizinkan berhaji dengan kriteria di antaranya berumur di bawah 65 tahun dan tidak memiliki riwayat sakit kronis.

"Jumlah jamaah sekitar 1.000. Mungkin kurang, mungkin lebih," beber Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Benten.

Jamaah mengelilingi Kakbah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Hanni Sofia)
Jamaah mengelilingi Kakbah saat menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA/Hanni Sofia)

Adapun protokol kesehatan yang harus ditaati para jamaah haji tahun ini antara lain semua jamaah yang melaksanakan ibadah haji akan dilakukan pemeriksaan sebelum memasuki berbagai situs suci.

Semua pekerja dan relawan haji akan melewati tes bebas Corona sebelum ibadah haji dimulai. Saat pelaksanaan haji pun, status kesehatan semua jamaah akan dipantau setiap hari selama ibadah haji.

Baca Juga:

Antisipasi Corona, Twitter Imbau Karyawannya Kerja dari Rumah

Untuk memaksimalkan protokol ini, Pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan rumah sakit untuk keadaan darurat jamaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Jamaah juga diwajibkan mematuhi kebijakan social distancing (jaga jarak). Setelah rangkaian pelaksanaan ibadah haji selesai dilaksanakan, semua jamaah juga harus melakukan karantina diri mereka. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH