Sejarah Mencatat, Ini Skuat Terbaik Timnas Brasil Paling Mengerikan Skuat timnas Brasil Piala Dunia 2014. (http://zeenews.india.com)

BRASIL merupakan salah satu negara yang banyak melahirkan pemain bintang. Kiprahnya di ajang Piala Dunia pun tak boleh diragukan. Sejak pertama Piala Dunia digelar, pada 1930 sampai 2014, Brasil tercatat telah menjadi sang juara sebanyak lima kali. Kemenangan tersebut diraih tim berjuluk Selecao pada Piala Dunia 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.

Terlepas dari kenangan besar tersebut, saat menjuarai Piala Dunia 1970 mungkin tak bisa terlupakan begitu saja. Skuat yang mengisi timnas merupakan terbaik masa. Bagaimana tidak, dalam laga pamungkas tersebut mereka berhasil melibas Italia dengan skor 4-1.

Sayang, skuat emas Brasil itu jarang dikenal oleh masyarakat sekarang. Mau tahu siapa saja, silakan simak ulasan berikut.

1. Felix Mielli Venerando

(Felix Mielli Venerando. Sumber: pesstatsdatabase.com)

Felix merupakan kiper sekaligus pahlawan Brasil saat menghadapi Italia di babak final. Di bawah mistar gawang, ia berhasil menahan beberapa gempuran para penggawa Italia. Felix telah membela Brasil sebanyak 39 kali. Ia juga pernah bermain untuk tim Juventus, Italia, pada 1953-1955. Sebelum pensiun, pada 1968-1976 ia bermain bersama klub lokal, Fluminense.

Setelah pensiun, Felix kemudian memilih jalur usaha. Ia menjadi pedagang mobil dan es. Pada 2012 saat berusia 74 tahun, kiper sekaligus pahalawan Brasil itu menutup mata.

2. Carlos Alberto Torres

Carlos Alberto Torres. (Sumber: veja.abril.com.br)

Karier Alberto semakin bersinar tatkala berhasil menciptakan gol keempat dalam laga final Piala Dunia melawan Italia. Gol ajaib itu terjadi di menit 86'. Alberto merupakan pemain bertahan. Bersama timnas, Alberto telah bermain sebanyak 53 kali dan menciptakan 8 gol.

Ia pernah bermain untuk Fluminense dan Santos. Pada 1982, Alberto mengikuti jejak Pele bermain di New York Cosmos. Namun pada 25 Oktober 2016, Alberto meninggal dunia. Untuk mengenang jasanya, ia pun dinobatkan sebagai 'kapten abadi' oleh asosiasi Brasil.

3. Hercules Brito Ruas

Hercules Brito Ruas. (Sumber: netvasco.com.br)

Bek tengah bertubuh jangkung ini dikenal sangat temperamen tinggi. Namun, dalam laga final Piala Dunia 1970, ia mampu mengendalikannya. Ia bermain untuk timnas Brasil sebanyak 45 kali, 1964 sampai 1978.

Semasa hidupnya, ia pernah bermain bersama Vasco da Gama, Internacioal, Flamengo, Cruzeiro, Botafogo, Corinthians, Atletico Paranaense, Castors de Montreal, Deportivo Galicia, Democrata, dan River. Namun, pada 1979 ia memutuskan untuk pensiun. Sejak saat itu, namanya mulai tak dikenal publik sepak bola.

4. Wilson da Silva Piazza

Wilson da Silva Piazza. (Sumber: gettyimages)

Sepanjang kariernya, Piazza hanya bermain untuk Renascenca (1961-1963) dan Cruzeiro (1963-1979). Ia merupakan pemain belakang yang dikenal tangguh. Ia pun bermain untuk timnas Brasil sudah 45 kali. Namun kariernya tak secemerlang pada masa Piala Dunia 1970.

Setelah pensiun awal 1980, Brito kemudian membangun sebuah rantai pompa bensin dan mencoba untuk masuk ke politik lokal.

5. Everaldo Marques da Silva

Everaldo Marques da Silva. (Sumber: cbf.com.br)

Everaldo adalah sosok bek kiri yang tangguh dan berbakat. Meski ia pernah menjadi pemain internasional yang mewakili Brasil sejak 1967, pelatih Mario Zagallo memberi Everaldo kesempatan besar di final Piala Dunia 1970.

Everaldo bermain untuk timnas sebanyak 24 kali. Pada 1974, ia memutuskan untuk terjun dalam dunia politik. Namun, pada Oktober di tahun tersebut, ia bersama seorang putrinya tewas dalam kecelakaan mobil.

6. Clodoaldo Tavares de Santana

Clodoaldo Tavares de Santana. (Sumber: torcedores.com)

Bagi skuat timnas Brasil 1970, Clodoaldo ialah sosok yang sangat menginspirasi. Dalam semifinal melawan Uruguay, Brasil sempat tertinggal. Namun, lelaki yang bermain sebanyak 38 bersama timnas itu berhasil menumbuhkan semangat para pemain sehingga membalikkan keadaan.

Akan tetapi, sejak berhenti bermain sepak bola, Clodoaldo memilih terjun dalam urusan bisnis properti sambil tetap menjadi direktur Santos dan penasehat tim nasional Brasil.

7. Gerson de Oliveira Nunes

Gerson de Oliveira Nunes. (Sumber: etatico.blogspot.com)

Gerson merupakan salah satu otak timnas Brasil pada final Piala Dunia 1970. Ia bermain di lini tengah yang dikenal sebagai 'The Parrot', karena Gerson tidak pernah berhenti berbicara di lapangan.

Gerson sendiri telah bermain 70 kali bersama timnas Brasil. Setelah pensiun, ia mulai kiprahnya di sebuah lembaga sosial untuk membantu anak-anak miskin dan kemudian menjadi pengamat sepak bola di radio dan televisi.

8. Roberto Rivellino

Roberto Rivellino. (Sumber: etatico.blogspot.com)

Pemain sayap kiri yang terkenal akan kumisnya yang lebat ini sangat lihai dalam menggiring bola. Karena itu pula, ia kemudian dijuluki 'Elastico'. Rivellino bermain sepak bola lebih dari 20 tahun. Sepanjang karier, ia telah bermain untuk tim Corinthians, Fluminense, dan Al Hilal.

Sementara, bersama timnas Brasil ia telah bermain sebanyak 92 kali. Ia mulai bermain bersama timnas sejak 1965-1978.

9. Pele

Pele. (Sumber: champions-speakers.co.uk)

Bagi masyarakat dunia, Pele adalah pemain sepak bola terhebat yang terkenal dengan tendangan meliuknya. Ia mencetak satu dari empat gol di final tahun 1970 dan menciptakan salah satu tendangan melegenda. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan meraih tiga trofi piala dunia.

Setelah menyelesaikan kariernya bersama New York Cosmos, Pele pernah menjadi Menteri Olahraga serta duta PBB di balik perusahaan besarnya. Kini, di usianya mencapai 72 tahun. Kondisinya pun cukup mengkhawatirkan. Beberapa bulan terakhir ia sakit dan sering keluar-masuk rumah sakit. Ia pun harus berjalan dengan kursi roda.

10. Tostao Gonclves de Andrade

Tostao Gonclves de Andrade. (Sumber: pinterest)

Tostao merupakan penyerang asal Brasil yang cukup ditakuti pada masanya. Sayang, ia tak mampu menjawab tantangan di 1970 setelah cedera di bagian mata yang membuat retinanya rusak ketika wajahnya terkena bola.

Ia menjalin hubungan yang brilian dengan Pele sebelum pensiun pada 1973 di usianya yang masih 26 karena masalah mata. Saat ini Tostao menjadi dokter, tetapi juga wartawan olahraga.

11. Jairzinho atau Jair Ventura Filho

Jairzinho atau Jair Ventura Filho. (Sumber: pinterest)

Jairzinho adalah pencetak gol terbanyak Brasil di Piala Dunia 1970 lewat tujuh gol dari enam pertandingan. Ia juga menjadi satu-satunya pemain tak pernah absen mencetak gol di setiap pertandingan dari putaran final Piala Dunia.

Ia mencetak 33 gol dalam 81 pertandingan internasional dan bermain lebih dari 400 pertandingan untuk Botafogo sebelum pindah ke Marseille, Prancis. Setelah gantung sepatu, ia mencoba untuk menjadi wali kota Rio de Janeiro, tapi pencalonannya dibatalkan karena ia tidak membayar biaya.



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH