Ini Sejumlah Syarat Suatu Wilayah Ingin Terapkan New Normal Menparekraf siapkan protokol normal baru untuk destinasi wisata (Antara/Birkom Kemenparekraf)

MerahPutih.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menetapkan tiga kriteria yang terdiri atas 11 indikator untuk menentukan suatu daerah siap menerapkan new normal atau kenormalan baru.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Wiku Adisasmito mengatakan, kriteria yang disusun telah merujuk pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga:

Waspada, Orang Tanpa Gejala di Jakarta Lebih dari 18 Ribu

"Sesuai dengan rekomendasi WHO, kami menggunakan kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan," kata Wiku dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5).

Ia pun menyampaikan, berdasarkan tiga kriteria itu, ada 11 indikator yang ditetapkan pemerintah untuk menentukan layak atau tidaknya suatu wilayah menerapkan kenormalan baru, salah satunya yakni penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak masa puncak terakhir.

Wiku mengatakan, penurunan jumlah kasus positif itu ditargetkan lebih dari 50 persen.

"Kami ingin melihat penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhirnya dengan target lebih dari 50 persen untuk tiap daerah," ujar dia.

Dia menjelaskan 11 indikator tersebut yakni penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen), penurunan jumlah kasus yang probable selama dua minggu sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen).

Selanjutnya, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif, penurunan jumlah meninggal dari kasus probable, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS.

Pengunjung beraktivitas di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak industri pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat untuk menghadapi kehidupan normal yang baru (New Normal) di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan COVID-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Pengunjung beraktivitas di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak industri pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat untuk menghadapi kehidupan normal yang baru (New Normal) di mana masyarakat harus hidup berdampingan dengan COVID-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Kemudian, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari probable (ODP dan PDP), jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu, angka positif kurang dari lima persen dan menggunakan angka reproduksi efektif kurang dari satu.

Terdapat 102 kabupaten/kota yang tidak atau belum terdampak COVID-19. Daerah tersebut ditunjukkan dengan warna hijau.

Kemudian terdapat sebanyak 85 kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi atau berwarna merah. Sebanyak 180 kabupaten/kota dengan risiko sedang atau berwarna oranye, dan 139 kabupaten/kota dengan risiko rendah atau kuning.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mengubah perilaku konsumsi dengan memenuhi kebutuhan 4 sehat 5 sempurna, guna menekan penyebaran virus Corona.

Kebutuhan gizi yang cukup bisa menjaga daya tahan tubuh masyarakat. Bila daya tahan tubuh kuat, maka ini akan menyulitkan virus Corona menulari dari satu orang ke orang yang lain.

“Kita tahu ada istilah 4 sehat 5 sempurna saat mau meningkatkan gizi. Kami pinjam istilah ini, 4 sehat 5 sempurna, yaitu mencuci tangan, olahraga yang cukup, istirahat cukup, tidak panik, dan makan bergizi,” kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyatakat UI ini.

Wiku menjelaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus menyadari pandemi Covid-19 menyebabkan keadaan darurat. Virus Corona dapat berpindah melalui droplet atau percikan cairan dari mulut.

Perilaku tersebut harus dilakukan secara disiplin dan kolektif. Apabila ini dilakukan dari tingkat RT hingga nasional, rantai penyebaran virus akan terputus.

Adapun per hari ini, Sabtu (30/5/2020), jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 557 orang menjadi 25.773 orang. Selain itu, ada penambahan kasus meninggal sebanyak 53 orang.

Baca Juga:

Rapid Test Massal Tiga Pasar Tradisional di Solo, 14 Orang Reaktif

Hingga saat ini, sudah ada 1.573 orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia.

Pada sisi lain, sebanyak 523 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, total ada 7.015 pasien yang telah sembuh.

“Kasus pasien positif Covid-19 yang sembuh tertinggi ada di DKI Jakarta,” ujarnya.

Tingginya kasus baru positif Covid-19 menunjukkan bahwa masih ada orang yang terpapar Covid-19 di sekitar masyarakat. Oleh karena itu, Yuri meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah yaitu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak sosial, dan menghindari kerumunan. (Knu)

Baca Juga:

640 Pasien Corona Masih Jalani Perawatan di RS Darurat Wisma Atlet


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH