Ini Satu-satunya Jalan untuk Ungkap Kasus Novel Menurut Abraham Samad Abraham Samad hadir di sidang praperadilan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Jakarta, Kamis (4/6). (Foto: MerahPutih/Novriadi Sitompul)

MerahPutih.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menilai, tidak ada jalan lain untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan kecuali dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Pasalnya, pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu hingga kini belum terungkap. Padahal peristiwa penyiraman air keras itu telah terjadi 10 bulan yang lalu.

"10 bulan ini bukan waktu yang singkat tapi cukup lama, yang sudah dipergunakan oleh aparat tapi sampai saat ini. Kita bisa lihat semua bahwa penyerangan terhadap kasus Novel belum ditemukan," ujar Abraham di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2).

Untuk itu, Abraham meminta kepada pimpinan KPK untuk mendorong Presiden Joko Widodo membentuk TGPF. Dia meyakini, TGPF dapat mempercepat penuntasan kasus teror tersebut.

"Kami meminta kepada pimpinan KPK untuk segera mungkin mengusulkan kepada Presiden RI membentuk TGPF. Karena saya sangat yakin pelakunya belum juga ditemukan, maka tidak ada jalan lain," tegasnya.

Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya namun hingga saat 10 bulan sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Sejumlah pihak termasuk Novel juga mengusulkan untuk dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus itu, tapi pembentukan TGPF belum juga dilakukan.

Pihak Polri sudah memeriksa Novel sebagai saksi korban pada 14 Agustus 2017 di KBRI Singapura. Saat itu Novel juga didampingi oleh tim KPK termasuk Ketua KPK Agus Rahardjo dan tim penasihat hukumnya.

Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti.

Polda Metro Jaya sudah merilis dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (Pon)

Baca juga berita terkait di: Soal Kasus Novel, KPK Berharap Presiden Dibukakan Hatinya Bentuk TGPF


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH