Ini Rincian Vaksin Yang Bakal Dibeli dan Dibutuhkan Indonesia Vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)..

MerahPutih.com - Di pertengahan Januari ini, pemerintah bakal melakukan vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan. Pemberian vaksin dilakukan sesaat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan mengeluarkan izin dan MUI memberikan sertifikasi halal.

Saat rapat Kabinet, Rabu (6/1) Presiden Joko Widodo menegaskan, hingga saat ini Indonesia telah memesan kurang lebih sebanyak 329,5 juta dosis vaksin. Bahkan, jutaan vaksin ini yang belum termasuk komitmen opsi penambahan pesanan.

Baca Juga:

Distribusi Vaksin COVID-19 di Jawa Barat Dilakukan Secara Proporsional

Untuk memastikan resiliensi atau keterjaminan tersedianya vaksin, pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber.

Rinciannya, dari Sinovac itu 3 juta plus 122,5 juta. Dari Novavax itu 50 juta, dari COVAX/GAVI 54 juta, dari AstraZeneca 50 juta, dan dari Pfizer 50 juta vaksin.

"Artinya jumlah total yang telah firm order itu 329,5 juta vaksin. Hanya pengaturannya nanti akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan," tutur Presiden Joko Widodo.

Dengan memperhitungkan bahwa satu orang membutuhkan dua dosis vaksin dan 15 persen sebagai cadangan sesuai dengan ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), maka total vaksin yang dibutuhkan untuk kurang lebih 181 juta rakyat adalah sekitar 426 juta dosis vaksin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, hingga hari Minggu malam (3/1), sebanyak 1,2 juta vaksin telah mulai didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Rapat Kabinet. (Foto: Sekretariat Presiden).
Rapat Kabinet. (Foto: Sekretariat Presiden).

Selanjutnya, pemerintah menunggu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memulai vaksinasi yang pada tahap awal diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

"Di ratas tadi Bapak Presiden memberikan tantangan apakah bisa dipercepat sehingga bisa selesai dalam waktu 12 bulan? Kami akan berusaha keras dan kami butuh dukungan dari teman-teman untuk bisa melakukan ini," tuturnya.

Pada tahapan pertama ini pemerintah akan memulai vaksinasi bagi sekitar 1,6 juta tenaga kesehatan yang ada di seluruh Indonesia. Berikutnya, vaksin akan diberikan bagi 17,4 juta tenaga layanan publik dan 21,5 juta masyarakat dengan usia lanjut. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Pusat Perketat Aktivitas Warga, Begini Reaksi Wagub DKI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Novel Baswedan Tidak Hadir, Persidangan Kasus Penyiraman Air Keras Ditunda
Indonesia
Novel Baswedan Tidak Hadir, Persidangan Kasus Penyiraman Air Keras Ditunda

"Hari ini Novel kemungkinan tidak menghadiri sidang karena situasi sedang pandemi virus Corona," kata Humas PN Jakarta Utara Djumyanto

Penderita Corona WNA di Indonesia Meninggal Dunia
Indonesia
Penderita Corona WNA di Indonesia Meninggal Dunia

Sekarang dalam proses mengirimkan kembali jenazah ke negaranya

Terungkap! Ini Provinsi Paling Banyak Selewengkan Dana Bansos COVID-19
Indonesia
Terungkap! Ini Provinsi Paling Banyak Selewengkan Dana Bansos COVID-19

Polri tidak menoleransi bentuk penyelewengan dana bansos COVID-19 dalam bentuk apapun

 DPRD Sepakati Penyesuaian APBD di Tengah Pandemi Corona
Indonesia
DPRD Sepakati Penyesuaian APBD di Tengah Pandemi Corona

“Untuk PBB rencananya apabila masyarakat membayar pajak pada bulan Mei, ada pengurangan 50%, kalau dibayar Juni dikurangi 30%, sedangkan Juli dipotong 20%,” terangnya.

Jateng Masih Menjadi Kandang Banteng, PDIP Kuasai Pilkada di 17 Daerah
Indonesia
Jateng Masih Menjadi Kandang Banteng, PDIP Kuasai Pilkada di 17 Daerah

Hasil tersebut didasari dari quick real count berdasarkan laporan perhitungan di TPS oleh para saksi.

Zona Hijau COVID-19 Nyaris Sentuh 100 Daerah
Indonesia
Zona Hijau COVID-19 Nyaris Sentuh 100 Daerah

Kalimantan Barat saat ini merupakan provinsi dengan daerah-daerah berstatus zona kuning dan oranye

Makna Angka 400 Jelang Pelantikan Biden dan Pandemi COVID-19
Dunia
Makna Angka 400 Jelang Pelantikan Biden dan Pandemi COVID-19

Upacara digelar untuk mengenang 400.000 warga AS yang telah kehilangan nyawanya akibat COVID-19.

Logo RANS Milik Raffi Ahmad di Garuda Cuma Ditempel Saat Live
Indonesia
Logo RANS Milik Raffi Ahmad di Garuda Cuma Ditempel Saat Live

"Ya kita coba cari yang bikin kehebohan. Dalam kondisi susah ini kita harus kreatif, yang penting kita tidak menyalahi apapun,” kata Irfan.

Dishub DKI Tetap Periksa SIKM hingga Corona Berakhir
Indonesia
Dishub DKI Tetap Periksa SIKM hingga Corona Berakhir

"Sampai penetapan status Bencana nasional non Alam berakhir sebagaimana diatur dalam Keppres 12/2020," terang dia.

Cegah Pagebluk COVID-19, Polri Janji Penindakan Hukum Jalan Terakhir
Indonesia