Ini Prediksi Pengamat untuk Djarot-Sihar di Pilgub Sumut Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Sihar Sitorus (kiri). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara.

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menilai, pasangan tersebut berpeluang besar memenangi ajang Pilgub Sumut. ‎Pasalnya, PDIP telah melakukan evaluasi terkait pencalonan Cagub-Cawagub Sumut dua periode yang lalu.

Hal itu terlihat dari keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mampu membaca peluang 'perkawinan' dua budaya, yakni Jawa dan Tapanuli yang diwakilkan oleh calon usungannya.

‎"Sehingga pasangan Djarot dan Sihar ini, menurut saya, sangat klop dan bisa diterima masyarakat Sumut," kata Emrus kepada wartawan, Jakarta, Selasa (9/1).

‎Terlebih, kata Emrus, populasi masyarakat Jawa dan Tapanuli sangat besar di Sumut. Bila mereka digabungkan, maka lebih dari sebagian populasi Sumut didominasi dua suku tersebut.

"Berdasarkan data yang saya peroleh, dari aspek jumlah penduduk di Sumut, suku berlatar belakang Jawa mencapai 35 persen. Sedangkan Tapanuli bisa mencapai 30 persen," katanya.

Dengan kata lain, kata Emrus, dari sudut homogenitas paslon Djarot-Sihar dengan pemilih di Sumut, bisa mencapai sekitar 65-75 persen. "Ditambah jika dilihat dari sebaran budaya," tandasnya.

Menurut dia, angka tersebut menjadi modal penting bagi paslon Djarot-Sihar berlaga dalam Pilkada Sumut 2018.

Sebab, bagaimanapun perilaku politik tidak bisa dilepaskan dari sudut homogenitas dari pemilih dengan paslon. Dia menegaskan, penilaian tersebut bukanlah menyangkut masalah SARA.

"Ini bukan persoalan SARA. Karena SARA yang salah dalam konteks kampanye adalah dari sisi negatif. Sedangkan homogenitas dari sudut yang positif karena kebiasaannya itu orang memilih karena karena memiliki kedekatan homogenitas atau kesamaan budaya," katanya.

Di luar latar belakang budaya itu, Emrus menilai sosok Djarot juga memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Sebab, mantan Wali Kota Blitar itu dianggap sebagai sosok yang pluralis dan merangkul semua kalangan.

"‎Saya pikir Sumut sangat terkenal sebagai daerah yang sangat pluralis. Sehingga tidak terlalu sulit bagi warga Sumut untuk menerima Djarot sebagai cagub," pungkasnya. (Pon)



Noer Ardiansjah