Ini Pola Makan yang Benar untuk Semangat dan Produktivitas Kerja Pilihan makanan sehat mendongkrak produktivitas. (foto: pixabay/rawpixel)

'YOU are what you eat'. Begitu bunyi jargon kesehatan yang acap didengungkan selama ini. Makanan yang masuk ke dalam tubuh memang akan amat menentukan performa kamu. Dalam hal ini, kondisi kesehatanmu akan amat dipengaruhi makanan yang kamu asup.

Selain memengaruhi kesehatan, makanan yang kamu konsumsi juga menentukan tingkat produktivitas kerja. Itulah mengapa pemilihan jenis dan porsi makanan yang salah dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang akhirnya mengancam produktivitas kerja kamu.

Sebagai contoh, jika kamu malah jadi mengantuk, lemas, dan sakit kepala setelah makan siang, itu berarti kamu salah pilih makanan. Berbagai efek itu muncul karena makanan yang biasanya disajikan warung makan atau restoran cenderung tinggi karbohidrat, lemak, dan kalori, tapi minim gizi. Terlebih jika porsi makan kamu untuk sekali makan cukup banyak.

Sebagian besar zat itu akan diubah menjadi energi yang dipakai tubuh, sedangkan sisanya akan membantu tubuh memproduksi hormon kolesistokinin dan glukagon. Kedua hormon itu memicu rasa kenyang sekaligus menaikkan gula darah serta serotonin dan melatonin yang merangsang rasa kantuk.

Jangan lewatkan makan siang. (foto: pixabay/rawpixel)

Sayangnya, beberapa saat setelahnya, gula darah bisa langsung turun drastis. Penurunan gula darah setelah makan tidak hanya membuat kamu merasa mengantuk, tapi juga membuat tubuh lemas dan lelah hingga sakit kepala atau bahkan migrain.

Selain itu, kamu juga akan jadi lebih 'lemot' setelah makan banyak karena asupan gula darah ke otak menurun drastis. Otak yang 'lemot' menurunkan kemampuan kamu untuk sigap memecahkan masalah, mengingat mengolah informasi, dan fokus. Semua efek itulah yang kemudian saling bekerja sama berpartisipasi membuat produktivitas kerja kamu menurun.

Agar bisa terus produktif sepanjang hari tanpa cepat lelah, kamu bisa mengikuti aturan makan berikut ini.

1. Sempatkan sarapan

Tidak melewatkan sarapan bukan berarti kamu bebas mengudap apa saja di pagi hari. Isi piring sarapan kamu dengan protein rendah lemak. Pilihannya bisa telur rebus, daging tanpa lemak, susu atau yogurt, atau kacang-kacangan. Tambahkan juga karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, atau sereal gandum. Yang paling penting, pastikan sarapanmu berisi serat dari buah serta sayuran segar.

Kombinasi gizi itu mampu menyediakan energi yang tahan lama dan menjaga kadar gula darah kamu tetap stabil, sehingga kamu tidak cepat lemas dan mengantuk di tempat kerja.

2. Makan siang tepat waktu

Meskpiun tengah sibuk, tepati waktu makan siang kamu. Telat makan siang justru bikin kamu enggak produktif. Pasokan glukosa ke otak akan semakin menipis dalam 4-6 jam sejak waktu makan terakhir. Jika bahan bakar tubuh tidak diisi ulang, tubuh kamu tidak akan mendapatkan vitamin, mineral, protein, dan energi yang dibutuhkan.

Akibatnya, tubuh kamu akan merasakan dampaknya. Kebiasaan buruk melewatkan waktu makan bisa menjadi penyebab bermulanya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung.


3. Bawa bekal

Bawa bekal akan lebih sehat. (foto: pixabay/jelly)



Untuk menjamin asupan gizi terpenuhi, ada baiknya kamu bawa bekal dari rumah. Kamu pun bisa lebih ketat menyeleksi sumber makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Ketika kamu makan sehat, tubuh akan lebih efektif memproses nutrisi dan memaksimalkannya untuk menghasilkan energi yang optimal. Hasilnya, kamu jadi lebih produktif di kantor.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH