Ini Peruntukan Uang Negara Rp30 Triliun di Bank BUMN Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah telah menempatkan uang sebesar Rp30 Triliun di empat bank milik negara yakmi BNI, BRI, Mandiri dan BTN. Uang tersebut, disalurkan pada 25 Juni oleh Bank Indonesia setelah adanya perjanjian kerja sama antara bank himbara dengan Dirjen Perbendaharaan pada 24 juni.

Bank Himbara telah menginformasikan penggunaan uang tersebut seperti Mandiri yang akan menyalurkan untuk kredit produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional senilai Rp21 triliun.

Dana di Bank BRI akan digunakan untuk mendukung rencana bisnis berupa ekspansi kredit UMKM selama enam bulan sebesar Rp122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp108,8 triliun.

Sementara untuk Bank BNI, dana pemerintah akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil bagi korporasi, usaha menegah dan kecil, serta consumer loan dalam tiga bulan ke depan senilai Rp15,04 triliun.

Dan, Bank BTN akan memfokuskan dana pemerintah untuk rencana penyaluran kredit pada Juli sampai Desember 2020 sebesar Rp30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran KPR serta kredit lainnya.

Baca Juga:

PDIP Yakini Jokowi bakal Reshuffle Kabinet

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan langkah tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo agar pemerintah menggunakan seluruh instrumen, sumber daya, dan kewenangan untuk mengejar pemulihan ekonomi nasional.

“Itu yang sekarang diupayakan pemerintah untuk mendorong pemulihan menggunakan seluruh instrumen, kebijakan, serta kewenangan, salah satunya melalui penempatan uang negara pada bank umum,” katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

Sri menegaskan, kebijakan ini diharapkan akan mampu mendorong pemulihan yang ditargetkan mulai terjadi pada kuartal III dan IV setelah pada kuartal II tertekan akibat penerapan penerapan sosial skala besar (PSBB) sehingga melemahkan aktivitas perekonomian dengan tetap menjaga disiplin kesehatan,” ujarnya.

Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang. (Foto: Antara)

Skema penempatan uang negara pada bank milik negara tersebut, kata Sri, penempatan dana di deposito dengan suku bunga yang sama seperti waktu ditempatkan di Bank Indonesia yaitu 80 persen dari 7-Day Reverse Repo Rate. Suku bunga yang rendah ini akan semakin mendorong sektor riil melalui kredit.

“Selama ini uang negara ada di BI dalam rangka cash management. Kalau uang yang sama ini kita letakkan di perbankan dengan rate of return yang sama maka bank dapat menyalurkan dengan suku bunga lebih rendah kepada dunia usaha,” ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Baca Juga:

Hasto: Teguran Presiden Jokowi Wajar, Sense of Crisis Wajib Dimiliki Para Menteri



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH