Ini Perbedaan Insomnia dengan Hipersomnia Insomnia dan Hipersomnia memiliki arti yang berbeda. (Foto: Hotzehwc)

Ketika membicarakan tentang gangguan tidur, mungkin yang terlintas dibenak adalah insomnia. Padahal hipersomnia juga sering terjadi dan belum banyak orang yang menyadarinya. Lalu, apa sih sebenarnya perbedaan antara insomnia dan hipersomnia?

Dilansir dari laman Alodokter, secara sederhana, insomnia adalah gangguan dimana seseorang kesulitan untuk tidur. sebaliknya, hipersomnia justru membuat penderitanya mengalami serangan kantuk secara berlebihan.

Baca juga:

Ingin Cepat Kurus? Hindari 4 Program Diet Ekstrem Ini

Insomnia

Minum minuman beralkohol menjadi pemicu insomnia. (Foto: Medical News Today)
Minum minuman beralkohol menjadi pemicu insomnia. (Foto: Medical News Today)

Insomnia merupakan suatu kondisi yang menyebabkan seseorang merasa kesulitan untuk tertidur, sering terbangun saat tidur, dan bangun terlalu dini. Gangguan tersebut menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Seperti yang diketahui, kualitas tidur mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Sebab, pada umumnya seseorang butuh delapan jam tidur dalam sehari untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Ada dua tipe insomnia, yakni insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer adalah insomnia yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Sedangkan insomnia sekunder adalah insomnia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan seperti radang sendi, asma, depresi, dan lain sebagainya. Insomnia sekunder juga bisa disebabkan karena sering mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan.

Baca juga:

Gusi Berdarah saat Sikat Gigi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Insomnia dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih beresiko pada orang yang sudah lanjut usia. Karena penderitanya yang sulit untuk tidur, ada beberapa akibat yang bisa dirasakan seperti mengantuk pada siang hari, mudah lelah, sulit konsentrasi, sakit kepala, dan mudah marah. Tidak menutup kemungkinan ketika kamu sedang berkendara akan mengalami kecelakaan.

Insomnia bisa diatasi dengan beberapa cara seperti mengonsumsi obat-obatan dan terapi prilaku kognitif. Selain itu ada cara lain yang bisa kamu lakukan yakni hindari banyak makan dan minum sebelum tidur, jangan mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein, serta usahakan melakukan aktivitas di siang hari agar terhindar dari tidur siang.

Hipersomnia

Hipersomnia menyebabkan seseorang kelebihan rasa kantuk. (Foto: Sound Sleep Health)
Hipersomnia menyebabkan seseorang kelebihan rasa kantuk. (Foto: Sound Sleep Health)

Hipersonia merupakan kondisi dimana rasa mengantuk terus menerus muncul sepanjang hari. Kondisi ini sekilas mirip dengan narkolepsi. Narkolepsi merupakan kondisi serangan tidur tiba-tiba dan sulit dicegah selama siang hari. Sedangkan hipersomnia, penderita masih bisa menahan kantuk meski merasa lelah.

Sama halnya dengan insomnia, hipersomnia memiliki dua tipe, yakni primer dan sekunder. Hipersomnia primer terjadi tanpa adanya kondisi medis lain. Satu-satunya gejala adalah kelelahan yang berlebihan. Hipersomnia sekunder disebabkan oleh kondisi medis lainnya seperti gagal ginjal, sleep apnea, dan penyakit Parkinson.

Baca juga:

Ingin Punya Senyum Sehat? 4 Hal Ini Perlu Diperhatikan saat Menyikat Gigi

Beberapa faktor penyebab munculnya hipersomnia adalah tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur di malam hari, pola hidup tidak sehat, genetik, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Akibatnya mereka akan kelelahan sepanjang waktu, selalu butuh tidur, mudah marah, tidak nafsu makan, hingga merasa cemas.

guna mencegah hipersomnia ada baiknya kamu untuk membuat agenda tidur secara teratur, hindari alkohol, kafein, serta obat-obatan tertentu.

Kedua gejala gangguan tidur ini tidak boleh diremehkan, apalagi dibiarkan berkepanjangan. Segera konsultasikan ke dokter agar dapat ditangani dengan tepat agar kamu masalah tidurmu tidak bermasalah. (And)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH