Ini Penyebab Antrian Ambulance Saat Masuk RSD Wisma Atlet yang Viral di Medsos Penampakan antrian ambulance saat masuk RSD Wisma Atlet. Foto: istimewa

MerahPutih.com - Jagat media sosial tengah ramai dengan beredarnya video antrean mobil ambulance yang mengular di sekitar Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, viral melalui media sosial.

Dalam video yang beredar di Whatsaap, antrian mobil ambulans tersebut diduga membawa pasien COVID-19 yang akan masuk ke rumah sakit dadakan tersebut. Pihak pengelola RSD Wisma Atlet menyebut, antrian panjang mobil ambulans karena sedang registrasi.

Baca Juga

Perintah Luhut Kendalikan Pandemi COVID-19 di 9 Provinsi

"Itu antrean daftar registrasi saja," ujar Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad), Brigjen TNI Muhammad Saleh kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Rabu (16/9).

Saleh menjelaskan, pasien yang dibawa mobil ambulance berasal dari Puskesmas yang jumlahnya mencapai seratusan orang. Menurut Saleh, antrian tersebut juga bukan terjadi pada Selasa (15/9) malam, melainkan sehari sebelumnya, Senin (14/9).

"Kemarin malam, kalau sekarang saya belum lihat datanya," kata dia.

Saleh menegaskan, antrian itu bukan disebabkan kapasitas RSD Wisma Atlet yang tidak dapat menampung pasien. Saleh mengatakan, kapasitas tempat tidur di RSD Wisma Atlet masih dapat menampung pasien COVID-19. Sementara itu, antrean ambulans disebabkan kurangnya akses pintu masuk untuk ambulans.

"Kapasitas tempat tidur kami masih ada. Permasalahan (penyebab antrean ambulans) di pintu masuk hanya dibuka satu pintu," ungkap Saleh.

Oleh karena itu, Saleh menyampaikan pihaknya akan membuka dua pintu mulai Rabu hari ini agar tak terjadi antrean masuk untuk ambulans yang membawa pasien.

Pengelola memastikan sudah tak ada antrean ambulans di depan Wisma Atlet malam ini. Belum lama ini, pengelola RSD COVID-19 mencatat terdapat 1.661 pasien terkonfirmasi positif yang tengah menjalani perawatan.

Baca Juga

Tahapan Pengadaan dan Produksi Vaksin COVID-19 di Bio Farma

Sementara, pasien berstatus suspek sebanyak 1 orang. Dengan demikian, total pasien yang menjalani rawat inap di RSD Covid-19 sebanyak 1.662 orang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Jawa-Bali Berlaku Pekan Depan, Polda Jateng Gencarkan Operasi 3 Kali Sehari
Indonesia
PPKM Jawa-Bali Berlaku Pekan Depan, Polda Jateng Gencarkan Operasi 3 Kali Sehari

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali akan mulai 11 Januari sampai dengan 25 Januari mendatang.

Urine Positif Benzo, Roy Kiyoshi Sejak WFH Minum Obat Tidur
Indonesia
Urine Positif Benzo, Roy Kiyoshi Sejak WFH Minum Obat Tidur

Roy mengkonsumsi obat tidur karena kesulitan tidur

Anies Minta Warga Tak Bepergian Saat Libur Panjang Imlek
Indonesia
Anies Minta Warga Tak Bepergian Saat Libur Panjang Imlek

Kalau ada libur panjang akhir pekan banyak warga Jakarta bepergian

Update COVID-19 Rabu (7/10) 315.714 Positif, 240.291 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (7/10) 315.714 Positif, 240.291 Sembuh

Penambahan itu menyebabkan total kasus di Indonesia kini berjumlah 315.714 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Demonstran ke Adian Napitupulu: Sehat-sehat Pak...
Indonesia
Demonstran ke Adian Napitupulu: Sehat-sehat Pak...

Adian Napitupulu mengunjungi para demonstran tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang diamankan di Polda Metro Jaya.

Tak Menyerah Lawan COVID-19, Budi Karya: Tuhan Sudah Memberi Jalan
Indonesia
Tak Menyerah Lawan COVID-19, Budi Karya: Tuhan Sudah Memberi Jalan

Budi Karya mengaku sudah tidak sabar ingin kembali beraktivitas seperti biasa

Menhub Minta SIKM di Jakarta Dicabut
Indonesia
Menhub Minta SIKM di Jakarta Dicabut

Pemberlakuan SIKM sangat percuma, karena hanya menyasar pengguna transpotasi udara, kereta api dan bus AKAP

KPK Terapkan Kunjungan Daring, Edhy Prabowo Mengeluh
Indonesia
KPK Terapkan Kunjungan Daring, Edhy Prabowo Mengeluh

Edhy mengaku membutuhkan dukungan moral

Legislator Golkar: RUU Larangan Minuman Beralkohol Bisa Ciptakan Pengangguran
Indonesia
Legislator Golkar: RUU Larangan Minuman Beralkohol Bisa Ciptakan Pengangguran

Fraksi Golkar DPR menyampaikan sejumlah catatan kritis menyikapi Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol), yang telah dipaparkan para pengusul pada Selasa (10/11) lalu.