Ini Penjelasan Polisi Soal 300 Siswa Perwira yang Disebut Positif Corona Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, sebanyak 300 siswa Perwira Polisi ternyata masih dalam tes corona.

Ia menjawab pertanyaan saat ditanya kenapa ke 300 polisi tersebut jumlahnya berbeda dengan penambahan yang diumumkan pemerintah yakni 149 orang.

Baca Juga:

Terinfeksi COVID-19, Tujuh Siswa Polisi Dibawa ke RS Kramat Jati

"Nanti kalau sudah diswab baru tahu apakah kena atau tidak," kata Argo kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (1/4).

Ratusan siswa Setupa Polri di Sukabumi terpapar virus corona
Ilustrasi: Sekolah Pembentukan Perwira Polri menggelar upacara pembukaan pendidikan SIP (tribratanews.restasukabumi.jabar.polri.go.id)

Argo menambahkan, para siswa tersebut tak menunjukkan gejala menderita penyakit.

"Siswanya saja gak ada batuk pilek, rongent normal," terang Argo.

Menurut Argo, 300 siswa tersebut positif rapid tes anti body dalam tubuh.

"Karena positif maka diperlakukan seperti ODP. Mereka kami kasih vitamin, isolasi mandiri, olah raga ringan," jelas Argo.

Argo menerangkan, setelah 14 haru itu dilakukan swab.

"Ini untuk mengetahui hasilnya apakah yang bersangkutan kena virus corona atau tidak," jelas Argo.

Baca Juga:

Ratusan Calon Perwira Polri Positif COVID-19

Argo meminta masyarakat di sekitar Setukpa Lemdikpol Sukabumi tidak perlu khawatir atas hasil 300 siswa itu.

"Langkah-langkah kedokteran sudah kita lakukan, dan langkah-langkah psikologi pun sudah kita lakukan. Jadi jangan khawatir, semuanya dalam kondisi baik, dan situasi yang baik pula," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Kebijakan PSBB Pilihan Paling Rasional di Tengah COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Harapkan Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada
Indonesia
DPR Harapkan Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada

Masyarakat jangan memilih pemimpinnya hanya karena diberikan uang atau politik uang karena tidak baik bagi perkembangan demokrasi

Setengah Juta Warganya Nganggur, Ini Kata Anies
Indonesia
Setengah Juta Warganya Nganggur, Ini Kata Anies

Selama periode pandemi, sektor formal kehilangan 453.295 pekerja tetapi hanya 259.597 pekerja mampu diserap oleh sektor informal. Akibatnya, 193.698 orang kehilangan pekerjaan.

Jabat Komisaris Pelindo, Polri Bakal "Copot" Arman Depari dari Kursi Deputi BNN
Indonesia
Jabat Komisaris Pelindo, Polri Bakal "Copot" Arman Depari dari Kursi Deputi BNN

Polri tengah melakukan assesment guna mencari sosok pengganti Arman Depari guna duduk sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Kukuh Ngotot Bahas Omnibus Law, Puan Maharani Cs Dicap 'Provokasi' Buruh
Indonesia
Kukuh Ngotot Bahas Omnibus Law, Puan Maharani Cs Dicap 'Provokasi' Buruh

Menurut Karyono, secara prinsip perjuangan organisasi pekerja dalam menuntut hak-hak buruh patut didukung dan diapresiasi.

KPK Jebloskan Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin

KPK mengeksekusi perantara suap mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, Benhur Lalenoh ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sumamiskin.

509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta saat Libur Panjang
Indonesia
509 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta saat Libur Panjang

Sebanyak 509.140 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama dan Maulid Nabi 1442 H (27-29 Oktober 2020).

KPK Klaim Tak Tahu Harun Masiku Cari Perlindungam ke PTIK saat OTT
Indonesia
KPK Klaim Tak Tahu Harun Masiku Cari Perlindungam ke PTIK saat OTT

KPK mengklaim tidak mengetahui caleg PDIP Harun Masiku mencari perlindungan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) saat operasi senyap beberapa waktu lalu.

Jokowi Bakal Dipanggil di Persidangan, Pemerintah Pasrah ke Hakim
Indonesia
Jokowi Bakal Dipanggil di Persidangan, Pemerintah Pasrah ke Hakim

Keinginan pemohon pengujian UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK untuk menghadirkan Presiden Joko Widodo dalam persidangan tergantung keputusan hakim.

Wabah Virus Corona, Mahasiswi Asal Boyolali Minta Dievakuasi dari Wuhan
Indonesia
Wabah Virus Corona, Mahasiswi Asal Boyolali Minta Dievakuasi dari Wuhan

Ia menegaskan biaya balik ke Tiongkok sangat mahal dibandingkan biaya pulang ke Indonesia.

Tak Beberkan Data Pergerakan Penderita Corona, Jokowi Dianggap Melanggar Hak Rakyat
Indonesia
Tak Beberkan Data Pergerakan Penderita Corona, Jokowi Dianggap Melanggar Hak Rakyat

Hal ini penting demi terjaganya hak kesehatan masyarakat secara keseluruhan di semua wilayah